Teknologi Nissan e-Power Kini Berkembang Menuju Plug-in Hybrid

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:53 WIB
loading...
Teknologi Nissan e-Power...
Teknologi Nissan e-Power, Foto/Carscoops
A A A
TOKYO - Teknologi e-Power Nissan, yang dikenal sebagai sistem hybrid tanpa perlu colokan, kini memasuki fase baru.

Nissan mengkonfirmasi bahwa e-Power akan diperluas ke versi plug-in hybrid (PHEV) dan extended-range electric vehicle (EREV), sebagai bagian dari strategi baru perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar global.

Sistem e-Power dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkendara seperti kendaraan listrik sepenuhnya.

Dalam konfigurasi aslinya, roda digerakkan oleh motor listrik sementara mesin bensin hanya bertindak sebagai generator daya untuk mengisi daya baterai

Pendekatan ini membedakan e-Power dari hybrid konvensional yang masih menggunakan mesin untuk menggerakkan roda secara langsung.

Fokus pada Pengalaman Berkendara

Nissan menjelaskan bahwa e-Power tidak dikembangkan semata-mata untuk penghematan bahan bakar.

Para insinyur Nissan fokus pada respons akselerasi dan penyaluran daya yang halus, sedemikian rupa sehingga sistem ini digunakan sebagai tolok ukur internal untuk performa akselerasi dan karakter berkendara Nissan GT-R, terutama dalam hal respons cepat motor listrik.

Fitur ini membuat e-Power cocok untuk pengguna yang menginginkan sensasi berkendara EV, tetapi belum siap untuk sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya publik.

Strategi Baru di Balik Perubahan

Ekspansi e-Power ke PHEV dan EREV didorong oleh perubahan kondisi pasar global. Permintaan EV menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat di beberapa pasar utama, sementara fasilitas pengisian daya masih terbatas di banyak wilayah.

Pada saat yang sama, tekanan dari biaya operasional dan peraturan emisi semakin meningkat.

Melalui rencana restrukturisasi Re:Nissan, perusahaan kini menekankan berbagai pilihan powertrain untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya saing, daripada hanya mengandalkan EV.

Versi Plug-in e-Power Lebih Praktis

Dengan diperkenalkannya versi plug-in e-Power, Nissan melihatnya sebagai solusi yang lebih realistis dan berada di tengah-tengah. Sistem PHEV dan EREV memungkinkan berkendara jarak pendek dengan tenaga listrik sepenuhnya, sambil tetap mempertahankan mesin sebagai pendukung untuk perjalanan jarak jauh.

Pendekatan ini juga membantu mengurangi emisi karbon tanpa memaksa pengguna untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik sekaligus.

Model Pertama dan Arah Masa Depan

Pengenalan plug-in e-Power diharapkan menjadi ujian nyata kemampuan teknologi hibrida Nissan, setelah lama bergantung pada sistem pihak ketiga untuk segmen PHEV.

Secara keseluruhan, langkah ini mencerminkan pendekatan yang lebih pragmatis dari Nissan.

Alih-alih memaksakan transisi penuh ke kendaraan listrik, Nissan kini memilih strategi bertahap dengan menawarkan lebih banyak pilihan powertrain, sambil mempertahankan identitas inti e-Power sebagai sistem yang menggerakkan roda sepenuhnya dengan motor listrik
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Apple Menguji iPhone...
Apple Menguji iPhone Lipat seperti Samsung Galaxy Z Flip?
Rekomendasi
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Berita Terkini
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved