Jetour T2 Jadi Mobil Paling Banyak Disiksa Pengunjung IIMS 2026
Kamis, 19 Februari 2026 - 14:22 WIB
loading...
Area pameran Jetour di Hall C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang memamerkan model seperti Jetour T2. Mobil itu berhasil mendominasi sesi uji kendara sepanjang gelaran IIMS 2026. Foto: Jetour Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Dominasi merek otomotif lama di segmen SUV Indonesia mulai mendapat tantangan serius setelah Jetour T2 mencetak prestasi gemilang dengan merengkuh dua penghargaan sekaligus pada penutupan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Pendatang baru asal China ini tidak hanya sukses menyabet gelar Favorite New Comer SUV, tetapi juga membuktikan kualitasnya di aspal melalui predikat Most Tested Car Choice, indikator paling jujur atas rasa penasaran konsumen nasional.
Penghargaan Most Tested Car Choice menjadi data krusial yang menunjukkan bahwa Jetour T2 bukan sekadar "macan panggung" dengan desain menarik.
Sepanjang pameran di JIExpo Kemayoran, unit ini tercatat sebagai model dengan sesi test drive terbanyak.
Tingginya angka pengujian mencerminkan adanya skeptisisme positif; konsumen ingin membuktikan apakah janji ketangguhan di atas kertas selaras dengan kenyataan di balik kemudi.
Caroline Ling, Vice President PT Jetour Sales Indonesia, menyambut raihan ini sebagai validasi atas relevansi produk mereka.
![Jetour T2 Jadi Mobil Paling Banyak Disiksa Pengunjung IIMS 2026]()
”Kami sangat bangga atas pencapaian Jetour T2. Dua penghargaan ini tidak hanya mencerminkan apresiasi publik terhadap desain dan kualitas produk kami, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menghadirkan kendaraan inovatif yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujarnya.
Jetour T2 memang membawa spesifikasi yang cukup mengintimidasi di kelasnya.
Jantung pacunya mengandalkan mesin 2.0 TGDI yang mampu memuntahkan tenaga 245 PS dan torsi puncak 375 Nm.
![Jetour T2 Jadi Mobil Paling Banyak Disiksa Pengunjung IIMS 2026]()
Kekuatan ini disalurkan melalui sistem penggerak cerdas X-WD yang dilengkapi dengan 7 Driving Mode—mulai dari Normal, Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, hingga Sport—ditambah fitur X-Mode yang mampu mengadaptasi karakter kendara secara otomatis sesuai kondisi medan.
Namun, daya tarik utama yang membuat pengunjung rela mengantre uji kendara adalah aspek keamanannya.
Jetour T2 dibangun dengan konstruksi Hardtop Cage Body yang menggunakan 80 persen baja berkekuatan tinggi (high-strength steel).
Struktur ini menghasilkan tingkat kekakuan torsional (torsional stiffness) mencapai 31.000 Nm, memberikan stabilitas tinggi saat melibas jalur off-road.
Fitur spesifik seperti Wading Radar untuk mendeteksi kedalaman air serta sistem ADAS generasi terbaru dari Bosch menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Dengan harga eksklusif IIMS sebesar Rp568.000.000, Jetour menawarkan kapabilitas yang biasanya hanya ditemukan pada SUV premium di atas harga Rp800 juta.
Salah satu fitur unggulannya adalah struktur atap yang mampu menahan beban dinamis 150 kg dan beban statis hingga 300 kg, memungkinkan pemasangan tenda atap (rooftop tent) untuk kebutuhan overlanding.
Untuk menghapus keraguan khas terhadap merek baru, Jetour memberi paket purnajual yang sangat berani: garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun tanpa batas kilometer.
Selain itu, terdapat program free maintenance selama 3 tahun atau 45.000 km yang mencakup biaya jasa dan suku cadang.
Ekspansi Jetour pun terbilang masif. Saat ini mereka telah mengoperasikan 22 showroom dan menargetkan total 40 titik layanan hingga akhir tahun 2026.
Strategi integrasi antara produk mumpuni, harga kompetitif, dan perluasan jaringan servis ini tampaknya menjadi formula sukses yang membuat Jetour T2 pulang dengan kepala tegak dari IIMS tahun ini.
Pendatang baru asal China ini tidak hanya sukses menyabet gelar Favorite New Comer SUV, tetapi juga membuktikan kualitasnya di aspal melalui predikat Most Tested Car Choice, indikator paling jujur atas rasa penasaran konsumen nasional.
Penghargaan Most Tested Car Choice menjadi data krusial yang menunjukkan bahwa Jetour T2 bukan sekadar "macan panggung" dengan desain menarik.
Sepanjang pameran di JIExpo Kemayoran, unit ini tercatat sebagai model dengan sesi test drive terbanyak.
Tingginya angka pengujian mencerminkan adanya skeptisisme positif; konsumen ingin membuktikan apakah janji ketangguhan di atas kertas selaras dengan kenyataan di balik kemudi.
Caroline Ling, Vice President PT Jetour Sales Indonesia, menyambut raihan ini sebagai validasi atas relevansi produk mereka.

”Kami sangat bangga atas pencapaian Jetour T2. Dua penghargaan ini tidak hanya mencerminkan apresiasi publik terhadap desain dan kualitas produk kami, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menghadirkan kendaraan inovatif yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ujarnya.
Jetour T2 memang membawa spesifikasi yang cukup mengintimidasi di kelasnya.
Jantung pacunya mengandalkan mesin 2.0 TGDI yang mampu memuntahkan tenaga 245 PS dan torsi puncak 375 Nm.

Kekuatan ini disalurkan melalui sistem penggerak cerdas X-WD yang dilengkapi dengan 7 Driving Mode—mulai dari Normal, Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, hingga Sport—ditambah fitur X-Mode yang mampu mengadaptasi karakter kendara secara otomatis sesuai kondisi medan.
Namun, daya tarik utama yang membuat pengunjung rela mengantre uji kendara adalah aspek keamanannya.
Jetour T2 dibangun dengan konstruksi Hardtop Cage Body yang menggunakan 80 persen baja berkekuatan tinggi (high-strength steel).
Struktur ini menghasilkan tingkat kekakuan torsional (torsional stiffness) mencapai 31.000 Nm, memberikan stabilitas tinggi saat melibas jalur off-road.
Fitur spesifik seperti Wading Radar untuk mendeteksi kedalaman air serta sistem ADAS generasi terbaru dari Bosch menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Dengan harga eksklusif IIMS sebesar Rp568.000.000, Jetour menawarkan kapabilitas yang biasanya hanya ditemukan pada SUV premium di atas harga Rp800 juta.
Salah satu fitur unggulannya adalah struktur atap yang mampu menahan beban dinamis 150 kg dan beban statis hingga 300 kg, memungkinkan pemasangan tenda atap (rooftop tent) untuk kebutuhan overlanding.
Untuk menghapus keraguan khas terhadap merek baru, Jetour memberi paket purnajual yang sangat berani: garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun tanpa batas kilometer.
Selain itu, terdapat program free maintenance selama 3 tahun atau 45.000 km yang mencakup biaya jasa dan suku cadang.
Ekspansi Jetour pun terbilang masif. Saat ini mereka telah mengoperasikan 22 showroom dan menargetkan total 40 titik layanan hingga akhir tahun 2026.
Strategi integrasi antara produk mumpuni, harga kompetitif, dan perluasan jaringan servis ini tampaknya menjadi formula sukses yang membuat Jetour T2 pulang dengan kepala tegak dari IIMS tahun ini.
(dan)
Lihat Juga :