Tombol Fisik Kini Jadi Syarat untuk Raih Peringkat 5 Bintang Euro NCAP

Jum'at, 20 Februari 2026 - 21:36 WIB
loading...
Tombol Fisik Kini Jadi...
TOMBOL FISIK JADI SYARAT NCAP. FOTO/CARSCOOPS
A A A
BERLIN - Industri otomotif kini terlihat kembali menggunakan tombol fisik setelah badan pemeringkat keselamatan EuroNCAP memperbarui protokol pengujiannya.



Langkah baru ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan total pada layar sentuh, terutama untuk fungsi mengemudi penting yang dapat memengaruhi konsentrasi pengemudi.

Perubahan ini terjadi karena banyak produsen sebelumnya berlomba-lomba untuk menghasilkan kabin minimalis berbasis layar sentuh, tetapi sekarang pendekatan tersebut mulai dipertanyakan dari perspektif keselamatan dan ergonomi.

Mulai tahun ini, beberapa fungsi dasar seperti lampu sein, wiper kaca depan, lampu hazard, klakson, dan panggilan darurat harus memiliki kontrol fisik jika produsen ingin mencapai peringkat keselamatan lima bintang. Jika fungsi-fungsi penting ini hanya dioperasikan melalui menu di layar, skor peringkat dapat ditolak.

Meskipun Euro NCAP bukan hukum wajib di Eropa, peringkat lima bintang seringkali menjadi materi pemasaran utama bagi produsen otomotif. Oleh karena itu, sebagian besar merek diharapkan untuk mendesain ulang desain interior mereka agar sesuai dengan pedoman baru.

Selain Eropa, China juga dilaporkan merencanakan pedoman serupa melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi. Di antara proposal yang dibahas adalah persyaratan tombol fisik dengan ukuran minimum tertentu untuk fungsi seperti sinyal, pemilihan gigi, dan lampu hazard.

Bahkan, negara ini juga mengevaluasi kembali penggunaan roda kemudi tipe yoke dan teknologi bantuan pengemudi canggih dengan memperkenalkan konsep "kasus keselamatan", di mana produsen harus membuktikan bahwa sistem otomatisasi dapat beroperasi dalam situasi sehari-hari serta kondisi berisiko tinggi.

Gelombang penggunaan layar sentuh yang ekstrem sebelumnya sebagian besar dipengaruhi oleh tren EV modern yang memprioritaskan desain bersih tanpa tombol.

Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa pengemudi harus mengalihkan pandangan dari jalan lebih lama saat menavigasi menu digital, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, banyak merek mulai mengubah strategi. Volkswagen dan Mercedes-Benz, misalnya, dilaporkan telah kembali menambahkan sakelar fisik ke beberapa model terbaru mereka, termasuk mengganti kontrol haptik dengan sakelar rocker dan kenop putar tradisional.

Tidak semua produsen mengambil arah yang sama. BMW, melalui generasi Neue Klasse, terus menjauhkan tombol fisik dengan memperkenalkan sistem tampilan panorama digital yang lebih canggih.

Mazda memilih layar yang lebih besar pada model tertentu untuk integrasi smartphone yang lebih baik, meskipun fungsi dasar yang penting masih dikendalikan melalui tombol.

Perbedaan pendekatan ini menunjukkan bahwa industri masih dalam fase eksperimental untuk menemukan keseimbangan antara teknologi digital dan kontrol fisik.

Di Eropa, produsen otomotif diberi waktu sekitar tiga tahun untuk menyesuaikan desain interior agar sesuai dengan standar EuroNCAP yang baru. Pada saat yang sama, diskusi di Tiongkok masih dalam tahap proposal sebelum diselesaikan.

Yang jelas adalah tren industri tidak lagi mengarah ke kabin yang sepenuhnya tanpa tombol. Sebaliknya, kombinasi layar sentuh dan kontrol fisik dipandang sebagai kompromi terbaik antara desain modern dan keselamatan berkendara.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Rekomendasi
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Penyakit Pneumonia Jadi...
Penyakit Pneumonia Jadi Pembunuh ke-5 di Dunia, ke-1 untuk Bayi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved