88 Persen Konsumen Pro-EV, tapi Satu Colokan SPKLU Harus Diperebutkan 34 Mobil Listrik
Kamis, 26 Februari 2026 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
Diversifikasi Powertrain: Manuver Bertahan di Tengah Transisi
![88 Persen Konsumen Pro-EV, tapi Satu Colokan SPKLU Harus Diperebutkan 34 Mobil Listrik]()

Menghadapi rasio SPKLU yang timpang, industri otomotif tidak bisa terus-menerus memaksa pasar menelan pil murni baterai. Di titik inilah strategi diversifikasi teknologi (multi-pathway) menjadi manuver paling rasional.
Di tingkat Asia-Pasifik, 36 persen responden secara terbuka menilai kendaraan hybrid sebagai jalan tengah atau kombinasi paling seimbang antara ambisi ramah lingkungan dan efisiensi biaya nyata.
“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” urai Bagus.
Sepanjang 2025, mereka sukses mencatat 1.628 unit wholesales (distribusi pabrik ke diler), meroket 105 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan retail (diler ke konsumen) menembus 1.449 unit, naik 115 persen secara tahunan.
Jika struktur penjualan itu dibongkar, kita akan melihat pertempuran yang seimbang antara baterai dan bahan bakar fosil.
Model EV ORA 03 memang memimpin dengan sumbangan 24 persen volume wholesales. Namun, angka tersebut langsung dibayangi ketat oleh deretan mesin konvensional dan hibrida tangguh: Tank 300 Diesel 4×4 menyumbang 22 persen, Tank 300 Hybrid sebesar 15 persen, dan Tank 300 Diesel 4×2 sebanyak 14 persen.
Pada akhirnya, pertumbuhan elektrifikasi hingga target ambisius tahun 2030 tidak bisa hanya bersandar pada sentimen positif konsumen sebesar 88 persen. Tanpa intervensi masif untuk memangkas rasio 1:34 antara jumlah mobil dan SPKLU, transisi ini akan stagnan.
(dan)
Lihat Juga :