XPENG Siap Luncurkan Sistem Pengemudi Cerdas VLA 2.0
Kamis, 05 Maret 2026 - 09:49 WIB
loading...
XPENG Siap Luncurkan Sistem Pengemudi Cerdas VLA 2.0. Foto/CNC
A
A
A
BEIJING - PENG mengumumkan langkah besar lainnya dalam pengembangan teknologi pengemudi otonom ketika perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa sistem pengemudi cerdas generasi berikutnya, VLA 2.0, akan mulai dikirimkan secara global mulai tahun 2027.
Pengumuman tersebut disampaikan selama acara “The Future” VLA Media Experience Day di Guangzhou, Tiongkok, di mana XPENG juga mengungkapkan rencana peluncuran global dan arsitektur teknologi baru dari sistem tersebut.
Teknologi VLA 2.0 diharapkan menjadi dasar pengembangan pengemudi otonom sepenuhnya di tahun-tahun mendatang, dengan Volkswagen disebut sebagai pelanggan pertama yang menggunakan sistem ini di pasar Tiongkok.
XPENG juga mengumumkan bahwa kendaraan Robotaxi yang menggunakan sistem VLA 2.0 telah mulai diuji di jalan umum di Tiongkok. Uji coba operasional Robotaxi diharapkan akan dimulai akhir tahun ini sebelum perusahaan memperluas pengujian ke pasar internasional.
Pengiriman global untuk teknologi ini ditargetkan dimulai pada tahun 2027, menandai langkah penting bagi XPENG dalam mempercepat pengembangan mobilitas otonom.
Menurut CEO XPENG, He Xiaopeng, VLA 2.0 adalah versi pertama dari sistem mereka yang secara khusus dikembangkan untuk mencapai pengemudian otonom penuh. Ia percaya bahwa teknologi ini dapat berkembang sangat cepat dan mengharapkan pengemudian otonom menjadi kenyataan dalam satu hingga tiga tahun ke depan.
Desain AI Baru untuk Pengemudian Otonom
Tidak seperti sistem pengemudian otonom tradisional yang menggunakan pendekatan modular, VLA 2.0 dibangun di atas model AI dasar yang menggabungkan proses persepsi, penalaran, dan tindakan ke dalam satu sistem.
Pendekatan ini memungkinkan kendaraan untuk menafsirkan kondisi jalan yang kompleks dan merespons dengan cara yang lebih menyerupai gaya mengemudi manusia yang sebenarnya. Hal ini juga mengurangi ketergantungan pada peta definisi tinggi dan sistem aturan statis.
Dalam uji coba awal, sistem ini telah menunjukkan kinerja yang kuat di lingkungan perkotaan yang padat dan situasi lalu lintas campuran, sehingga meningkatkan tingkat kenyamanan dan kepercayaan pengguna pada sistem pengemudian cerdas.
Performa Lalu Lintas yang Lebih Efisien
XPENG juga menyatakan bahwa VLA 2.0 dapat meningkatkan efisiensi mengemudi hingga 23 persen. Dalam uji lalu lintas jam sibuk di Guangzhou, sistem ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik daripada sistem mengemudi cerdas tingkat L2 konvensional dan beberapa model Robotaxi yang ada.
Performa sistem ini juga dikatakan mendekati performa pengemudi manusia yang berpengalaman, terutama dalam situasi lalu lintas perkotaan yang kompleks.
Selain itu, VLA 2.0 dapat beroperasi dalam berbagai kondisi jalan termasuk jalur sempit, jalan tanah pedesaan, dan rute tanpa navigasi digital. Sistem ini juga dapat mulai mengemudi dari posisi berhenti total, sehingga menawarkan pengalaman bantuan mengemudi yang lengkap.
Arsitektur AI Generasi Baru
Fitur utama lain dari VLA 2.0 adalah penggunaan arsitektur AI baru yang memungkinkan sistem untuk langsung mengubah informasi visual menjadi tindakan mengemudi.
Xpeng
Pada sistem lama, proses mengemudi otonom biasanya melalui beberapa lapisan pemrosesan seperti penglihatan, bahasa, dan tindakan. Namun, untuk VLA 2.0, XPENG memperkenalkan arsitektur visi-ke-aksi ujung-ke-ujung yang memungkinkan sistem untuk mengubah data visual langsung menjadi keputusan mengemudi.
Pendekatan ini tidak hanya mempercepat waktu respons, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemrosesan sistem secara keseluruhan.
Teknologi yang Sama Akan Digunakan untuk Robot dan Kendaraan Terbang
XPENG juga menjelaskan bahwa model AI dasar yang digunakan dalam VLA 2.0 tidak terbatas pada kendaraan penumpang.
Arsitektur teknologi yang sama juga sedang dikembangkan untuk berbagai platform AI fisik termasuk armada Robotaxi, robot humanoid, dan sistem kendaraan terbang modular.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi AI Fisik XPENG yang bertujuan untuk mengembangkan platform AI terpadu untuk mendukung berbagai jenis mesin cerdas di lingkungan dunia nyata.
Sistem VLA 2.0 juga didukung oleh chip AI milik XPENG yang dikenal sebagai chip AI Turing. Chip ini mampu menyediakan daya pemrosesan hingga 2.250 TOPS per unit, dan beberapa chip dapat digunakan secara bersamaan dalam satu kendaraan untuk mendukung model AI skala besar.
Dengan kombinasi teknologi ini, XPENG berharap dapat mempercepat pengembangan kendaraan otonom dan menjadikannya bagian dari pengalaman perjalanan sehari-hari konsumen di masa depan.
Pengumuman tersebut disampaikan selama acara “The Future” VLA Media Experience Day di Guangzhou, Tiongkok, di mana XPENG juga mengungkapkan rencana peluncuran global dan arsitektur teknologi baru dari sistem tersebut.
Teknologi VLA 2.0 diharapkan menjadi dasar pengembangan pengemudi otonom sepenuhnya di tahun-tahun mendatang, dengan Volkswagen disebut sebagai pelanggan pertama yang menggunakan sistem ini di pasar Tiongkok.
XPENG juga mengumumkan bahwa kendaraan Robotaxi yang menggunakan sistem VLA 2.0 telah mulai diuji di jalan umum di Tiongkok. Uji coba operasional Robotaxi diharapkan akan dimulai akhir tahun ini sebelum perusahaan memperluas pengujian ke pasar internasional.
Pengiriman global untuk teknologi ini ditargetkan dimulai pada tahun 2027, menandai langkah penting bagi XPENG dalam mempercepat pengembangan mobilitas otonom.
Menurut CEO XPENG, He Xiaopeng, VLA 2.0 adalah versi pertama dari sistem mereka yang secara khusus dikembangkan untuk mencapai pengemudian otonom penuh. Ia percaya bahwa teknologi ini dapat berkembang sangat cepat dan mengharapkan pengemudian otonom menjadi kenyataan dalam satu hingga tiga tahun ke depan.
Desain AI Baru untuk Pengemudian Otonom
Tidak seperti sistem pengemudian otonom tradisional yang menggunakan pendekatan modular, VLA 2.0 dibangun di atas model AI dasar yang menggabungkan proses persepsi, penalaran, dan tindakan ke dalam satu sistem.
Pendekatan ini memungkinkan kendaraan untuk menafsirkan kondisi jalan yang kompleks dan merespons dengan cara yang lebih menyerupai gaya mengemudi manusia yang sebenarnya. Hal ini juga mengurangi ketergantungan pada peta definisi tinggi dan sistem aturan statis.
Dalam uji coba awal, sistem ini telah menunjukkan kinerja yang kuat di lingkungan perkotaan yang padat dan situasi lalu lintas campuran, sehingga meningkatkan tingkat kenyamanan dan kepercayaan pengguna pada sistem pengemudian cerdas.
Performa Lalu Lintas yang Lebih Efisien
XPENG juga menyatakan bahwa VLA 2.0 dapat meningkatkan efisiensi mengemudi hingga 23 persen. Dalam uji lalu lintas jam sibuk di Guangzhou, sistem ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik daripada sistem mengemudi cerdas tingkat L2 konvensional dan beberapa model Robotaxi yang ada.
Performa sistem ini juga dikatakan mendekati performa pengemudi manusia yang berpengalaman, terutama dalam situasi lalu lintas perkotaan yang kompleks.
Selain itu, VLA 2.0 dapat beroperasi dalam berbagai kondisi jalan termasuk jalur sempit, jalan tanah pedesaan, dan rute tanpa navigasi digital. Sistem ini juga dapat mulai mengemudi dari posisi berhenti total, sehingga menawarkan pengalaman bantuan mengemudi yang lengkap.
Arsitektur AI Generasi Baru
Fitur utama lain dari VLA 2.0 adalah penggunaan arsitektur AI baru yang memungkinkan sistem untuk langsung mengubah informasi visual menjadi tindakan mengemudi.
Xpeng
Pada sistem lama, proses mengemudi otonom biasanya melalui beberapa lapisan pemrosesan seperti penglihatan, bahasa, dan tindakan. Namun, untuk VLA 2.0, XPENG memperkenalkan arsitektur visi-ke-aksi ujung-ke-ujung yang memungkinkan sistem untuk mengubah data visual langsung menjadi keputusan mengemudi.
Pendekatan ini tidak hanya mempercepat waktu respons, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemrosesan sistem secara keseluruhan.
Teknologi yang Sama Akan Digunakan untuk Robot dan Kendaraan Terbang
XPENG juga menjelaskan bahwa model AI dasar yang digunakan dalam VLA 2.0 tidak terbatas pada kendaraan penumpang.
Arsitektur teknologi yang sama juga sedang dikembangkan untuk berbagai platform AI fisik termasuk armada Robotaxi, robot humanoid, dan sistem kendaraan terbang modular.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi AI Fisik XPENG yang bertujuan untuk mengembangkan platform AI terpadu untuk mendukung berbagai jenis mesin cerdas di lingkungan dunia nyata.
Sistem VLA 2.0 juga didukung oleh chip AI milik XPENG yang dikenal sebagai chip AI Turing. Chip ini mampu menyediakan daya pemrosesan hingga 2.250 TOPS per unit, dan beberapa chip dapat digunakan secara bersamaan dalam satu kendaraan untuk mendukung model AI skala besar.
Dengan kombinasi teknologi ini, XPENG berharap dapat mempercepat pengembangan kendaraan otonom dan menjadikannya bagian dari pengalaman perjalanan sehari-hari konsumen di masa depan.
(wbs)
Lihat Juga :