Saat AC Jadi Nyawa Pemudik: Membaca Strategi Bertahan Denso Hadapi Gempuran 2026
Selasa, 24 Maret 2026 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, armada bus dituntut beroperasi nonstop demi mengeruk margin keuntungan di tengah ketatnya persaingan dengan transportasi massal lain. Jika AC bus mati di tengah jalan tol, kerugian operator bukan hanya soal mengembalikan uang tiket, melainkan hancurnya reputasi komersial di media sosial yang bisa viral dalam hitungan menit.
Denso sangat memahami posisi tawar (bargaining power) ini. Kehadiran fisik mereka di lima titik krusial tersebut sejatinya berfungsi sebagai sales funnel (corong penjualan) raksasa.
Pengecekan memang tidak dipungut biaya, tetapi dalam situasi mudik yang serba darurat, temuan kendala sekecil apa pun pada sistem pendingin hampir pasti berujung pada perbaikan, pembelian suku cadang asli, atau pengisian freon di tempat.
Konsumen di jalur mudik adalah captive market (pasar tawanan) yang tidak memiliki kemewahan waktu untuk membandingkan harga dengan bengkel lain.
Lebih dari itu, melayani bus komersial secara langsung di jalur tempur adalah bentuk unjuk gigi keandalan produk kepada para operator.
Denso sangat memahami posisi tawar (bargaining power) ini. Kehadiran fisik mereka di lima titik krusial tersebut sejatinya berfungsi sebagai sales funnel (corong penjualan) raksasa.
Pengecekan memang tidak dipungut biaya, tetapi dalam situasi mudik yang serba darurat, temuan kendala sekecil apa pun pada sistem pendingin hampir pasti berujung pada perbaikan, pembelian suku cadang asli, atau pengisian freon di tempat.
Konsumen di jalur mudik adalah captive market (pasar tawanan) yang tidak memiliki kemewahan waktu untuk membandingkan harga dengan bengkel lain.
Lebih dari itu, melayani bus komersial secara langsung di jalur tempur adalah bentuk unjuk gigi keandalan produk kepada para operator.
(dan)
Lihat Juga :