Ducati Superleggera V4 Centenario, Manifestasi Teknologi Bukan Sekadar Mahal

Jum'at, 27 Maret 2026 - 20:14 WIB
loading...
Ducati Superleggera...
Ducati Superleggera V4 Centenario. FOTO/Ducati
A A A
MILAN - Di dunia sepeda motor berperforma tinggi, nama Ducati bukanlah hal asing bagi model edisi terbatas yang dibuat khusus untuk kolektor.

Namun, kehadiran Ducati Superleggera V4 Centenario 2027 tampaknya lebih dari sekadar "mainan mahal", melainkan sebuah gambaran jelas tentang masa depan teknologi sepeda motor.

Pertama-tama, model ini hadir dengan mesin Desmosedici Stradale R 1100 baru yang telah dikembangkan dari awal. Menariknya, Ducati sering menggunakan model edisi khusus seperti ini sebagai "platform uji" sebelum teknologi tersebut diperkenalkan ke model produksi reguler.

Jadi, secara tidak langsung, apa yang kita lihat di sini mungkin akan diterapkan pada model Ducati lainnya di masa mendatang.

Yang lebih menarik lagi, angka performanya tidak biasa. Dengan penggunaan knalpot balap Akrapovic, mesin ini mampu menghasilkan hingga 250 hp untuk menggerakkan mesin yang hanya berbobot 167 kg.

Pada versi jalan raya, tenaganya ditetapkan pada 225 hp. Singkatnya, rasio tenaga terhadap bobot memang berada pada level ekstrem.

Kemudian, dari segi struktur, Ducati menggunakan sasis serat karbon penuh yang tidak hanya ringan, tetapi juga dirancang untuk memberikan fleksibilitas lateral saat menikung.

Dengan kata lain, sasis ini tidak hanya keras, tetapi juga "hidup" untuk membantu ban tetap menempel pada permukaan jalan saat miring.

Selain itu, lengan ayun juga terbuat dari karbon dan 21% lebih ringan daripada aluminium biasa. Namun, Ducati telah meninggalkan desain lengan ayun satu sisi yang identik dengan merek ini, sebuah keputusan yang mungkin mengundang perdebatan di antara penggemar berat.

Dari segi pengereman, Ducati telah memperkenalkan sistem karbon-keramik Brembo Hyction 340 mm, sebuah peningkatan dari rem superbike konvensional.

Selain itu, sistem kaliper baru menggunakan pegas khusus untuk menarik kembali bantalan rem lebih cepat, sehingga mengurangi gesekan dan panas.

Beralih ke bagian mesin, banyak perubahan halus telah dilakukan. Di antaranya adalah penggunaan batang penghubung titanium, piston "box-in-box" yang dirancang khusus, dan throttle body yang lebih besar.

Faktanya, Ducati juga menggunakan kopling kering STM REVO yang memungkinkan penggunaan oli mesin dengan aditif khusus, sesuatu yang membantu meningkatkan tenaga sekitar 3,5 hp.

Pada saat yang sama, poros engkol juga telah didesain ulang dengan menggunakan tungsten untuk mengurangi bobot, di samping penggunaan baut titanium untuk menghemat hampir 1 kg lagi.

Semua ini menunjukkan fokus utama Ducati, yaitu mengurangi bobot tanpa mengorbankan kekuatan.

Beralih ke suspensi, motor ini menggunakan garpu karbon Öhlins NPX 25/30 di depan dan Öhlins TTX36 GP di belakang.

Yang menarik adalah pegas belakang sekarang 27% lebih ringan berkat penggunaan paduan baru dan perlakuan panas khusus.

Dari segi desain, Ducati menggambarkan motor ini sebagai "dibentuk oleh angin". Ini berarti setiap lekukan dan permukaan dirancang untuk efisiensi aerodinamis maksimum, bukan hanya estetika.

Terakhir, aspek elektronik juga memainkan peran penting. Sistem Ducati Vehicle Observer (DVO) mampu memantau kondisi sepeda motor secara real-time, termasuk beban ban dan tingkat cengkeraman.

Pada gilirannya, sistem ini dapat menyesuaikan tenaga mesin dan pengereman mesin untuk memastikan sepeda motor selalu dalam kondisi optimal, seolah-olah teknologi kontrol penerbangan di dunia sepeda motor.

Secara total, hanya 500 unit yang akan diproduksi dan hampir pasti akan terjual habis dalam waktu singkat.

Namun, yang lebih penting daripada jumlah yang terbatas adalah fakta bahwa model ini merupakan "pratinjau" arah yang akan diambil Ducati di masa depan.

Singkatnya, Superleggera V4 Centenario bukan hanya sepeda motor untuk dikendarai, tetapi juga demonstrasi teknologi, dan mungkin bahkan awal dari era baru superbikes Ducati.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Hakim Tanya Pantaskah...
Hakim Tanya Pantaskah Wamen Terima Ducati dan Rp3 Miliar, Noel: Pokoknya Saya Mengaku Bersalah Deh, Yang Mulia
Rekomendasi
Sekolah Alam Arus Kualan...
Sekolah Alam Arus Kualan Kalbar Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Bergantung Fasilitas
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
Berita Terkini
Ngegas Naik Changan...
Ngegas Naik Changan Deepal S05 Jakarta- Ciletuh, Ternyata Begini Rasanya
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan...
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan Orang Pilih Hatchback Crossover EV Dibanding SUV Listrik!
Peta Persaingan Hatchback...
Peta Persaingan Hatchback Crossover EV 2026: BAIC T1 vs BYD Dolphin, Aion UT, GWM Ora, dan MG S5 EV
Harga dan Spesifikasi...
Harga dan Spesifikasi BAIC T1 di Indonesia: Bidik 1.000 Unit, Target Hatchback Crossover Listrik
Hyundai Pamer Ioniq...
Hyundai Pamer Ioniq V Berdesain Cyberpunk dengan Jarak Tempuh 620 km
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved