Laba Turun, Penjualan Anjlok! BYD Tetap Ngotot Jual 1,5 Juta Mobil di Luar China
Rabu, 01 April 2026 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Chairman BYD, Wang Chuan-fu, mengakui kondisi ini. “Kompetisi di industri kendaraan energi baru telah mencapai tahap ‘knockout’ yang brutal,” tulisnya.
Tekanan juga datang dari perang harga di China serta berkurangnya subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik. Situasi ini memaksa produsen untuk mencari margin lebih tinggi di luar negeri.
Di sinilah strategi BYD berubah. Ekspor menjadi titik terang. Pada 2025, penjualan luar negeri melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 1,1 juta unit, menyumbang 22,7 persen bisnis. Bahkan pada dua bulan pertama 2026, kontribusi ekspor sudah mendekati 50 persen.
Namun ekspansi global bukan tanpa tantangan. BYD harus menghadapi regulasi ketat, tarif impor, kebutuhan jaringan dealer, logistik, hingga membangun kepercayaan konsumen di pasar baru.
Untuk itu, BYD menyiapkan investasi besar dengan membangun pabrik di Hungaria dan Turki, serta mempertimbangkan fasilitas ketiga.
Bahkan, perusahaan membuka peluang mengakuisisi produsen otomotif lama untuk mempercepat penetrasi pasar global.
Dari sisi teknologi, BYD juga mencoba bangkit. Mereka meluncurkan generasi terbaru baterai “Blade” yang mampu mengisi hampir penuh dalam waktu sekitar sembilan menit—sebuah terobosan yang dapat menjadi senjata utama dalam persaingan global.
Tekanan juga datang dari perang harga di China serta berkurangnya subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik. Situasi ini memaksa produsen untuk mencari margin lebih tinggi di luar negeri.
Di sinilah strategi BYD berubah. Ekspor menjadi titik terang. Pada 2025, penjualan luar negeri melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 1,1 juta unit, menyumbang 22,7 persen bisnis. Bahkan pada dua bulan pertama 2026, kontribusi ekspor sudah mendekati 50 persen.
Namun ekspansi global bukan tanpa tantangan. BYD harus menghadapi regulasi ketat, tarif impor, kebutuhan jaringan dealer, logistik, hingga membangun kepercayaan konsumen di pasar baru.
Untuk itu, BYD menyiapkan investasi besar dengan membangun pabrik di Hungaria dan Turki, serta mempertimbangkan fasilitas ketiga.
Bahkan, perusahaan membuka peluang mengakuisisi produsen otomotif lama untuk mempercepat penetrasi pasar global.
Dari sisi teknologi, BYD juga mencoba bangkit. Mereka meluncurkan generasi terbaru baterai “Blade” yang mampu mengisi hampir penuh dalam waktu sekitar sembilan menit—sebuah terobosan yang dapat menjadi senjata utama dalam persaingan global.
Lihat Juga :