Pasar Mobil Premium Anjlok, Mengapa Bos BMW Indonesia Justru Tersenyum Santai?
Selasa, 21 April 2026 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Tentu BMW tidak pasrah menunggu. Mereka memancing pasar. Lewat IIMS 2026 kemarin, dan kini Festival of Joy. Hasilnya nyata. Investasi pameran itu berhasil menggerakkan lagi gairah orang kaya untuk belanja.
Tapi, ada hantu lain yang lebih nyata. Invasi mobil listrik China.
Dua tahun terakhir, segmen kompetitif berubah total. Lebih dari 20 merek China masuk Indonesia. Banyak dari mereka main di kelas premium. Jualan mobil miliaran. Fiturnya gila-gilaan. Teknologinya baru.
Orang kaya yang 3-4 tahun lalu tidak punya banyak pilihan, kini mulai iseng. "Kenapa tidak kita coba mobil China?" pikir mereka.
Apakah BMW terancam? Sunny menjawab dengan tenang. Kata Sunny, yang berdarah-darah justru mobil Jepang dan Korea. Bukan BMW.
"Karena soal harga, itu pasti langsung ada pengaruhnya. Memang akan ada pergeseran. Tapi pertanyaannya: berapa lama ini akan berlangsung?" tegas Sunny.
BMW memilih bertarung di level berbeda. Mereka tidak mau turun gunung ikut perang harga. Senjata mereka tiga: sejarah, rasa, dan servis.
Tapi, ada hantu lain yang lebih nyata. Invasi mobil listrik China.
Dua tahun terakhir, segmen kompetitif berubah total. Lebih dari 20 merek China masuk Indonesia. Banyak dari mereka main di kelas premium. Jualan mobil miliaran. Fiturnya gila-gilaan. Teknologinya baru.
Orang kaya yang 3-4 tahun lalu tidak punya banyak pilihan, kini mulai iseng. "Kenapa tidak kita coba mobil China?" pikir mereka.
Apakah BMW terancam? Sunny menjawab dengan tenang. Kata Sunny, yang berdarah-darah justru mobil Jepang dan Korea. Bukan BMW.
"Karena soal harga, itu pasti langsung ada pengaruhnya. Memang akan ada pergeseran. Tapi pertanyaannya: berapa lama ini akan berlangsung?" tegas Sunny.
BMW memilih bertarung di level berbeda. Mereka tidak mau turun gunung ikut perang harga. Senjata mereka tiga: sejarah, rasa, dan servis.
Lihat Juga :