Pasar Mobil Premium Anjlok, Mengapa Bos BMW Indonesia Justru Tersenyum Santai?

Selasa, 21 April 2026 - 13:25 WIB
loading...
Pasar Mobil Premium...
Di tengah gempuran lebih dari 20 merek mobil China dan lesunya ekonomi makro, BMW Indonesia mengaku tetap optimistis. Foto: BMW Indonesia
A A A
JAKARTA - Pasar mobil premium sedang masuk angin. Anda sudah tahu penyebabnya. Ekonomi global meriang. Daya beli kaum kaya ikut tertahan.

Tahun 2025 lalu berat. Sangat berat. Apalagi di kuartal kedua: April, Mei, Juni. Semua merek otomotif turun. Bukan cuma kelas premium.

Bos BMW Group Indonesia, Peter "Sunny" Medalla mengakui itu. Angka jualan awal 2026 ini memang masih di bawah periode yang sama tahun lalu.

Tapi Sunny tidak panik. Ia melihat ada yang menarik: daftar antrean Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mulai memanjang.

"Kita masih di bawah tahun lalu. Tapi kuartal II kita tetap optimistis," ujar Sunny, Jumat (17/4/2026). Ia bicara di sela pameran Festival of Joy, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sunny yakin kuartal II tahun 2026 ini akan berbalik. Patokannya sederhana: basis jualan di kuartal II tahun 2025 hancur. Dihantam kebijakan Donald Trump di Amerika, saham anjlok, hingga nilai tukar mata uang yang melemah.

Jadi, target tumbuh dari titik nadir itu sangat masuk akal. Secara year on year pasti terlihat bagus.

Tentu BMW tidak pasrah menunggu. Mereka memancing pasar. Lewat IIMS 2026 kemarin, dan kini Festival of Joy. Hasilnya nyata. Investasi pameran itu berhasil menggerakkan lagi gairah orang kaya untuk belanja.

Tapi, ada hantu lain yang lebih nyata. Invasi mobil listrik China.

Dua tahun terakhir, segmen kompetitif berubah total. Lebih dari 20 merek China masuk Indonesia. Banyak dari mereka main di kelas premium. Jualan mobil miliaran. Fiturnya gila-gilaan. Teknologinya baru.

Orang kaya yang 3-4 tahun lalu tidak punya banyak pilihan, kini mulai iseng. "Kenapa tidak kita coba mobil China?" pikir mereka.

Apakah BMW terancam? Sunny menjawab dengan tenang. Kata Sunny, yang berdarah-darah justru mobil Jepang dan Korea. Bukan BMW.

"Karena soal harga, itu pasti langsung ada pengaruhnya. Memang akan ada pergeseran. Tapi pertanyaannya: berapa lama ini akan berlangsung?" tegas Sunny.

BMW memilih bertarung di level berbeda. Mereka tidak mau turun gunung ikut perang harga. Senjata mereka tiga: sejarah, rasa, dan servis.

Anda sudah tahu, BMW sudah ada lebih dari 50 tahun di Indonesia. Perusahaan anak cabangnya saja sudah 25 tahun berdiri. Pabrik pusatnya di Munich umurnya 104 tahun. Itu namanya legacy atau warisan. Sulit dikalahkan oleh merek seumur jagung.

"Kami berkomitmen berada di sini hari ini, dan mungkin 50 tahun ke depan," kata Sunny. Status BMW secara finansial pun disebut sebagai yang paling sehat tahun lalu.

Lalu soal driving pleasure. Kenikmatan berkendara. Duduk di kursi kemudi BMW rasanya harus beda dengan merek pendatang.

Terakhir: layanan purnajual. Ini yang sering dilupakan pemain baru yang jor-joran jualan. BMW menawarkan pengalaman utuh, dari saat konsumen membeli, menyervis, hingga menjual kembali mobilnya.

"Servis premium datang dengan produk premium yang kita jual," tukasnya.

Maka pertarungan pasar premium ke depan akan makin asyik. Yang satu jualan harga miring dan fitur mutakhir. Satunya lagi jualan warisan sejarah, kemapanan, dan ketenangan pikiran.

Kita lihat saja siapa yang tertawa di akhir tahun nanti.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Skoda Kodiaq RS 6 Habis...
Skoda Kodiaq RS 6 Habis Terjual dalam Waktu 6 Menit, Apa Keistimewaanya?
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
BMW Festival of JOY...
BMW Festival of JOY 2026: Pameran Inovasi dan Perayaan Seperempat Abad di Indonesia
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Rekomendasi
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Berita Terkini
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved