Kembangkan Produksi Baterai Mobil, Toyota Indonesia Gandeng CATL
Selasa, 21 April 2026 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Melalui peningkatan kandungan lokal baterai dengan pendalaman lokalisasi baterai sel dan modul di dalam negeri, Indonesia dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat industri otomotif, dan mendukung upaya Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi serta komponen utamanya untuk pasar global.Pendekatan komprehensif ini menjadi langkah penting bagi TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai di paruh ke-2 2026.
Tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.
Melalui usahatersebut, Toyota terus berkomitmen untuk menjadi mitra aktif dalam pembangunan serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadirkan solusi mobilitas yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN jugameningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
Pada proses pengembangannya, pendalaman lokalisasi baterai HEV yang digunakan di Indonesia dan kawasan sekitar,menjadi langkah penting bagi industri otomotif Indonesia untuk mengadopsi solusi elektrifikasi secara luas sekaligus membangun ekosistem lokal yang kuat.
Tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.
Melalui usahatersebut, Toyota terus berkomitmen untuk menjadi mitra aktif dalam pembangunan serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadirkan solusi mobilitas yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN jugameningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
Pada proses pengembangannya, pendalaman lokalisasi baterai HEV yang digunakan di Indonesia dan kawasan sekitar,menjadi langkah penting bagi industri otomotif Indonesia untuk mengadopsi solusi elektrifikasi secara luas sekaligus membangun ekosistem lokal yang kuat.
Lihat Juga :