Ogah Gagal Lagi, BlackBerry Berguru sama China
Sabtu, 19 September 2020 - 16:07 WIB
loading...
Dalam mengembangngkan industri mobil listrik, BlackBerry siap belajar dari China. FOTO/ IST
A
A
A
BEIJING - Usai gagal dalam industri ponsel, namun BlackBerry masih berjuang dalam pengembangan perangkat Android.
Perusahaan yang berbasis di Kanada ini mengembangkan perangkat Android yang lebih modern menggunakan keyboard QWERTY. Blackberry juga berupaya merambah pasar baru termasuk industri otomotif. BACA JUGA- Viral di TikTok, Polisi Magelang Buru Wanita Pamer Pantat saat Naik Skutik
Seperti dilansir dari Motor1, Apa yang ingin dilakukan BlackBerry adalah bersaing dengan Android dan Linux dalam menghasilkan pengalaman berkendara di kendaraan listrik.
Baru-baru ini, perusahaan menandatangani perjanjian dengan Desay SV Automotive dalam mengembangkan domain kontrol mengemudi otonom untuk Xpeng P7 yang dikembangkan oleh Xpeng Motors. (Baca juga: Masih Banyak Siswa Belum Miliki Gawai dan Kesulitan Sinyal)
Dengan kata lain, BlackBerry akan mengembangkan sistem operasi sementara Desay menyumbangkan unit kontrol penggerak otomatis yang dikenal sebagai IPU-03.
Kedua perusahaan berencana untuk menawarkan pengalaman berkendara yang unik dengan kendaraan listrik kepada konsumen di China.
Yang menarik tentang QNX adalah ia akan fokus pada aspek keamanan yang telah menjadi bagian dari DNA BlackBerry selama beberapa tahun terakhir.
Perusahaan yang berbasis di Kanada ini mengembangkan perangkat Android yang lebih modern menggunakan keyboard QWERTY. Blackberry juga berupaya merambah pasar baru termasuk industri otomotif. BACA JUGA- Viral di TikTok, Polisi Magelang Buru Wanita Pamer Pantat saat Naik Skutik
Seperti dilansir dari Motor1, Apa yang ingin dilakukan BlackBerry adalah bersaing dengan Android dan Linux dalam menghasilkan pengalaman berkendara di kendaraan listrik.
Baru-baru ini, perusahaan menandatangani perjanjian dengan Desay SV Automotive dalam mengembangkan domain kontrol mengemudi otonom untuk Xpeng P7 yang dikembangkan oleh Xpeng Motors. (Baca juga: Masih Banyak Siswa Belum Miliki Gawai dan Kesulitan Sinyal)
Dengan kata lain, BlackBerry akan mengembangkan sistem operasi sementara Desay menyumbangkan unit kontrol penggerak otomatis yang dikenal sebagai IPU-03.
Kedua perusahaan berencana untuk menawarkan pengalaman berkendara yang unik dengan kendaraan listrik kepada konsumen di China.
Yang menarik tentang QNX adalah ia akan fokus pada aspek keamanan yang telah menjadi bagian dari DNA BlackBerry selama beberapa tahun terakhir.
Lihat Juga :