Freelander 8: Wajah Mewah Inggris, Jantung Teknologi China, Tak Ada Lawan?

Sabtu, 25 April 2026 - 23:24 WIB
loading...
Freelander 8: Wajah...
Freelander resmi lahir kembali sebagai merek kendaraan listrik premium hasil perkawinan antara kemewahan Inggris dan puncak teknologi China. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
BEIJING - Banyak yang bilang Eropa sudah kalah teknologi dari China. Mungkin ada benarnya. Tapi, bagaimana jika kemewahan dan warisan sejarah merek Eropa seperti Land Rover, disuntik dengan teknologi paling canggih dari China?

Lahirnya Freelander 8 adalah jawabannya. Inilah mobil yang bakal sulit dicari kelemahannya.

Freelander itu legenda. Muncul pertama tahun 1997. Ia adalah pionir SUV monocoque pertama Land Rover yang nyaman di kota tapi tangguh di tanah. Sukses besar. Terjual 840.000 unit. Pernah jadi SUV paling laris di Eropa selama lima tahun berturut-turut.

Lalu tahun 2015 ia disuntik mati. Diganti Discovery Sport.

Kini, di Wuhu, markas besar Chery Group, nama itu dibangkitkan. Bukan lagi sekadar nama model, tapi jadi merek sendiri. Namanya tetap bermakna: Free (kebebasan), Land (tanah), dan ER (Every Explorer/Setiap Petualang).

"Merek ini adalah British premium intelligent all-terrain brand," ujar Lucia Mau, CEO Freelander Internasional.

Posisinya unik. Sangat ironis. Dirancang oleh desainer autokrat Inggris, Philip Simmons—orang yang juga mendesain Range Rover Velar dan Defender.

Tapi, "otaknya" mutlak milik Chery dan Huawei.

Freelander 8 adalah raksasa. Panjangnya lebih dari 5.100 mm. Jarak sumbu rodanya (wheelbase) di atas 3.000 mm. Kursinya mewah, konfigurasi 2+2+2. Kursi baris kedua punya mode gravitasi nol (zero-gravity). Rasanya seperti terbang di kabin pesawat kelas satu.

Teknologinya tingkat dewa. Sistem mengemudi cerdasnya memakai Qiankun dari Huawei, lengkap dengan LiDAR pencitraan 896-baris. Hiburannya dipacu cip Qualcomm Snapdragon 8295P (5 nanometer) yang sanggup menghidupkan delapan layar sekaligus tanpa lelet.

Urusan baterai, mereka gandeng raksasa CATL. Memakai baterai Freevoy Range-Extended Hybrid yang mendukung 6C supercharging. Cas-nya kilat, dayanya tembus 360kW. Aman benturan karena dilapis polimer FD khusus.

Sebagai keturunan Land Rover, ia tidak boleh memalukan di lumpur. Ada sistem i-ATS dengan 9 mode medan. Ada Virtual Central Lock dan suspensi udara dual-chamber. Komplit.

Investasinya tidak main-main: USD 1,5 miliar atau sekitar Rp25,5 triliun. Produksi massalnya dimulai paruh kedua 2026 di Changshu. Saking seriusnya, lini produksi mesin bensin terakhir untuk Range Rover Evoque resmi dihentikan. Semua demi memberi jalan bagi Freelander.

Kantor pusatnya di Shanghai dan Wuhu. Tapi ambisinya mendunia. Mereka sudah siapkan 6 model baru dalam 5 tahun. Freelander 8 siap diekspor balik ke Inggris dan Eropa.

5 Fakta Freelander 8:

1.⁠ ⁠Investasi Raksasa: Proyek ini menelan dana pengembangan mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp 25,5 triliun dengan fasilitas produksi otomatis penuh di Changshu.

2.⁠ ⁠Dimensi Flagship: Memiliki panjang bodi lebih dari 5,1 meter dan wheelbase di atas 3 meter dengan konfigurasi kursi mewah 6-penumpang (2+2+2).

3.⁠ ⁠Teknologi Chip & AI: Menggunakan prosesor Snapdragon 8295P (5nm) untuk 8 layar kabin dan sistem mengemudi otonom Huawei Qiankun dengan LiDAR 896-baris.

4.⁠ ⁠Pengisian Daya Kilat: Dibekali baterai CATL dengan teknologi 6C supercharging berdaya 360kW untuk pengisian energi super cepat.

5.⁠ ⁠Kemampuan Segala Medan: Dilengkapi Intelligent All-Terrain System (i-ATS) pertama di dunia dengan 9 mode berkendara dan suspensi udara dual-chamber.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Harga Bisa Lebih Murah,...
Harga Bisa Lebih Murah, Fitur Lebih Mewah: Chery QQ Bakal Ganggu Aion UT dan Geely EX2
EREV: Jalan Tengah yang...
EREV: Jalan Tengah yang Diam-Diam Jadi Jawaban Industri Otomotif
Mobil Tidak Lagi Butuh...
Mobil Tidak Lagi Butuh Sopir, Bisa Berpikir dan Mengambil Keputusan Sendiri
Chery Siapkan Mobil...
Chery Siapkan Mobil Tanpa Peta yang Lebih Pintar dari Manusia!
Mengapa Mobil Terbang...
Mengapa Mobil Terbang Jadi Primadona di Beijing Motor Show 2026 dan Bagaimana Speknya?
Chery Kenalkan Robot...
Chery Kenalkan Robot AiMOGA, bisa Belajar dan Akan Gantikan Sales Mobil
Rekomendasi
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Motor Listrik VELAX...
Motor Listrik VELAX Series Hadir di PRJ 2026
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
Infografis
3 Alasan Sananta Tak...
3 Alasan Sananta Tak Dipanggil Timnas Lawan Bahrain dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved