EREV: Jalan Tengah yang Diam-Diam Jadi Jawaban Industri Otomotif

Jum'at, 01 Mei 2026 - 14:24 WIB
loading...
EREV: Jalan Tengah yang...
iCar V27 EREV menawarkan pilihan baru bagi konsumen yang tidak ingin beralih ke full EV. Foto: iCar Indonesia
A A A
JAKARTA - Mobil listrik belum sepenuhnya menang di pasar global. Hybrid yang dulu dianggap solusi pun mulai kehilangan momentumnya. Yang justru naik pelan, tapi pasti: EREV (Extended Range Electric Vehicle). Mobil listrik jangkauan jauh.

Beijing Auto Show 2026 seperti memberi jawaban atas kebingungan itu. Tidak banyak yang menyadari sejak awal. Namun hampir semua pabrikan besar kini diam-diam mengarah ke teknologi ini.

EREV bukan mobil listrik murni seperti BEV (Battery Electric Vehicle). Tapi juga bukan hybrid konvensional seperti yang kita kenal selama ini.
Mesin bensinnya tidak menggerakkan roda sama sekali.

Fungsinya hanya sebagai generator untuk mengisi baterai. Sementara roda sepenuhnya digerakkan motor listrik. Artinya, sensasi berkendaranya tetap seperti mobil listrik. Halus, responsif, tanpa perpindahan gigi. Namun tanpa rasa cemas kehabisan baterai di tengah perjalanan jauh. Di sinilah letak kekuatan EREV.

6 tahun lalu sudah ada Nissan Kicks e-Power. EREV tanpa plug-in dengan baterai lebih kecil (2,1 kWh). EREV sekarang baterainya jumbo. Lihat saja iCar V27.

Mobil ini memiliki panjang 5,045 meter, lebar 1,09 meter, dan tinggi 1,89 meter, dengan wheelbase mencapai 2.900 mm. Mesin yang digunakan berkapasitas 1.5 liter turbo.

Namun sekali lagi, hanya berfungsi sebagai generator. Penggerak utamanya adalah dua motor listrik (versi AWD).
Total tenaga mencapai 335 kW atau setara 449 hp.

Akselerasi 0–100 km/jam hanya 5,5 detik. Jarak tempuh listrik murninya mencapai 280 km.
Sedangkan jarak total kombinasi bisa mencapai 1.350 km.

iCar V27 EREV menggendong 34.3 kWh, lebih besar dari BYD Atto 1 tipe Dynamic. Full baterai saja bisa 200-210 km. Dengan mesin 1.5L turbo range extender tembus 1.000-1.200 km.

Data tahun 2026 mulai menunjukkan arah yang jelas. Di China, EREV kini sudah menguasai lebih dari 12 persen pasar kendaraan listrik. Bahkan pada kuartal ketiga 2025, penjualannya sempat menembus lebih dari 100.000 unit per bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Berita Terkini
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved