Masuk Ruang Tabrak Chery di Wuhu: Tiggo 7 Pro Ditabrakkan ke Tiggo 9 di Kecepatan 50 Kpj!
Senin, 27 April 2026 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Di situ saya baru paham: crash test bukan tontonan tabrak-tabakan. Ini laboratorium hidup dan mati. Yang dinilai bukan bodi penyok. Tapi apakah penumpang masih punya ruang hidup.
Apakah pilar A patah. Pilar B melintir. Pilar C meleyot. Apakah pintu masih bisa dibuka walau bonet mobil remuk? Apakah sabuk pengaman menarik tubuh sepersekian detik lebih cepat? Apakah airbag mekar tepat waktu?
Itu semua diuji.
Menariknya, bodi Tiggo 9 disebut memakai 85 persen high-strength steel.
Orang sering salah paham. Makin keras baja bukan berarti makin aman. Yang penting distribusi kekuatan. Area depan boleh remuk. Kabinnya tidak boleh. Ini filosofi crash structure.
![Masuk Ruang Tabrak Chery di Wuhu: Tiggo 7 Pro Ditabrakkan ke Tiggo 9 di Kecepatan 50 Kpj!]()
Ada bagian yang memang dikorbankan agar energi benturan habis sebelum masuk kabin. Di situlah mahalnya rekayasa. Bukan di layar 15 inci.
Bukan di sunroof. Bukan di ambient light. Tapi di bagian yang tak terlihat. Yang baru terasa saat kecelakaan.
Apakah pilar A patah. Pilar B melintir. Pilar C meleyot. Apakah pintu masih bisa dibuka walau bonet mobil remuk? Apakah sabuk pengaman menarik tubuh sepersekian detik lebih cepat? Apakah airbag mekar tepat waktu?
Itu semua diuji.
Menariknya, bodi Tiggo 9 disebut memakai 85 persen high-strength steel.
Orang sering salah paham. Makin keras baja bukan berarti makin aman. Yang penting distribusi kekuatan. Area depan boleh remuk. Kabinnya tidak boleh. Ini filosofi crash structure.

Ada bagian yang memang dikorbankan agar energi benturan habis sebelum masuk kabin. Di situlah mahalnya rekayasa. Bukan di layar 15 inci.
Bukan di sunroof. Bukan di ambient light. Tapi di bagian yang tak terlihat. Yang baru terasa saat kecelakaan.
Lihat Juga :