Rinjani Jadi Saksi: Mobil Hybrid Jaecoo Sanggup Lari 1.660 KM Tanpa Mampir SPBU
Selasa, 05 Mei 2026 - 14:15 WIB
loading...
Teknologi SHS membuktikan bahwa mesin PHEV premium bukan sekadar penghuni aspal kota, tapi penakluk medan gunung. Foto: Jaecoo Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Rinjani100 bukan cuma soal adu otot 2.324 pelari dari 38 negara. Ajang lari lintas alam berskala internasional ini menjadi panggung pembuktian bagi Jaecoo Indonesia untuk memamerkan durabilitas teknologi Super Hybrid System (SHS) mereka di medan ekstrem Lombok, 1-3 Mei 2026.
Jaecoo tidak hanya datang sebagai penonton. Mereka menurunkan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS sebagai lead car kompetisi. Mobil ini bukan sembarang hibrida. Ia dibekali mesin 1.5L TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan sistem Electric Hybrid 3DHT.
Hasilnya? Jarak tempuh listrik murninya saja mencapai 246 KM. Jika digabung dengan tangki bahan bakar penuh, ia sanggup lari hingga 1.660 KM. Begitulah datannya.
![Rinjani Jadi Saksi: Mobil Hybrid Jaecoo Sanggup Lari 1.660 KM Tanpa Mampir SPBU]()
Capaian ini bahkan sudah memecahkan rekor MURI sebagai mobil hybrid dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia hanya dengan sekali pengisian.
"Rinjani100 adalah platform yang relevan untuk memperkuat semangat eksplorasi Jaecoo," ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia. Dia ingin membuktikan bahwa teknologi hybrid mampu memberikan stabilitas di medan yang paling menantang sekalipun.
Selain J8, ada juga Jaecoo J7 SHS-P Discover Edition. Varian ini lebih "galak" tampilannya. Memang dirancang untuk aktivitas luar ruang. Ada roof platform untuk kargo, side box, hingga hard-shell side awning untuk berteduh. Akses ke atap pun mudah dengan adanya side ladder. Sangat fungsional bagi mereka yang suka berkemah di alam terbuka.
![Rinjani Jadi Saksi: Mobil Hybrid Jaecoo Sanggup Lari 1.660 KM Tanpa Mampir SPBU]()
Analisis pasar menunjukkan Jaecoo sedang berada di atas angin. Lihat saja performa Jaecoo J5 EV. Mobil listrik murni ini sukses menjadi EV No.1 di Indonesia. Penjualannya konsisten naik: 1.942 unit di Januari, melesat jadi 2.926 unit di Februari, dan stabil di 2.775 unit pada Maret 2026. Totalnyyi tembus 7.643 unit hanya dalam satu kuartal.
Ambisi Jaecoo tidak berhenti di angka penjualan. Mereka sedang melakukan ekspansi jaringan yang masif. Saat ini sudah ada 32 diler yang beroperasi, termasuk yang paling baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sebanyak 25 diler tambahan sedang disiapkan.
Targetnya jelas: memiliki 80 diler di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini.
Jaecoo sepertinya tidak mau hanya menjadi produsen otomotif biasa. Mereka ingin menjadi pemain utama dalam ekosistem sport tourism dan mobilitas berkelanjutan di tanah air. Di Rinjani kemarin, pesan mereka jelas: teknologi tinggi harus bisa diajak susah di medan berat.
Jaecoo tidak hanya datang sebagai penonton. Mereka menurunkan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS sebagai lead car kompetisi. Mobil ini bukan sembarang hibrida. Ia dibekali mesin 1.5L TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan sistem Electric Hybrid 3DHT.
Hasilnya? Jarak tempuh listrik murninya saja mencapai 246 KM. Jika digabung dengan tangki bahan bakar penuh, ia sanggup lari hingga 1.660 KM. Begitulah datannya.

Capaian ini bahkan sudah memecahkan rekor MURI sebagai mobil hybrid dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia hanya dengan sekali pengisian.
"Rinjani100 adalah platform yang relevan untuk memperkuat semangat eksplorasi Jaecoo," ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia. Dia ingin membuktikan bahwa teknologi hybrid mampu memberikan stabilitas di medan yang paling menantang sekalipun.
Selain J8, ada juga Jaecoo J7 SHS-P Discover Edition. Varian ini lebih "galak" tampilannya. Memang dirancang untuk aktivitas luar ruang. Ada roof platform untuk kargo, side box, hingga hard-shell side awning untuk berteduh. Akses ke atap pun mudah dengan adanya side ladder. Sangat fungsional bagi mereka yang suka berkemah di alam terbuka.

Analisis pasar menunjukkan Jaecoo sedang berada di atas angin. Lihat saja performa Jaecoo J5 EV. Mobil listrik murni ini sukses menjadi EV No.1 di Indonesia. Penjualannya konsisten naik: 1.942 unit di Januari, melesat jadi 2.926 unit di Februari, dan stabil di 2.775 unit pada Maret 2026. Totalnyyi tembus 7.643 unit hanya dalam satu kuartal.
Ambisi Jaecoo tidak berhenti di angka penjualan. Mereka sedang melakukan ekspansi jaringan yang masif. Saat ini sudah ada 32 diler yang beroperasi, termasuk yang paling baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sebanyak 25 diler tambahan sedang disiapkan.
Targetnya jelas: memiliki 80 diler di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini.
Jaecoo sepertinya tidak mau hanya menjadi produsen otomotif biasa. Mereka ingin menjadi pemain utama dalam ekosistem sport tourism dan mobilitas berkelanjutan di tanah air. Di Rinjani kemarin, pesan mereka jelas: teknologi tinggi harus bisa diajak susah di medan berat.
(dan)
Lihat Juga :