Hyundai Pecah Rekor Pendapatan Rp537 Triliun, tapi Kok Labanya Anjlok?
Senin, 11 Mei 2026 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Mobil Hybrid Jadi Tulang Punggung Baru
Saat ini, konsumen global tampaknya lebih memilih "main aman" dengan mesin hybrid (HEV) sebelum benar-benar pindah ke mobil listrik murni (EV). Data membuktikan bahwa kendaraan elektrifikasi kini menyumbang 24,9% dari total penjualan global Hyundai.Rincian penjualan kendaraan elektrifikasi Q1 2026:
• Total Unit: 242.612 unit (Naik 14,2%).
• Hybrid (HEV): 173.977 unit (Kontribusi 17,8% dari total sales).
• Mobil Listrik (EV): 58.788 unit.
Secara keseluruhan, Hyundai menjual 976.219 unit mobil secara global di kuartal pertama. Penjualan di Korea Selatan turun 4,4% menjadi 159.066 unit, sementara pasar luar negeri turun tipis 2,1% menjadi 817.153 unit.
Rollercoaster Hyundai di Indonesia (2021–2026)
Di Indonesia, perjalanan Hyundai adalah cerita tentang pertumbuhan kilat yang kemudian bertemu dengan realitas pasar yang jenuh.Rekam Jejak Penjualan Ritel (Gaikindo):
2021: Hanya 2.875 unit. Saat itu Hyundai baru memulai ofensif barunya.
2022: Meroket lebih dari 1.000% menjadi 30.000 unit lebih. Inilah tahun keemasan kembalinya Hyundai.
2023: Mencapai puncak di angka 35.736 unit berkat Stargazer dan Ioniq 5.
2024: Mulai melambat dengan total 22.361 unit (Turun sekitar 37%).
2025: Wholesales tercatat di angka 19.007 unit. Hyundai tetap bertahan di 10 besar merek terlaris.
Gebrakan Kuartal I 2026: Mengincar 3 Persen Pasar
Memasuki awal 2026, Hyundai Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan. Hingga Maret 2026, pangsa pasar Hyundai tercatat sebesar 2,8%. Strategi mereka kini sangat fokus pada dua model kunci:Lihat Juga :