Suzuki Swift dengan Mesin Hidrogen Tanpa Emisi Diluncurkan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:35 WIB
loading...
Suzuki Swift dengan...
Suzuki Swift dengan Mesin Hidrogen. Foto/ CNC
A A A
TOKYO - Suzuki Jepang baru-baru ini menarik perhatian dengan mengubah model Swift yang populer menjadi kendaraan bertenaga hidrogen, membuka arah baru bagi teknologi kendaraan ramah lingkungan yang tidak memerlukan sel bahan bakar.


Industri kendaraan ramah lingkungan baru-baru ini menyaksikan terobosan signifikan di Vienna Automotive Symposium 2026 ketika Suzuki, bersama dengan mitra teknologinya AVL, secara resmi meluncurkan prototipe Swift yang ditenagai oleh hidrogen.

Berbeda dengan tren penggunaan sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik bagi motor, proyek ini berfokus pada peningkatan mesin pembakaran internal tradisional untuk membakar hidrogen secara langsung di dalam silinder.

Alih-alih beralih sepenuhnya ke sistem penggerak listrik, Suzuki dan AVL memilih pendekatan yang lebih praktis dengan memanfaatkan platform mesin pembakaran internal yang sudah ada.

Mesin 1,4L pada prototipe Swift dimodifikasi untuk menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar, sehingga mempertahankan ekosistem produksi dan rantai pasokan komponen yang ada.

Pendekatan ini tidak hanya mengurangi tekanan transisi jalur produksi bagi produsen mobil, tetapi juga memungkinkan para insinyur dan bengkel servis untuk dengan mudah mengakses teknologi baru berkat struktur mekanis yang familiar dari kendaraan bertenaga bensin tradisional.

Mesin hidrogen Swift dirancang untuk beroperasi secara fleksibel antara dua mode: memprioritaskan efisiensi bahan bakar dan memprioritaskan performa.

Mesin hidrogen Swift dirancang untuk beroperasi secara fleksibel antara dua mode: memprioritaskan penghematan bahan bakar dan memprioritaskan performa.

Saat beroperasi dalam mode daya optimal, mobil ini mencapai 134 tenaga kuda dan torsi 220 Nm, setara dengan banyak hatchback turbocharged modern.

Untuk mengatasi masalah emisi NOx yang dihasilkan dari suhu ruang pembakaran yang tinggi, para insinyur telah mengintegrasikan sistem pendingin EGR (Exhaust Gas Recirculation) untuk mengontrol suhu dan memastikan pengoperasian yang lebih stabil.

Saat beroperasi pada daya optimal, mobil ini mencapai 134 tenaga kuda dan torsi 220 Nm, setara dengan banyak hatchback turbocharged modern.

Selain sekadar memamerkan teknologi, Suzuki dan AVL telah membahas berbagai detail teknis penting, seperti sistem injeksi hidrogen langsung, manajemen termal, dan penanganan kondensasi yang dihasilkan selama pembakaran.

Hal ini dianggap sebagai persiapan penting untuk komersialisasi di masa mendatang. Meskipun malsih memerlukan sistem pengolahan gas buang tambahan untuk mencapai emisi optimal, model Swift hidrogen menawarkan keuntungan signifikan berupa sensasi berkendara yang familiar dan emisi CO₂ nol melalui knalpot.

Alih-alih hanya ditemukan pada truk berat atau mobil mewah yang mahal, mesin pembakaran hidrogen kini telah membuktikan kelayakannya pada kendaraan yang lebih kecil.

Penerapan teknologi hidrogen pada Swift, hatchback segmen B yang terkenal karena efisiensibahanbakarnya dan popularitasnya di banyak pasar negara berkembang, menunjukkan ambisi Suzuki untuk mempopulerkan energi bersih.

Alih-alih terbatas pada truk berat atau mobil mewah yang mahal, mesin pembakaran hidrogen kini telah membuktikan kelayakannya pada kendaraan kecil, membuka jalan baru bagi pasar yang membutuhkan kendaraan ramah lingkungan yang juga terjangkau dan mudah perawatannya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Toyota Mulai Uji Coba...
Toyota Mulai Uji Coba Mobil Hidrogen di Sirkuit Le Mans
Suzuki Jimny Rhino 4x4...
Suzuki Jimny Rhino 4x4 Siap Diluncurkan Akhir Tahun Ini
JCB Hydromax, Mesin...
JCB Hydromax, Mesin Hidrogen 1.600 HP Siap Pecahkan Rekor Dunia
Suzuki GSX-8T dan GSX-8TT...
Suzuki GSX-8T dan GSX-8TT dengan Sentuhan Neo-Retro Diluncurkan
China Ngebut, Jepang...
China Ngebut, Jepang Bertahan, Eropa Ragu: Nasib Mobil Hidrogen Terpecah
Gelar Hydrogen Car Free...
Gelar Hydrogen Car Free Day, IFHE Bersama PLN, dan PT HDI Tampilkan Mobil dan Kompor Hidrogen
Bos PLN Beberkan Keuntungan...
Bos PLN Beberkan Keuntungan Pakai Hidrogen Jadi Bahan Bakar Kendaraan
PLN Hadirkan SPBU Hidrogen...
PLN Hadirkan SPBU Hidrogen Pertama di Indonesia, Bisa Cas Mobil Listrik Juga!
Rekomendasi
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Berita Terkini
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved