Bukan BYD dan Chery, Inilah Mobil Presiden China saat Jemput Trump
Minggu, 17 Mei 2026 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Presiden Xi Jinping, Hongqi bukan sekadar merek otomotif, melainkan simbol nasionalisme, prestise negara, dan kebangkitan industri China di panggung global. Nama “Hongqi” yang berarti “Bendera Merah” memiliki makna politik yang sangat kuat karena lahir pada 1958 sebagai kendaraan resmi negara di bawah naungan First Automobile Works (FAW), perusahaan otomotif pertama milik pemerintah China.
Sejak era Mao Zedong, Hongqi telah digunakan untuk mengangkut para pemimpin tertinggi Partai Komunis China dan menjadi bagian penting dalam parade kenegaraan Beijing.
Pada masa Mao, Hongqi diposisikan sebagai simbol kemandirian industri nasional China di tengah persaingan ideologi global era Perang Dingin. Ketika negara-negara Barat mendominasi industri otomotif dunia melalui merek seperti Cadillac, Mercedes-Benz, atau Rolls-Royce, Beijing ingin menunjukkan bahwa China juga mampu memproduksi kendaraan elite untuk pemimpin negaranya sendiri.
Karena itu, Hongqi kerap disebut sebagai “Cadillac versi China”, bukan hanya karena status kemewahannya, tetapi juga karena perannya sebagai kendaraan simbol negara.
Di era Xi Jinping, posisi Hongqi justru semakin strategis. Xi menjadikan Hongqi sebagai bagian dari narasi besar “kebangkitan China” atau Chinese Dream, yakni ambisi Beijing untuk kembali menjadi kekuatan global utama dalam ekonomi, teknologi, dan militer.
Sejak era Mao Zedong, Hongqi telah digunakan untuk mengangkut para pemimpin tertinggi Partai Komunis China dan menjadi bagian penting dalam parade kenegaraan Beijing.
Pada masa Mao, Hongqi diposisikan sebagai simbol kemandirian industri nasional China di tengah persaingan ideologi global era Perang Dingin. Ketika negara-negara Barat mendominasi industri otomotif dunia melalui merek seperti Cadillac, Mercedes-Benz, atau Rolls-Royce, Beijing ingin menunjukkan bahwa China juga mampu memproduksi kendaraan elite untuk pemimpin negaranya sendiri.
Karena itu, Hongqi kerap disebut sebagai “Cadillac versi China”, bukan hanya karena status kemewahannya, tetapi juga karena perannya sebagai kendaraan simbol negara.
Di era Xi Jinping, posisi Hongqi justru semakin strategis. Xi menjadikan Hongqi sebagai bagian dari narasi besar “kebangkitan China” atau Chinese Dream, yakni ambisi Beijing untuk kembali menjadi kekuatan global utama dalam ekonomi, teknologi, dan militer.
(wbs)
Lihat Juga :