Hyundai SantaFe EREV Kepergok Sedang Cas Baterai, Segini Jangkauannya
Kamis, 28 Mei 2026 - 11:18 WIB
loading...
Hyundai SantaFe EREV. Foto/ CNC
A
A
A
SEOUL - Hyundai SantaFe EREV terbaru baru-baru ini terlihat untuk pertama kalinya sedang mengisi daya di Korea Selatan, mengungkap informasi penting lainnya tentang SUV hibrida ini.
Gambar-gambar baru yang dibagikan di forum otomotif Korea Selatan Bobaedream menunjukkan prototipe Hyundai SantaFe EREV baru yang terhubung ke stasiun pengisian daya, dengan dua port pengisian bahan bakar/pengisian daya yang terletak di kedua sisi kendaraan.
Ini dipandang sebagai indikasi paling jelas bahwa Hyundai sedang mengembangkan sistem penggerak listrik yang sepenuhnya baru untuk lini SUV D-nya.
Sebelumnya, Hyundai Santa Fe facelift 2027 terlihat sedang menjalani pengujian di California dengan beberapa perubahan mencolok pada desain eksteriornya, seperti lampu daytime running LED baru, lampu belakang yang diposisikan vertikal, dan strip LED horizontal di bagian belakang yang membentuk huruf "H". Interiornya juga diperkirakan akan menggunakan sistem tampilan Pleos generasi baru dari Hyundai.
Berbeda dengan kendaraan hibrida atau hibrida plug-in tradisional, sistem penggerak EREV pada Hyundai SantaFe baru menggunakan motor listrik untuk mengoperasikan kendaraan hampir sepanjang waktu, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat dibutuhkan.
Sistem penggerak ini memungkinkan kendaraan untuk memberikan pengalaman berkendara yang sangat mirip dengan kendaraan listrik murni (EV) tetapi tanpa kekhawatiran kehabisan baterai di tengah perjalanan, sehingga sangat cocok untuk pasar dengan infrastruktur pengisian daya yang belum berkembang, seperti Amerika Utara.
Menurut beberapa sumber, SantaFe EREV mungkin akan menggunakan mesin bensin turbocharged 2,5L yang dikombinasikan dengan paket baterai lithium-ion berukuran sedang. Konfigurasi ini dikatakan mirip dengan filosofi pengoperasian Chevrolet Volt atau Nissan e-Power.
Hyundai diharapkan menargetkan performa layaknya kendaraan listrik (EV), jarak tempuh gabungan melebihi 900 km, dan biaya operasional yang lebih rendah daripada kendaraan bensin tradisional.
Kemunculan Santa Fe EREV juga menunjukkan bahwa Hyundai memperluas strategi elektrifikasinya ke arah keserbagunaan yang lebih besar, daripada hanya berfokus pada kendaraan listrik murni bertenaga baterai.
Melalui SUV SantaFe baru ini, Hyundai bertujuan untuk menjangkau kelompok pelanggan yang menghargai sensasi berkendara kendaraan listrik tetapi tetap membutuhkan kenyamanan mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Menurut para pengamat, Hyundai SantaFe EREV dapat diluncurkan pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027, setelah merek mobil mewah Genesis meluncurkan model EREV pertamanya.
Gambar-gambar baru yang dibagikan di forum otomotif Korea Selatan Bobaedream menunjukkan prototipe Hyundai SantaFe EREV baru yang terhubung ke stasiun pengisian daya, dengan dua port pengisian bahan bakar/pengisian daya yang terletak di kedua sisi kendaraan.
Ini dipandang sebagai indikasi paling jelas bahwa Hyundai sedang mengembangkan sistem penggerak listrik yang sepenuhnya baru untuk lini SUV D-nya.
Sebelumnya, Hyundai Santa Fe facelift 2027 terlihat sedang menjalani pengujian di California dengan beberapa perubahan mencolok pada desain eksteriornya, seperti lampu daytime running LED baru, lampu belakang yang diposisikan vertikal, dan strip LED horizontal di bagian belakang yang membentuk huruf "H". Interiornya juga diperkirakan akan menggunakan sistem tampilan Pleos generasi baru dari Hyundai.
Berbeda dengan kendaraan hibrida atau hibrida plug-in tradisional, sistem penggerak EREV pada Hyundai SantaFe baru menggunakan motor listrik untuk mengoperasikan kendaraan hampir sepanjang waktu, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat dibutuhkan.
Sistem penggerak ini memungkinkan kendaraan untuk memberikan pengalaman berkendara yang sangat mirip dengan kendaraan listrik murni (EV) tetapi tanpa kekhawatiran kehabisan baterai di tengah perjalanan, sehingga sangat cocok untuk pasar dengan infrastruktur pengisian daya yang belum berkembang, seperti Amerika Utara.
Menurut beberapa sumber, SantaFe EREV mungkin akan menggunakan mesin bensin turbocharged 2,5L yang dikombinasikan dengan paket baterai lithium-ion berukuran sedang. Konfigurasi ini dikatakan mirip dengan filosofi pengoperasian Chevrolet Volt atau Nissan e-Power.
Hyundai diharapkan menargetkan performa layaknya kendaraan listrik (EV), jarak tempuh gabungan melebihi 900 km, dan biaya operasional yang lebih rendah daripada kendaraan bensin tradisional.
Kemunculan Santa Fe EREV juga menunjukkan bahwa Hyundai memperluas strategi elektrifikasinya ke arah keserbagunaan yang lebih besar, daripada hanya berfokus pada kendaraan listrik murni bertenaga baterai.
Melalui SUV SantaFe baru ini, Hyundai bertujuan untuk menjangkau kelompok pelanggan yang menghargai sensasi berkendara kendaraan listrik tetapi tetap membutuhkan kenyamanan mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Menurut para pengamat, Hyundai SantaFe EREV dapat diluncurkan pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027, setelah merek mobil mewah Genesis meluncurkan model EREV pertamanya.
(wbs)
Lihat Juga :