BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
Jum'at, 05 Juni 2026 - 07:19 WIB
loading...
BYD Umumjan Akan Jualan Robot Humanoid. Foto /cnevpost
A
A
A
BEIJING - BYD mengkonfirmasi bahwa perusahaan tersebut saat ini sedang mengembangkan robot humanoid dan termasuk di antara produsen otomotif Tiongkok terbaru yang memasuki industri robotika yang berkembang pesat.
Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, dalam sebuah program wawancara baru-baru ini yang dikutip oleh media Tiongkok, Yicai.
Menurutnya, jika robot humanoid tersebut berhasil dikomersialkan untuk penggunaan konsumen di masa mendatang, BYD kemungkinan akan menjualnya melalui jaringan dealer kendaraan yang luas di seluruh dunia.
Stella Li menjelaskan bahwa produsen otomotif memiliki keunggulan tersendiri dalam pengembangan robot humanoid karena teknologi yang digunakan memiliki banyak kesamaan dengan industri otomotif modern.
Menurutnya, kekuatan di bidang perangkat lunak, perangkat keras, dan kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam pengembangan kendaraan pintar dapat langsung dimanfaatkan untuk pengembangan robot.
Bahkan, ia juga menyatakan bahwa sistem perangkat lunak otomotif yang kompleks dapat ditransfer ke platform robot dengan relatif mudah.
“Perangkat lunak otomotif sangat kompleks dan mudah bagi kami untuk mentransfernya ke robot,” katanya.
Selain mengembangkan robot humanoidnya sendiri, BYD juga berencana untuk mengembangkan platform robot terbuka yang memungkinkan perusahaan untuk memproduksi merek robotnya sendiri dan juga mendukung pengembangan produk melalui kolaborasi dengan perusahaan lain.
Laporan tersebut juga mengutip sumber yang dekat dengan BYD yang mengkonfirmasi bahwa pengembangan robot humanoid memang sedang aktif dilakukan oleh perusahaan.
Menurut Stella Li, Tiongkok berpotensi menjadi negara pertama yang berhasil mewujudkan komersialisasi robot humanoid secara luas.
Robot dengan Keseimbangan “Otak” dan “Tubuh”
Mengomentari lanskap industri saat ini, Stella Li mengatakan bahwa robot yang dikembangkan di Tiongkok saat ini belum memiliki sistem kecerdasan yang cukup matang, sementara robot dari Amerika Serikat memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan fisik dan pergerakan.
Oleh karena itu, tujuan BYD adalah untuk memproduksi robot yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan dan kemampuan mekanis.
Ia percaya bahwa kombinasi kedua aspek ini penting untuk memastikan bahwa robot humanoid benar-benar praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
BYD Mungkin Menjadi Pembeli Terbesar Robotnya Sendiri
Seiring perkembangan teknologi, BYD mungkin menjadi pelanggan terbesar robot buatannya sendiri.
Perusahaan sebelumnya telah membayangkan penggunaan robot sebagai asisten penjualan di ruang pamer BYD di Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia.
Robot juga berpotensi digunakan dalam operasi pabrik untuk membantu produksi dan logistik.
Masuknya BYD ke sektor robotika tidak mengejutkan karena semakin banyak produsen mobil Tiongkok yang mengeksplorasi teknologi ini.
Misalnya, Aimoga milik Chery telah mulai menjual robot humanoid kepada konsumen seharga 285.800 yuan.
Pada saat yang sama, SAIC-GM juga dilaporkan menggunakan robot humanoid beroda di jalur perakitan baterainya.
Namun, tidak semua produsen mobil berencana untuk segera bergabung dalam persaingan ini.
Pendiri dan CEO Nio, William Li, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaannya masih ingin fokus pada penjualan kendaraan dan tidak memiliki rencana segera untuk memasuki pasar robot humanoid.
Dengan BYD yang kini mengkonfirmasi keterlibatannya di sektor ini, persaingan di industri robot humanoid diperkirakan akan semakin sengit, seperti yang terjadi di pasar kendaraan listrik Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, dalam sebuah program wawancara baru-baru ini yang dikutip oleh media Tiongkok, Yicai.
Menurutnya, jika robot humanoid tersebut berhasil dikomersialkan untuk penggunaan konsumen di masa mendatang, BYD kemungkinan akan menjualnya melalui jaringan dealer kendaraan yang luas di seluruh dunia.
Stella Li menjelaskan bahwa produsen otomotif memiliki keunggulan tersendiri dalam pengembangan robot humanoid karena teknologi yang digunakan memiliki banyak kesamaan dengan industri otomotif modern.
Menurutnya, kekuatan di bidang perangkat lunak, perangkat keras, dan kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam pengembangan kendaraan pintar dapat langsung dimanfaatkan untuk pengembangan robot.
Bahkan, ia juga menyatakan bahwa sistem perangkat lunak otomotif yang kompleks dapat ditransfer ke platform robot dengan relatif mudah.
“Perangkat lunak otomotif sangat kompleks dan mudah bagi kami untuk mentransfernya ke robot,” katanya.
Selain mengembangkan robot humanoidnya sendiri, BYD juga berencana untuk mengembangkan platform robot terbuka yang memungkinkan perusahaan untuk memproduksi merek robotnya sendiri dan juga mendukung pengembangan produk melalui kolaborasi dengan perusahaan lain.
Laporan tersebut juga mengutip sumber yang dekat dengan BYD yang mengkonfirmasi bahwa pengembangan robot humanoid memang sedang aktif dilakukan oleh perusahaan.
Menurut Stella Li, Tiongkok berpotensi menjadi negara pertama yang berhasil mewujudkan komersialisasi robot humanoid secara luas.
Robot dengan Keseimbangan “Otak” dan “Tubuh”
Mengomentari lanskap industri saat ini, Stella Li mengatakan bahwa robot yang dikembangkan di Tiongkok saat ini belum memiliki sistem kecerdasan yang cukup matang, sementara robot dari Amerika Serikat memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan fisik dan pergerakan.
Oleh karena itu, tujuan BYD adalah untuk memproduksi robot yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan dan kemampuan mekanis.
Ia percaya bahwa kombinasi kedua aspek ini penting untuk memastikan bahwa robot humanoid benar-benar praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
BYD Mungkin Menjadi Pembeli Terbesar Robotnya Sendiri
Seiring perkembangan teknologi, BYD mungkin menjadi pelanggan terbesar robot buatannya sendiri.
Perusahaan sebelumnya telah membayangkan penggunaan robot sebagai asisten penjualan di ruang pamer BYD di Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia.
Robot juga berpotensi digunakan dalam operasi pabrik untuk membantu produksi dan logistik.
Masuknya BYD ke sektor robotika tidak mengejutkan karena semakin banyak produsen mobil Tiongkok yang mengeksplorasi teknologi ini.
Misalnya, Aimoga milik Chery telah mulai menjual robot humanoid kepada konsumen seharga 285.800 yuan.
Pada saat yang sama, SAIC-GM juga dilaporkan menggunakan robot humanoid beroda di jalur perakitan baterainya.
Namun, tidak semua produsen mobil berencana untuk segera bergabung dalam persaingan ini.
Pendiri dan CEO Nio, William Li, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaannya masih ingin fokus pada penjualan kendaraan dan tidak memiliki rencana segera untuk memasuki pasar robot humanoid.
Dengan BYD yang kini mengkonfirmasi keterlibatannya di sektor ini, persaingan di industri robot humanoid diperkirakan akan semakin sengit, seperti yang terjadi di pasar kendaraan listrik Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
(wbs)
Lihat Juga :