PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Jum'at, 12 Juni 2026 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Siapa yang Paling Terdampak
Korban pertama kemungkinan adalah Wuling Darion/Eksion dan varian bawah Chery Tiggo 8 CSH — selisih harganya dengan M6 DM mencapai Rp 60-140 juta untuk segmen MPV/SUV keluarga yang serupa.Respons yang hampir pasti: Wuling dan Chery merilis varian entry baru atau memberi diskon agresif, yang justru akan memperbesar kue pasar PHEV secara keseluruhan.
M6 DM juga menarik dari dua arah lain: calon pembeli MPV bensin kelas atas (Xpander/Avanza) yang tergoda biaya operasional lebih murah, dan calon pembeli mobil listrik murni yang masih ragu soal infrastruktur charging di luar Jawa.
Posisi "mobil listrik yang bisa diisi bensin" cocok untuk pasar di luar kota besar — segmen yang memang jadi sasaran BYD.
Sebagai catatan, Chery saat ini menguasai sekitar 56 persen distribusi PHEV nasional, dengan Tiggo 8 CSH sebagai model terlaris (3.372 unit pada Januari-Oktober 2025, dan masih memimpin dengan 229 unit pada April 2026).
Yang Bisa Menahan Laju
Tiga risiko utama tetap membayangi. Pertama, ketidakpastian insentif fiskal 2026 — insentif PPnBM DTP 3 persen berdasarkan PMK 12/2025 sebenarnya berlaku hingga Desember 2025, dan pengumuman paket insentif baru sempat tertunda pada Mei-Juni 2026, membuat sebagian konsumen wait and see.Kedua, pelemahan rupiah yang menaikkan biaya komponen impor seperti baterai.
Ketiga, kapasitas produksi pabrik Subang (tempat M6 DM diproduksi lokal) masih dalam tahap ramp-up, sehingga ketersediaan unit dan jaringan servis PHEV BYD masih perlu waktu untuk matang.
Kondisi makro juga tidak sepenuhnya ramah: penjualan mobil nasional 2025 turun 7,2 persen menjadi 803.687 unit, dan Mei 2026 sempat anjlok 14,3 persen secara bulanan akibat pelemahan rupiah dan sikap wait-and-see konsumen.
(dan)
Lihat Juga :