PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Jum'at, 12 Juni 2026 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Itu setara menambah 50 hingga 100 persen terhadap volume PHEV bulanan saat ini, yang berkisar 520 unit.
Hitungannya jadi berubah drastis untuk konsumen. Pengguna SUV bensin dengan konsumsi 11 km/liter, menempuh 1.500 km per bulan dengan Pertamax, biaya BBM-nya naik dari sekitar Rp 1,68 juta menjadi Rp 2,22 juta per bulan — tambahan Rp 540 ribu.
Sementara pengguna PHEV yang 70 persen perjalanan hariannya tertutup mode listrik, biaya energinya hanya sekitar Rp 700-900 ribu per bulan.
Penghematan Rp 1,3-1,5 juta per bulan, atau Rp 15-18 juta per tahun — cukup besar untuk menutup selisih cicilan dibanding mobil bensin sekelas.
Skenario konservatif (jika ramp-up M6 DM lambat dan daya beli tetap lemah) memproyeksikan 8.000-9.000 unit, tumbuh 50-70 persen.
Skenario optimis — jika M6 DM terjual lebih dari 600 unit per bulan dan memicu perang harga yang justru memperbesar pasar — bisa menembus 14.000-15.000 unit, tumbuh 165-185 persen.
Dalam skenario moderat, total pasar PHEV bulanan diproyeksikan naik dari sekitar 550 unit saat ini ke 900-1.200 unit pada kuartal IV 2026.
Pangsa pasar PHEV terhadap total pasar mobil nasional pun diperkirakan naik dari 0,7 persen ke sekitar 1,2-1,4 persen.
Momentum Kedua: Pertamax Naik 32 Persen
Dua hari sebelum BYD mengumumkan harganya, tepatnya 10 Juni 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter — kenaikan Rp 3.950 atau 32 persen, dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Israel-Iran. Pertamax Green 95 naik ke Rp 17.000 per liter.Hitungannya jadi berubah drastis untuk konsumen. Pengguna SUV bensin dengan konsumsi 11 km/liter, menempuh 1.500 km per bulan dengan Pertamax, biaya BBM-nya naik dari sekitar Rp 1,68 juta menjadi Rp 2,22 juta per bulan — tambahan Rp 540 ribu.
Sementara pengguna PHEV yang 70 persen perjalanan hariannya tertutup mode listrik, biaya energinya hanya sekitar Rp 700-900 ribu per bulan.
Penghematan Rp 1,3-1,5 juta per bulan, atau Rp 15-18 juta per tahun — cukup besar untuk menutup selisih cicilan dibanding mobil bensin sekelas.
Berapa Besar Pasar PHEV 2026 Nanti?
Dengan basis realisasi Januari-April 2026 sebanyak 2.089 unit (rata-rata 520 unit per bulan), tren bulanan yang menanjak, plus dua katalis di paruh kedua tahun — M6 DM dan kenaikan Pertamax — proyeksi base case menempatkan penjualan PHEV 2026 di kisaran 10.500 hingga 12.000 unit, tumbuh 100 hingga 130 persen dibanding 5.270 unit pada 2025.Skenario konservatif (jika ramp-up M6 DM lambat dan daya beli tetap lemah) memproyeksikan 8.000-9.000 unit, tumbuh 50-70 persen.
Skenario optimis — jika M6 DM terjual lebih dari 600 unit per bulan dan memicu perang harga yang justru memperbesar pasar — bisa menembus 14.000-15.000 unit, tumbuh 165-185 persen.
Dalam skenario moderat, total pasar PHEV bulanan diproyeksikan naik dari sekitar 550 unit saat ini ke 900-1.200 unit pada kuartal IV 2026.
Pangsa pasar PHEV terhadap total pasar mobil nasional pun diperkirakan naik dari 0,7 persen ke sekitar 1,2-1,4 persen.
Lihat Juga :