Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Baterai ini juga bisa diisi daya cepat (DC fast charging). Dari 30 ke 80 persen hanya butuh waktu 27 menit. Kalau baterai penuh, mobil bisa melaju murni pakai listrik sejauh 100 kilometer. Itu standar WLTC.
Sistem hybridnya bekerja sangat pintar. Bergerak di bawah kecepatan 70 km/jam? Sistem Pure EV menyala. Macet-macetan di dalam kota jadi sangat hemat.
Lalu, kalau baterai sisa 20 persen? Series Drive otomatis ambil alih. Butuh tenaga ekstra untuk nyalip mendadak?
Parallel Drive menggabungkan mesin dan baterai secara bersamaan. Dan kalau lari kencang di atas 100 km/jam? Mesin bensin langsung bekerja memutar roda via Direct Engine Drive. Plus, ada pengereman regeneratif.
![Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang]()
"Sistem kami menghadirkan efisiensi dan performa sekaligus. Dalam satu pengalaman seamless dan efisien," ungkap Moch Ranggy Radiansyah, Direktur Marketing Jetour Indonesia.
Bodinya bongsor. Panjang 4.705 mm. Lebar 1.967 mm. Tinggi 1.843 mm. Jarak sumbu rodanya 2.800 mm. Kapasitas bagasinya super lega: 1.455 liter. Cukup untuk membawa tenda, koper, sampai sepeda lipat.
Bodi bongsor itu dibangun di atas sasis monokok. Sebanyak 80 persen materialnya adalah baja berkekuatan tinggi (high-strength steel). Terbukti tangguh. Mobil ini meraih 5 bintang dalam uji tabrak ASEAN NCAP.
Masuk ke dalam, kabinnya kedap. Sangat kedap. Ada 79 titik peredam suara. Kacanya pakai double-layer acoustic glass di area depan dan belakang. Saat mesin menyala dan mobil diam (idle), kebisingannya di bawah 40 dB. Nyaris tak terdengar.
![Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang]()
Urusan visual, Jetour tidak pelit. Head unit ukurannya 12,8 inci. Layar panel instrumen digital 10,25 inci. Sistem audionya didukung 8 speaker. Ada kursi elektrik, dan paddle shift. Enam airbag siaga melindungi di segala sisi.
AC-nya Dual Zone. Ada ventilasi kabin otomatis, mode tidur (Nap Mode), 24 Hour Parking AC, sampai sandaran kaki untuk penumpang depan. Khusus varian i-DM, mobil ini bisa jadi genset berjalan. Ada fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 3,3 kW. Bisa colok kompor listrik atau lampu tenda saat kamping.
![Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang]()
Varian ICE memang minus panoramic sunroof dan beberapa emblem. Peleknya juga sedikit lebih kecil. Tapi tampilannya tetap gagah seutuhnya.
Urusan keselamatan, 13 fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) Level 2 hadir merata. Mulai dari Blind Spot Detection, Adaptive Cruise Control, sampai Automatic Emergency Braking. Aman.
Jetour ini bukan pabrikan kemarin sore. Berdiri tahun 2018, mereka sudah jualan 2,26 juta unit secara global.
Hadir di lebih dari 100 negara. Ekspornya menjangkau 50 negara. Di Indonesia sendiri, mereka sudah lebih dulu membawa model Jetour T2, Dashing, dan X70 Plus.
Sistem hybridnya bekerja sangat pintar. Bergerak di bawah kecepatan 70 km/jam? Sistem Pure EV menyala. Macet-macetan di dalam kota jadi sangat hemat.
Lalu, kalau baterai sisa 20 persen? Series Drive otomatis ambil alih. Butuh tenaga ekstra untuk nyalip mendadak?
Parallel Drive menggabungkan mesin dan baterai secara bersamaan. Dan kalau lari kencang di atas 100 km/jam? Mesin bensin langsung bekerja memutar roda via Direct Engine Drive. Plus, ada pengereman regeneratif.

"Sistem kami menghadirkan efisiensi dan performa sekaligus. Dalam satu pengalaman seamless dan efisien," ungkap Moch Ranggy Radiansyah, Direktur Marketing Jetour Indonesia.
Bodinya bongsor. Panjang 4.705 mm. Lebar 1.967 mm. Tinggi 1.843 mm. Jarak sumbu rodanya 2.800 mm. Kapasitas bagasinya super lega: 1.455 liter. Cukup untuk membawa tenda, koper, sampai sepeda lipat.
Bodi bongsor itu dibangun di atas sasis monokok. Sebanyak 80 persen materialnya adalah baja berkekuatan tinggi (high-strength steel). Terbukti tangguh. Mobil ini meraih 5 bintang dalam uji tabrak ASEAN NCAP.
Masuk ke dalam, kabinnya kedap. Sangat kedap. Ada 79 titik peredam suara. Kacanya pakai double-layer acoustic glass di area depan dan belakang. Saat mesin menyala dan mobil diam (idle), kebisingannya di bawah 40 dB. Nyaris tak terdengar.
.jpg)
Urusan visual, Jetour tidak pelit. Head unit ukurannya 12,8 inci. Layar panel instrumen digital 10,25 inci. Sistem audionya didukung 8 speaker. Ada kursi elektrik, dan paddle shift. Enam airbag siaga melindungi di segala sisi.
AC-nya Dual Zone. Ada ventilasi kabin otomatis, mode tidur (Nap Mode), 24 Hour Parking AC, sampai sandaran kaki untuk penumpang depan. Khusus varian i-DM, mobil ini bisa jadi genset berjalan. Ada fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 3,3 kW. Bisa colok kompor listrik atau lampu tenda saat kamping.
.jpg)
Varian ICE memang minus panoramic sunroof dan beberapa emblem. Peleknya juga sedikit lebih kecil. Tapi tampilannya tetap gagah seutuhnya.
Urusan keselamatan, 13 fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) Level 2 hadir merata. Mulai dari Blind Spot Detection, Adaptive Cruise Control, sampai Automatic Emergency Braking. Aman.
Jetour ini bukan pabrikan kemarin sore. Berdiri tahun 2018, mereka sudah jualan 2,26 juta unit secara global.
Hadir di lebih dari 100 negara. Ekspornya menjangkau 50 negara. Di Indonesia sendiri, mereka sudah lebih dulu membawa model Jetour T2, Dashing, dan X70 Plus.
Lihat Juga :