Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:39 WIB
loading...
Mobil listrik tak harus kehilangan jiwanya; BMW membuktikan bahwa roh balap masa lalu bisa hidup abadi dalam wujud baterai modern dan empat motor penggerak. Foto: BMW
A
A
A
JERMAN - Publik otomotif kejam. Saat proyek Ferrari Luce menampakkan diri, cemoohan justru datang. Tapi lihatlah BMW. Mereka meluncurkan M Concept Neue Klasse akhir pekan ini di ajang balap ketahanan 24 Hours of Le Mans, dan dunia bertepuk tangan.
Mengapa nasib keduanya sangat berbeda? Jawabannya ada di pendekatan elektrifikasi.
Ferrari seolah tersesat. Desainnya melompat terlalu jauh. Terlalu futuristik hingga kehilangan jati diri aslinya. BMW memilih jalan sebaliknya. Mereka tahu, pembeli mobil seri M adalah pemuja handling, puritan, dan gila sejarah.
![Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!]()
Maka, wujud M Concept Neue Klasse tetap membumi. Auranya tetap ganas. Tidak terlihat seperti pesawat alien yang nyasar ke bumi.
Mobil ini adalah purwarupa dari sedan listrik M3 yang diadaptasi dari model i3 untuk tahun 2027. Bodinya diperlebar. Lengkungan rodanya berotot. Ujung depannya tetap memakai desain shark nose (hidung hiu) yang ikonis, dan di belakang ada ducktail spoiler yang mengingatkan kita pada warisan masa lalu.
![Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!]()
“Di BMW M, bentuk selalu mengikuti fungsi. Setiap detail melayani performa," kata Oliver Heilmer, Head of Design BMW.
BMW tidak asal memaksakan baterai ke dalam cangkang kosong. Pendekatan mereka murni dari arena balap.
![Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!]()
Di bagian depan, ada bemper bergaya trimaran mirip kapal layar cepat. Lampunya memakai M Yellow Lights ganda.
Warna kuning ini sengaja dipakai untuk meniru mobil balap ketahanan M Hybrid V8. Tegas dan sangat terfokus. Warnanya pun dilabur Monza Red metalik dengan pelek center-lock.
Lalu, apa daya tarik utama mobil ini? Tentu jeroannya.
BMW menanamkan empat buah motor listrik. Satu motor untuk tiap roda.
![Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!]()
Penggeraknya otomatis All-Wheel Drive (AWD). Tapi, jangan khawatir kehilangan sensasi nge-drift.
Sistem ini dirancang agar motor depan bisa dimatikan, memberikan pengalaman penggerak roda belakang (RWD) yang murni.
Semua tenaga liar itu dikendalikan oleh peranti lunak cerdas BMW M Dynamic Performance Control di dalam komputer performa tinggi yang mereka juluki Heart of Joy.
![Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!]()
Baterainya tidak main-main. BMW memakai teknologi Gen6. Selnya berbentuk silinder. Kapasitas bersihnya lebih dari 100 kWh. Sistem ini dibangun di atas arsitektur 800-volt, yang memungkinkannya menelan daya sangat cepat hingga 400 kilowatt (kW) saat dicas. Tidak perlu membuang waktu lama di stasiun pengisian daya.
"Bahkan di era serba listrik, kami meneruskan tradisi M. Menyalurkan inovasi teknologi dan fitur desain langsung dari arena balap ke produksi massal," ujar Franciscus van Meel, Chairman of the Board of Management BMW M GmbH.
Menariknya, BMW mulai bergeser dari serat karbon. Mereka kini memakai komposit serat alami yang lebih ramah lingkungan. Bahan ini dipakai di front splitter, ventilasi kap mesin, sampai diffuser belakang.
![Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!]()
Masuk ke kabin, Anda langsung disambut aura sirkuit. Ada empat kursi bucket berbahan kulit Merino dengan paduan dua warna: Bathurst Blue dan Berry Red.
Sabuk pengamannya model lima titik berwarna merah. Setir, panel pintu, dan roll bar dibalut kulit nubuck hitam premium.
BMW tampak sangat percaya diri dengan kelahiran baru ini. Buktinya, mereka membanjiri media massa dengan aset luar biasa detail: menyertakan 144 foto beresolusi tinggi dengan total ukuran 1,13 GB, ditambah rilis dokumen sebesar 125,36 KB. Transparan. Tanpa ada yang ditutupi.
Meski begitu, BMW tetap tidak egois. Bagi Anda pemuja deru knalpot, tidak perlu menangis. BMW tidak berhenti membuat mesin bensin.
Generasi baru M3 dengan mesin murni enam silinder segaris (inline-six) dikabarkan tetap akan lahir. Perkiraannya tahun 2028. Sekitar setahun setelah saudara listriknya mengaspal.
Dunia otomotif memang sedang berubah wujud. Tapi BMW tahu persis cara agar tidak kehilangan arah. Publik menyukai inovasi, tapi mereka lebih menghargai sejarah yang dihormati.
Mengapa nasib keduanya sangat berbeda? Jawabannya ada di pendekatan elektrifikasi.
Ferrari seolah tersesat. Desainnya melompat terlalu jauh. Terlalu futuristik hingga kehilangan jati diri aslinya. BMW memilih jalan sebaliknya. Mereka tahu, pembeli mobil seri M adalah pemuja handling, puritan, dan gila sejarah.

Maka, wujud M Concept Neue Klasse tetap membumi. Auranya tetap ganas. Tidak terlihat seperti pesawat alien yang nyasar ke bumi.
Mobil ini adalah purwarupa dari sedan listrik M3 yang diadaptasi dari model i3 untuk tahun 2027. Bodinya diperlebar. Lengkungan rodanya berotot. Ujung depannya tetap memakai desain shark nose (hidung hiu) yang ikonis, dan di belakang ada ducktail spoiler yang mengingatkan kita pada warisan masa lalu.

“Di BMW M, bentuk selalu mengikuti fungsi. Setiap detail melayani performa," kata Oliver Heilmer, Head of Design BMW.
BMW tidak asal memaksakan baterai ke dalam cangkang kosong. Pendekatan mereka murni dari arena balap.

Di bagian depan, ada bemper bergaya trimaran mirip kapal layar cepat. Lampunya memakai M Yellow Lights ganda.
Warna kuning ini sengaja dipakai untuk meniru mobil balap ketahanan M Hybrid V8. Tegas dan sangat terfokus. Warnanya pun dilabur Monza Red metalik dengan pelek center-lock.
Lalu, apa daya tarik utama mobil ini? Tentu jeroannya.
BMW menanamkan empat buah motor listrik. Satu motor untuk tiap roda.

Penggeraknya otomatis All-Wheel Drive (AWD). Tapi, jangan khawatir kehilangan sensasi nge-drift.
Sistem ini dirancang agar motor depan bisa dimatikan, memberikan pengalaman penggerak roda belakang (RWD) yang murni.
Semua tenaga liar itu dikendalikan oleh peranti lunak cerdas BMW M Dynamic Performance Control di dalam komputer performa tinggi yang mereka juluki Heart of Joy.

Baterainya tidak main-main. BMW memakai teknologi Gen6. Selnya berbentuk silinder. Kapasitas bersihnya lebih dari 100 kWh. Sistem ini dibangun di atas arsitektur 800-volt, yang memungkinkannya menelan daya sangat cepat hingga 400 kilowatt (kW) saat dicas. Tidak perlu membuang waktu lama di stasiun pengisian daya.
"Bahkan di era serba listrik, kami meneruskan tradisi M. Menyalurkan inovasi teknologi dan fitur desain langsung dari arena balap ke produksi massal," ujar Franciscus van Meel, Chairman of the Board of Management BMW M GmbH.
Menariknya, BMW mulai bergeser dari serat karbon. Mereka kini memakai komposit serat alami yang lebih ramah lingkungan. Bahan ini dipakai di front splitter, ventilasi kap mesin, sampai diffuser belakang.

Masuk ke kabin, Anda langsung disambut aura sirkuit. Ada empat kursi bucket berbahan kulit Merino dengan paduan dua warna: Bathurst Blue dan Berry Red.
Sabuk pengamannya model lima titik berwarna merah. Setir, panel pintu, dan roll bar dibalut kulit nubuck hitam premium.
BMW tampak sangat percaya diri dengan kelahiran baru ini. Buktinya, mereka membanjiri media massa dengan aset luar biasa detail: menyertakan 144 foto beresolusi tinggi dengan total ukuran 1,13 GB, ditambah rilis dokumen sebesar 125,36 KB. Transparan. Tanpa ada yang ditutupi.
Meski begitu, BMW tetap tidak egois. Bagi Anda pemuja deru knalpot, tidak perlu menangis. BMW tidak berhenti membuat mesin bensin.
Generasi baru M3 dengan mesin murni enam silinder segaris (inline-six) dikabarkan tetap akan lahir. Perkiraannya tahun 2028. Sekitar setahun setelah saudara listriknya mengaspal.
Dunia otomotif memang sedang berubah wujud. Tapi BMW tahu persis cara agar tidak kehilangan arah. Publik menyukai inovasi, tapi mereka lebih menghargai sejarah yang dihormati.
(dan)
Lihat Juga :