Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Minggu, 14 Juni 2026 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Mobil crossover segmen C buatan Vietnam yang dibanderol di bawah 1 miliar VND bersaing ketat untuk menurunkan harga hingga ratusan juta VND.Tekanan persaingan dan upaya menghabiskan stok telah mendorong produsen dan distributor untuk menurunkan harga beberapa model crossover segmen C yang harganya di bawah 1 miliar VND secara drastis, dengan diskon mulai dari puluhan hingga ratusan juta VND.
Salah satu poin penting dalam peraturan Belgia adalah bahwa lisensi yang diberikan di salah satu dari tiga wilayah administratif negara tersebut berlaku di seluruh wilayah. Ini berarti Tesla dapat menerapkan FSD di ketiga wilayah tersebut—Flanders, Wallonia, dan Brussels—setelah menyelesaikan proses persetujuan.
Belgia telah menjadi negara kelima di Uni Eropa (UE) yang mengizinkan Tesla untuk memasok teknologi FSD (Full Self-Driving) yang diawasi, setelah Belanda, Lituania, Estonia, dan Denmark.
Belgia telah menjadi negara kelima di Uni Eropa (UE) yang mengizinkan produsen mobil Elon Musk untuk menawarkan teknologi bantuan mengemudi terawasi (FSD), setelah Belanda, Lituania, Estonia, dan Denmark. Ekspansi ke Belgia ini menandai langkah lain dalam strategi Tesla untuk membawa teknologi bantuan pengemudi canggihnya ke pasar Eropa.
Namun, implementasi FSD di area ini masih bergantung pada peraturan hukum terkait keselamatan lalu lintas, tanggung jawab pengemudi, dan kerangka peraturan untuk teknologi otomatis di jalan umum.
Salah satu poin penting dalam peraturan Belgia adalah bahwa lisensi yang diberikan di salah satu dari tiga wilayah administratif negara tersebut berlaku di seluruh wilayah. Ini berarti Tesla dapat menerapkan FSD di ketiga wilayah tersebut—Flanders, Wallonia, dan Brussels—setelah menyelesaikan proses persetujuan.
Belgia telah menjadi negara kelima di Uni Eropa (UE) yang mengizinkan Tesla untuk memasok teknologi FSD (Full Self-Driving) yang diawasi, setelah Belanda, Lituania, Estonia, dan Denmark.
Belgia telah menjadi negara kelima di Uni Eropa (UE) yang mengizinkan produsen mobil Elon Musk untuk menawarkan teknologi bantuan mengemudi terawasi (FSD), setelah Belanda, Lituania, Estonia, dan Denmark. Ekspansi ke Belgia ini menandai langkah lain dalam strategi Tesla untuk membawa teknologi bantuan pengemudi canggihnya ke pasar Eropa.
Namun, implementasi FSD di area ini masih bergantung pada peraturan hukum terkait keselamatan lalu lintas, tanggung jawab pengemudi, dan kerangka peraturan untuk teknologi otomatis di jalan umum.
(wbs)
Lihat Juga :