Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Senin, 22 Juni 2026 - 10:35 WIB
loading...
Freelander 8 hadir sebagai bukti nyata ambisi besar kolaborasi Inggris-China dalam merajai pasar SUV premium masa depan. Foto: JLR
A
A
A
JAKARTA - Ini kali pertama nama Freelander kembali mengaspal. Resmi. Namanya: Freelander 8.
SUV kotak nan gagah ini baru saja unjuk gigi. Di pameran otomotif Beijing 2026. Mengikuti jejak Concept 97 yang muncul akhir Maret lalu.
Ia bukan sekadar mobil baru. Ini anak sulung dari perkawinan dua raksasa: Chery dan Jaguar Land Rover (JLR). Di China sana. JLR yang pegang kuas desain. Chery yang meracik mesin dan sasisnya.
Desainnya sangat khas. Lampu depan animasinya diubah jadi lebih praktis. Punya pilar-C diagonal yang melegenda. Kalau dilihat, ada aura Discovery 4 di sekujur tubuhnya. Cukup banyak body cladding di bagian bawah. Khas petarung lapangan.
Tapi intinya ada di balik kap. Freelander 8 memakai arsitektur E0X milik Chery. Berbasis Range Extended Electric Vehicle (EREV). Sistem kelistrikannya tegangan tinggi: 800-volt.
![Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!]()
Baterainya disuplai raksasa CATL. Kapasitasnya 60.331 kWh. Hebatnya, ia mendukung pengisian daya 6C. Mampu menenggak listrik hingga puncaknya di 350 kW. Berkat ini, ia bisa melaju sejauh 221 kilometer murni pakai listrik. Tanpa bensin setetes pun.
Mesin bensinnya kecil. Hanya 1.5T. Bertenaga 115 kW. Tugasnya cuma satu: jadi genset. Sebagai penambah jarak tempuh ketika baterai mulai menipis. Pengaturan suhu dan energinya sangat efisien, terutama saat pengisian daya cepat.
![Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!]()
Di medan berat? Jangan ragukan. Ia dibekali sistem cerdas i-ATS. Disempurnakan oleh peranti lunak Huawei. Traksinya diatur tiga gardan pengunci: kunci mekanis di depan, limited-slip elektronik di belakang, dan pengunci virtual di tengah. Suspensinya udara. Ruang ganda tertutup. Siap libas segala medan, naik dan turun sesuai topografi.
Di dalam kabin, kemewahan terasa kental. Layar ganda melintang penuh di dasbor atas. Ditambah layar infotainment besar di tengah. Tombol fisiknya dibuat menyerupai kristal. Kursinya bisa dilipat jadi berbagai konfigurasi.
![Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!]()
Otak mobil ini super cerdas. Memakai cip komputasi unggulan: Qualcomm Snapdragon 8397. Dari varian Pro, Max, hingga Max+, semuanya dibekali LiDAR 896-baris di atap. Sistem asisten mengemudinya (ADAS) mengandalkan Huawei Qiankun ADS 5. Mobil ini bisa membaca ruang sekitarnya secara otomatis.
Mobil ini gambot. Bobot kotornya mencapai 3.495 kilogram. Tapi pasar menyambutnya dengan sangat antusias. Dari data China EV DataTracker, pengiriman ritel di China hingga Mei 2026 sudah tembus 3.976 unit. Khusus bulan Mei saja laku 997 unit.
Investasi di baliknya sangat fantastis. Mencapai 12 miliar Yuan. Kalau dirupiahkan sekitar Rp30,63 Triliun. Atau setara 1,7758 miliar USD (sekitar Rp31,61 Triliun). Infrastruktur pabrik raksasa disiapkan demi menguasai pangsa pasar lewat platform hybrid yang canggih ini.
Eropa harus bersiap. Setelah dijual resmi di Tiongkok akhir 2026, mobil ini diyakini akan menyerbu Eropa mulai tahun 2028. JLR dan Chery tidak main-main. Bahkan, akan ada enam SUV Freelander baru dalam lima tahun ke depan. Kita tunggu saja kehebohan berikutnya.
SUV kotak nan gagah ini baru saja unjuk gigi. Di pameran otomotif Beijing 2026. Mengikuti jejak Concept 97 yang muncul akhir Maret lalu.
Ia bukan sekadar mobil baru. Ini anak sulung dari perkawinan dua raksasa: Chery dan Jaguar Land Rover (JLR). Di China sana. JLR yang pegang kuas desain. Chery yang meracik mesin dan sasisnya.
Desainnya sangat khas. Lampu depan animasinya diubah jadi lebih praktis. Punya pilar-C diagonal yang melegenda. Kalau dilihat, ada aura Discovery 4 di sekujur tubuhnya. Cukup banyak body cladding di bagian bawah. Khas petarung lapangan.
Tapi intinya ada di balik kap. Freelander 8 memakai arsitektur E0X milik Chery. Berbasis Range Extended Electric Vehicle (EREV). Sistem kelistrikannya tegangan tinggi: 800-volt.

Baterainya disuplai raksasa CATL. Kapasitasnya 60.331 kWh. Hebatnya, ia mendukung pengisian daya 6C. Mampu menenggak listrik hingga puncaknya di 350 kW. Berkat ini, ia bisa melaju sejauh 221 kilometer murni pakai listrik. Tanpa bensin setetes pun.
Mesin bensinnya kecil. Hanya 1.5T. Bertenaga 115 kW. Tugasnya cuma satu: jadi genset. Sebagai penambah jarak tempuh ketika baterai mulai menipis. Pengaturan suhu dan energinya sangat efisien, terutama saat pengisian daya cepat.

Di medan berat? Jangan ragukan. Ia dibekali sistem cerdas i-ATS. Disempurnakan oleh peranti lunak Huawei. Traksinya diatur tiga gardan pengunci: kunci mekanis di depan, limited-slip elektronik di belakang, dan pengunci virtual di tengah. Suspensinya udara. Ruang ganda tertutup. Siap libas segala medan, naik dan turun sesuai topografi.
Di dalam kabin, kemewahan terasa kental. Layar ganda melintang penuh di dasbor atas. Ditambah layar infotainment besar di tengah. Tombol fisiknya dibuat menyerupai kristal. Kursinya bisa dilipat jadi berbagai konfigurasi.

Otak mobil ini super cerdas. Memakai cip komputasi unggulan: Qualcomm Snapdragon 8397. Dari varian Pro, Max, hingga Max+, semuanya dibekali LiDAR 896-baris di atap. Sistem asisten mengemudinya (ADAS) mengandalkan Huawei Qiankun ADS 5. Mobil ini bisa membaca ruang sekitarnya secara otomatis.
Mobil ini gambot. Bobot kotornya mencapai 3.495 kilogram. Tapi pasar menyambutnya dengan sangat antusias. Dari data China EV DataTracker, pengiriman ritel di China hingga Mei 2026 sudah tembus 3.976 unit. Khusus bulan Mei saja laku 997 unit.
Investasi di baliknya sangat fantastis. Mencapai 12 miliar Yuan. Kalau dirupiahkan sekitar Rp30,63 Triliun. Atau setara 1,7758 miliar USD (sekitar Rp31,61 Triliun). Infrastruktur pabrik raksasa disiapkan demi menguasai pangsa pasar lewat platform hybrid yang canggih ini.
Eropa harus bersiap. Setelah dijual resmi di Tiongkok akhir 2026, mobil ini diyakini akan menyerbu Eropa mulai tahun 2028. JLR dan Chery tidak main-main. Bahkan, akan ada enam SUV Freelander baru dalam lima tahun ke depan. Kita tunggu saja kehebohan berikutnya.
(dan)
Lihat Juga :