Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Minggu, 28 Juni 2026 - 21:32 WIB
loading...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari. FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menanggapi dinamika biaya transportasi harian yang kian mencekik, Chery Indonesia resmi membuat gebrakan baru di pasar otomotif Tanah Air.
Melalui inovasi bertajuk Chery Super Hybrid (CSH), pabrikan ini memperkenalkan lini kendaraan super efisien yang diklaim mampu menekan ongkos energi hingga Rp13 ribuan saja per hari untuk jarak tempuh 40 kilometer.
Menariknya, efisiensi ekstrem ini tetap menjamin daya jelajah maksimum kendaraan di lini CSH hingga melewati angka 1.200 kilometer.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan bahwa Chery ingin menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.
“Di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap biaya mobilitas, Chery ingin berkontribusi dalam menghadirkan solusi efisiensi tanpa mengurangi kenyamanan dan fleksibilitas berkendara. Melalui pilihan lini kendaraan Chery Super Hybrid, kami menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti efisiensi energi terukur, pengalaman berkendara halus, serta daya jelajah lebih panjang” ujar Budi.
![Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari]()
Inovasi Chery Super Hybrid hadir melalui beberapa model, yakni Tiggo C5 CSH, Tiggo Cross CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH. Teknologi tersebut menawarkan dua pendekatan elektrifikasi yang berbeda, yaitu konsep “Weekday EV, Weekend Hybrid” untuk model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan konsep “Save Everyday” pada model Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Budi mengatakan bahwa meningkatnya perhatian masyarakat terhadap biaya transportasi menjadi salah satu alasan perusahaan menghadirkan teknologi hybrid yang lebih efisien.
Berdasarkan simulasi perusahaan dengan asumsi tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh dan harga bahan bakar Rp16.250 per liter, biaya energi harian untuk perjalanan pulang-pergi commuter di weekday sejauh 40 kilometer diperkirakan hanya sekitar Rp13.878 pada Tiggo 8 CSH dan Rp13.073 untuk model Tiggo 9 CSH dengan penggunaan Full EV Mode.
Di sisi lain, bagi konsumen yang menerapkan konsep weekend hybrid mode, rute luar kota dengan jarak 240 kilometer diprediksi menghabiskan dana sekitar Rp159.513 jika menggunakan Tiggo 8 CSH. sementara Tiggo 9 CSH dengan optimasi pengisian daya baterai setiap120 km. Seluruh perjalanan akhir pekan tersebut sepenuhnya bisa mengandalkan tenaga listrik tanpa setetes pun bensin, sehingga pengeluaran energi menjadi sangat ekonomis di angka Rp78.462.
Selain efisien untuk penggunaan harian, kedua model tersebut juga menawarkan daya jelajah yang panjang. Dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.
Untuk penggunaan rata-rata 1.200 kilometer per bulan, biaya energi Tiggo 8 CSH diperkirakan sekitar Rp568.909, sedangkan Tiggo 9 CSH sekitar Rp392.199. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding kendaraan bermesin bensin konvensional yang membutuhkan biaya operasional sekitar Rp1,39 juta per bulan.
Sementara itu, Tiggo Cross CSH sebagai model HEV menawarkan konsumsi bahan bakar sekitar 20 km per liter. Dengan efisiensi tersebut, biaya penggunaan kendaraan untuk perjalanan 40 kilometer per hari diperkirakan sekitar Rp32.500. Dalam penggunaan bulanan sejauh 1.200 kilometer, biaya bahan bakar berada di kisaran Rp975.000.
Tak hanya itu, Tiggo C5 CSH juga menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dengan konsumsi bahan bakar mencapai 20,4 km per liter. Biaya operasional untuk perjalanan harian 40 kilometer diperkirakan hanya sekitar Rp31.863, dengan potensi penghematan hingga Rp441 ribu per bulan dibanding kendaraan bensin konvensional di kelas yang sama.
Melalui inovasi bertajuk Chery Super Hybrid (CSH), pabrikan ini memperkenalkan lini kendaraan super efisien yang diklaim mampu menekan ongkos energi hingga Rp13 ribuan saja per hari untuk jarak tempuh 40 kilometer.
Menariknya, efisiensi ekstrem ini tetap menjamin daya jelajah maksimum kendaraan di lini CSH hingga melewati angka 1.200 kilometer.
Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan bahwa Chery ingin menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.
“Di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap biaya mobilitas, Chery ingin berkontribusi dalam menghadirkan solusi efisiensi tanpa mengurangi kenyamanan dan fleksibilitas berkendara. Melalui pilihan lini kendaraan Chery Super Hybrid, kami menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti efisiensi energi terukur, pengalaman berkendara halus, serta daya jelajah lebih panjang” ujar Budi.

Inovasi Chery Super Hybrid hadir melalui beberapa model, yakni Tiggo C5 CSH, Tiggo Cross CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH. Teknologi tersebut menawarkan dua pendekatan elektrifikasi yang berbeda, yaitu konsep “Weekday EV, Weekend Hybrid” untuk model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan konsep “Save Everyday” pada model Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Budi mengatakan bahwa meningkatnya perhatian masyarakat terhadap biaya transportasi menjadi salah satu alasan perusahaan menghadirkan teknologi hybrid yang lebih efisien.
Berdasarkan simulasi perusahaan dengan asumsi tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh dan harga bahan bakar Rp16.250 per liter, biaya energi harian untuk perjalanan pulang-pergi commuter di weekday sejauh 40 kilometer diperkirakan hanya sekitar Rp13.878 pada Tiggo 8 CSH dan Rp13.073 untuk model Tiggo 9 CSH dengan penggunaan Full EV Mode.
Di sisi lain, bagi konsumen yang menerapkan konsep weekend hybrid mode, rute luar kota dengan jarak 240 kilometer diprediksi menghabiskan dana sekitar Rp159.513 jika menggunakan Tiggo 8 CSH. sementara Tiggo 9 CSH dengan optimasi pengisian daya baterai setiap120 km. Seluruh perjalanan akhir pekan tersebut sepenuhnya bisa mengandalkan tenaga listrik tanpa setetes pun bensin, sehingga pengeluaran energi menjadi sangat ekonomis di angka Rp78.462.
Selain efisien untuk penggunaan harian, kedua model tersebut juga menawarkan daya jelajah yang panjang. Dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.
Untuk penggunaan rata-rata 1.200 kilometer per bulan, biaya energi Tiggo 8 CSH diperkirakan sekitar Rp568.909, sedangkan Tiggo 9 CSH sekitar Rp392.199. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding kendaraan bermesin bensin konvensional yang membutuhkan biaya operasional sekitar Rp1,39 juta per bulan.
Sementara itu, Tiggo Cross CSH sebagai model HEV menawarkan konsumsi bahan bakar sekitar 20 km per liter. Dengan efisiensi tersebut, biaya penggunaan kendaraan untuk perjalanan 40 kilometer per hari diperkirakan sekitar Rp32.500. Dalam penggunaan bulanan sejauh 1.200 kilometer, biaya bahan bakar berada di kisaran Rp975.000.
Tak hanya itu, Tiggo C5 CSH juga menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dengan konsumsi bahan bakar mencapai 20,4 km per liter. Biaya operasional untuk perjalanan harian 40 kilometer diperkirakan hanya sekitar Rp31.863, dengan potensi penghematan hingga Rp441 ribu per bulan dibanding kendaraan bensin konvensional di kelas yang sama.
(wbs)
Lihat Juga :