BBM B50 Resmi Diterapkan, ini Komponen Mobil Diesel yang Wajid Dicek Rutin
Minggu, 05 Juli 2026 - 11:42 WIB
loading...
BBM B50 Resmi Diterapkan, Foto/ CNC
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan resmi meluncurkanBBM B50pada Kamis, 9 Juli 2026 mendatang.Penggunaan bahan bakar B50 berpotensi memiliki dampak pada performa mesin hingga kebutuhan perawatan kendaraan.
Ini terutama pada mesin diesel lama yang belum dirancang untuk kandungan biodiesel tinggi
BBM B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persenbiodieselberbasis minyak nabati dan 50 persen BBM jenis solar.
Kebijakan transisi energi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No.257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel dengan bahan bakar minyak berupa minyak solar sebesar 50% (B50). Regulasi ini berada dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Biodiesel B50 memiliki karakter yang sedikit lebih agresif sehingga komponen karet berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih cepat jika digunakan dalam jangka panjang.
Ia juga mengingatkan pentingnya memantau kondisi sistem injeksi serta pompa bertekanan tinggi pada mesin diesel berteknologi common rail agar sistem bahan bakar tetap bekerja secara optimal.
Selain pemeriksaan komponen, Yannes menyarankan pengguna menjaga kebersihan tangki bahan bakar dan tidak menyimpan B50 terlalu lama agar kualitas bahan bakar tetap terjaga.
Servis rutin di bengkel resmi atau bengkel yang memahami karakteristik biodiesel juga dinilai penting untuk menjaga keandalan kendaraan.
Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal.
Ini terutama pada mesin diesel lama yang belum dirancang untuk kandungan biodiesel tinggi
BBM B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persenbiodieselberbasis minyak nabati dan 50 persen BBM jenis solar.
Kebijakan transisi energi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No.257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel dengan bahan bakar minyak berupa minyak solar sebesar 50% (B50). Regulasi ini berada dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Biodiesel B50 memiliki karakter yang sedikit lebih agresif sehingga komponen karet berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih cepat jika digunakan dalam jangka panjang.
Ia juga mengingatkan pentingnya memantau kondisi sistem injeksi serta pompa bertekanan tinggi pada mesin diesel berteknologi common rail agar sistem bahan bakar tetap bekerja secara optimal.
Selain pemeriksaan komponen, Yannes menyarankan pengguna menjaga kebersihan tangki bahan bakar dan tidak menyimpan B50 terlalu lama agar kualitas bahan bakar tetap terjaga.
Servis rutin di bengkel resmi atau bengkel yang memahami karakteristik biodiesel juga dinilai penting untuk menjaga keandalan kendaraan.
Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal.
(wbs)
Lihat Juga :