Patah As Roda, Obell dan ASC Monster Drift Kunci Gelar Ganda di IDS Bali 2026
Senin, 06 Juli 2026 - 09:33 WIB
loading...
Dua kemenangan beruntun mengantarkan drifter muda ini menyandang status Champion of Bali kelas Pro, meski mobilnya sempat patah as roda di tengah lomba. Foto: pribadi
A
A
A
BALI - Asap dari ban belakang Subaru BRZ bermesin Golen V8 itu masih membekas di Sirkuit Drag Bangli ketika Rofbell Ardante Sahroni, drifter yang akrab disapa Obell, dinyatakan sebagai juara di dua putaran sekaligus.
Dalam ajang Indonesia Drift Series (IDS) Bali 2026 yang berlangsung 4–5 Juli 2026, pembalap dari tim ASC Monster Drift ini menyapu bersih Round 1 dan Round 2 di Kelas Pro, sebuah pencapaian yang langsung ia kunci dengan gelar Champion of Bali.
Pencapaian ini tidak datang dari kompetisi yang lengang. Sekitar 20 drifter terbaik tanah air turun bersaing di lintasan Bangli, dan bagi Obell, ini adalah kali pertama ia tampil di kelas Pro pada ajang IDS Bali. Dari debut itu, ia langsung pulang membawa dua trofi.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih hasil yang sangat baik. Bisa meraih kemenangan di dua round sekaligus menjadi Champion of Bali tentu menjadi kebanggaan buat saya dan seluruh tim ASC Monster Drift. Hasil ini adalah buah dari kerja keras kita bersama," ujar Obell dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Namun kemenangan ganda itu tidak lantas membuatnya berpuas diri. Obell sadar betul bahwa persaingan di kelas Pro punya standar yang jauh lebih tinggi dibanding kelas yang sebelumnya ia jalani.
"Ini baru langkah awal saya di kelas Pro dan persaingannya sangat ketat. Saya tidak ingin cepat puas karena masih banyak hal yang harus kami evaluasi, baik dari performa mobil maupun kemampuan saya sebagai pembalap," lanjutnya.
Perjuangan di Balik Sirkuit yang Pendek tapi Teknikal
Ronald, Manager sekaligus Entrant ASC Monster Drift, punya cerita berbeda ketika ditanya soal jalannya lomba.
Menurutnya, karakter Sirkuit Drag Bangli yang pendek justru menjadi jebakan tersendiri karena tingkat grip aspalnya yang tinggi dan tuntutan teknis yang berat bagi mobil maupun pembalap.
"Sirkuit Bangli memang pendek, tetapi sangat teknikal dengan grip tinggi sehingga cukup menguras performa mobil. Mobil Obell sempat mengalami patah as roda pada Round 2, namun tim berhasil melakukan perbaikan dengan cepat hingga akhirnya bisa kembali bertanding dan meraih kemenangan. Kini kami langsung fokus mempersiapkan Kejurnas berikutnya di Purwokerto," tutup Ronald.
Insiden as roda yang patah di tengah Round 2 itu jadi ujian nyata bagi kesiapan tim kru di paddock. Dalam drifting, waktu perbaikan antarrun sangat terbatas, dan kegagalan memperbaiki kerusakan secepat itu biasanya berarti kehilangan poin atau bahkan tersingkir dari race.
ASC Monster Drift memilih jalan sebaliknya: memperbaiki mobil, mengirim Obell kembali ke lintasan, dan pulang dengan status juara.
Dengan dua gelar dari IDS Bali 2026 di tangan, perhatian tim kini beralih ke agenda berikutnya, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Purwokerto, yang akan menjadi ujian konsistensi Obell setelah start sempurna di kelas Pro musim ini.
Dalam ajang Indonesia Drift Series (IDS) Bali 2026 yang berlangsung 4–5 Juli 2026, pembalap dari tim ASC Monster Drift ini menyapu bersih Round 1 dan Round 2 di Kelas Pro, sebuah pencapaian yang langsung ia kunci dengan gelar Champion of Bali.
Pencapaian ini tidak datang dari kompetisi yang lengang. Sekitar 20 drifter terbaik tanah air turun bersaing di lintasan Bangli, dan bagi Obell, ini adalah kali pertama ia tampil di kelas Pro pada ajang IDS Bali. Dari debut itu, ia langsung pulang membawa dua trofi.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih hasil yang sangat baik. Bisa meraih kemenangan di dua round sekaligus menjadi Champion of Bali tentu menjadi kebanggaan buat saya dan seluruh tim ASC Monster Drift. Hasil ini adalah buah dari kerja keras kita bersama," ujar Obell dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Namun kemenangan ganda itu tidak lantas membuatnya berpuas diri. Obell sadar betul bahwa persaingan di kelas Pro punya standar yang jauh lebih tinggi dibanding kelas yang sebelumnya ia jalani.
"Ini baru langkah awal saya di kelas Pro dan persaingannya sangat ketat. Saya tidak ingin cepat puas karena masih banyak hal yang harus kami evaluasi, baik dari performa mobil maupun kemampuan saya sebagai pembalap," lanjutnya.
Perjuangan di Balik Sirkuit yang Pendek tapi Teknikal
![Patah As Roda, Obell dan ASC Monster Drift Kunci Gelar Ganda di IDS Bali 2026]()
Ronald, Manager sekaligus Entrant ASC Monster Drift, punya cerita berbeda ketika ditanya soal jalannya lomba. 
Menurutnya, karakter Sirkuit Drag Bangli yang pendek justru menjadi jebakan tersendiri karena tingkat grip aspalnya yang tinggi dan tuntutan teknis yang berat bagi mobil maupun pembalap.
"Sirkuit Bangli memang pendek, tetapi sangat teknikal dengan grip tinggi sehingga cukup menguras performa mobil. Mobil Obell sempat mengalami patah as roda pada Round 2, namun tim berhasil melakukan perbaikan dengan cepat hingga akhirnya bisa kembali bertanding dan meraih kemenangan. Kini kami langsung fokus mempersiapkan Kejurnas berikutnya di Purwokerto," tutup Ronald.
Insiden as roda yang patah di tengah Round 2 itu jadi ujian nyata bagi kesiapan tim kru di paddock. Dalam drifting, waktu perbaikan antarrun sangat terbatas, dan kegagalan memperbaiki kerusakan secepat itu biasanya berarti kehilangan poin atau bahkan tersingkir dari race.
ASC Monster Drift memilih jalan sebaliknya: memperbaiki mobil, mengirim Obell kembali ke lintasan, dan pulang dengan status juara.
Dengan dua gelar dari IDS Bali 2026 di tangan, perhatian tim kini beralih ke agenda berikutnya, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Purwokerto, yang akan menjadi ujian konsistensi Obell setelah start sempurna di kelas Pro musim ini.
(dan)
Lihat Juga :