Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Kamis, 09 Juli 2026 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Titik bailik ada di semester dua. GIIAS 2025 jadi panggung BJ30 Hybrid, model yang akhirnya menyumbang 136 unit dari total 278 unit penjualan BAIC selama pameran, hampir separuh dari keseluruhan.
Sampai Oktober 2025, akumulasi wholesales tercatat 533 unit dan retail 514 unit. Tutup tahun, BAIC mendarat di angka retail 677 unit — naik dari 198 unit tahun sebelumnya.
Semester pertama menunjukkan mesin ini mulai jalan — wholesales H1 2026 mencapai 382 unit, naik 91 persen dibanding periode sama tahun lalu, dengan BJ30 menyumbang 56 persen dan BJ40 Plus 32 persen dari total.
Di sinilah T1 masuk — bukan sebagai pelengkap, tapi taruhan strategis
BAIC T1 diluncurkan 9 Juli 2026 sebagai BEV murni pertama merek ini di Indonesia, dengan target 1.000 unit sampai akhir 2026 dan pangsa 16 persen di segmen Premium Hatchback Crossover EV.
Sampai Oktober 2025, akumulasi wholesales tercatat 533 unit dan retail 514 unit. Tutup tahun, BAIC mendarat di angka retail 677 unit — naik dari 198 unit tahun sebelumnya.
2026: Akselerasi lewat T1
BAIC Indonesia tidak main-main dengan target tahun ini. Dhani memasang target 2.018 unit, lonjakan sekitar 200 persen dari 677 unit di 2025, ditopang tiga pilar: tambahan 10 dealer baru, dan produk baru dari Arcfox T1 serta BAIC X1 sebagai lini mobil listrik.Semester pertama menunjukkan mesin ini mulai jalan — wholesales H1 2026 mencapai 382 unit, naik 91 persen dibanding periode sama tahun lalu, dengan BJ30 menyumbang 56 persen dan BJ40 Plus 32 persen dari total.
Di sinilah T1 masuk — bukan sebagai pelengkap, tapi taruhan strategis
BAIC T1 diluncurkan 9 Juli 2026 sebagai BEV murni pertama merek ini di Indonesia, dengan target 1.000 unit sampai akhir 2026 dan pangsa 16 persen di segmen Premium Hatchback Crossover EV.
Lihat Juga :