Ada Banyak Alasan Volkswagen Segera Membuang Bugatti
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini yang paling penting adalah bagaimana menyiapkan diri untuk transisi ke elektrifikasi," ucap Herbert Diess, Volkwagen CEO.
![Ada Banyak Alasan Volkswagen Segera Membuang Bugatti]()
Tapi itu bukan satu-satunya yang membuat Volkswagen AG ingin meninggalkan Bugatti. Selain kesulitan beradaptasi dengan peraturan emisi, Volkswagen AG sepertinya sudah merasa cukup bekerjasama dengan Bugatti. Pasalnya sejak bergabung dengan Volkswagen AG pada 1998 sama sekali tidak ada alih teknologi antara Bugatti dan Volkswagen AG.
Mesin-mesin dan platform yang dibuat oleh Buggati sama sekali tidak pernah applicable dengan merek-merek lain yang ada di naungan grup Volkswagen seperti Volkswagen, Porsche, Audi, Lamborghini, dan Skoda. Ini jauh berbeda dengan Lamborghini dimana Lamborghini memberikan pasokan mesin Lamborghini untuk mobil Audi R8.
Memang Bugatti selalu berhasil membuat inovasi baru dan produk-produk terbatas yang sangat ekslusif. Hanya saja itu sama sekali tidak membantu Volkswagen AG secara group.
Kehadiran Bugatti alih-alih malah membuat Volkswagen kesulitan meningkatkan valuasi merek mereka. Saat ini Volkswagen AG memang merupakan brand otomotif yang paling laris di dunia. Hanya saja secara valuasi nilai merek, mereka justru kalah jauh dengan Toyota yang justru kalah dari segi penjualan mobil.
Automotive News Europe menyebutkan valuasi merek Volkswagen AG berada di angka 78 miliar Euro atau setara Rp134,4 triliun.Nilai ini sangat jauh jika dibandingkan Toyota dengan nilai valuasi merek USD187 miliar atau setara Rp2.710 triliun.

Tapi itu bukan satu-satunya yang membuat Volkswagen AG ingin meninggalkan Bugatti. Selain kesulitan beradaptasi dengan peraturan emisi, Volkswagen AG sepertinya sudah merasa cukup bekerjasama dengan Bugatti. Pasalnya sejak bergabung dengan Volkswagen AG pada 1998 sama sekali tidak ada alih teknologi antara Bugatti dan Volkswagen AG.
Mesin-mesin dan platform yang dibuat oleh Buggati sama sekali tidak pernah applicable dengan merek-merek lain yang ada di naungan grup Volkswagen seperti Volkswagen, Porsche, Audi, Lamborghini, dan Skoda. Ini jauh berbeda dengan Lamborghini dimana Lamborghini memberikan pasokan mesin Lamborghini untuk mobil Audi R8.
Memang Bugatti selalu berhasil membuat inovasi baru dan produk-produk terbatas yang sangat ekslusif. Hanya saja itu sama sekali tidak membantu Volkswagen AG secara group.
Kehadiran Bugatti alih-alih malah membuat Volkswagen kesulitan meningkatkan valuasi merek mereka. Saat ini Volkswagen AG memang merupakan brand otomotif yang paling laris di dunia. Hanya saja secara valuasi nilai merek, mereka justru kalah jauh dengan Toyota yang justru kalah dari segi penjualan mobil.
Automotive News Europe menyebutkan valuasi merek Volkswagen AG berada di angka 78 miliar Euro atau setara Rp134,4 triliun.Nilai ini sangat jauh jika dibandingkan Toyota dengan nilai valuasi merek USD187 miliar atau setara Rp2.710 triliun.
Lihat Juga :