Menristek dan GIPA Ajak Anak-Anak Indonesia Berkarir di Artificial Intelligence
Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
Going Global Series ini kemudian dibuka oleh Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D., Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang mengapresiasi adanya forum ini yang sejalan dengan Strategi Nasional AI yang baru dipublikasikan. Menristek menegaskan krusialnya inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan mensukseskan visi Indonesia maju dalam mencapai negara berpenghasilan tinggi sebelum tahun 2045.
Dengan meningkatnya perkembangan teknologi AI di Indonesia, Prof. Bambang menekankan bahwa lebih dari sebelumnya, kehadiran para profesional dan eksekutif yang mahir di bidang teknologi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan transformasi digital di berbagai industri di Indonesia. Mantan Kepala Bappenas ini berharap kontribusi komunitas profesional mancanegara dalam 5 bidang prioritias yakni; (i) kesehatan; (ii) reformasi birokrasi; (iii) pendidikan dan riset; (iv) ketahanan pangan; dan (v) mobilitas dan kota cerdas.
![Menristek dan GIPA Ajak Anak-Anak Indonesia Berkarir di Artificial Intelligence]()
Nurvirta Monarizqa (Mona) menuturkan kisah perjalanannya sebelum menjadi Data Scientist di Microsoft, Seattle. Mona yang mendapat gelar pascasarjananya dari New York University bercerita bahwa dalam mencari kerja, kegigihan sangat penting karena dia pun dulunya mengirim lamaran ke ratusan pekerjaan.
Bahkan seiring dia melamar dan melakukan interview, dia menyadari bahwa kesulitan utamanya bukanlah di kemampuan teknis, namun di rasa percaya diri. Oleh sebab itu, Mona memutuskan untuk bekerja selama 3 tahun di perusahaan yang lebih kecil dahulu di mana dia mengasah soft-skills dan tingkat percaya dirinya dengan berinteraksi langsung dengan berbagai klien, sebelum kemudian berpindah ke Microsoft.
''Mencari pekerjaan itu tentu tidak mudah, namun disinilah pentingnya kita bersikap ulet dan terus mempersiapkan diri sebaik mungkin, tanpa melupakan resume maupun proses interview yang ada.'' ujar Mona.
Sementara itu, Kartina Saifuddin (Wina), seorang Senior Vice President di Citi, New York memberi kilas balik kepada pengalamannya bekerja dan berkembang secara profesional. “Satu hal yang terus konsisten selama saya bekerja adalah pentingnya pikiran yang terbuka dan kemauan belajar,” tukas Wina yang sekarang memimpin tim manajemen data di salah satu bank terbesar di Amerika Serikat tersebut.
![Menristek dan GIPA Ajak Anak-Anak Indonesia Berkarir di Artificial Intelligence]()
Dia pun bercerita bahwa perkembangan karirnya, dari mendapat gelar matematika dan ekonomi, bekerja di manajemen resiko, hingga sekarang hanya bisa terjadi karena dia memiliki rasa ingin tahu yang kuat. ‘Saya ingin tantangan yang baru dan keterampilan yang akan masih relevan 20 tahun kedepan nanti’, ujar Wina. Selain itu, membuat hubungan dan mencari mentor yang baik sedini mungkin juga penting untuk mendapat masukan dari orang-orang yang telah sebelumnya melewati proses yang ingin kita lalui.
Dengan meningkatnya perkembangan teknologi AI di Indonesia, Prof. Bambang menekankan bahwa lebih dari sebelumnya, kehadiran para profesional dan eksekutif yang mahir di bidang teknologi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan transformasi digital di berbagai industri di Indonesia. Mantan Kepala Bappenas ini berharap kontribusi komunitas profesional mancanegara dalam 5 bidang prioritias yakni; (i) kesehatan; (ii) reformasi birokrasi; (iii) pendidikan dan riset; (iv) ketahanan pangan; dan (v) mobilitas dan kota cerdas.

Nurvirta Monarizqa (Mona) menuturkan kisah perjalanannya sebelum menjadi Data Scientist di Microsoft, Seattle. Mona yang mendapat gelar pascasarjananya dari New York University bercerita bahwa dalam mencari kerja, kegigihan sangat penting karena dia pun dulunya mengirim lamaran ke ratusan pekerjaan.
Bahkan seiring dia melamar dan melakukan interview, dia menyadari bahwa kesulitan utamanya bukanlah di kemampuan teknis, namun di rasa percaya diri. Oleh sebab itu, Mona memutuskan untuk bekerja selama 3 tahun di perusahaan yang lebih kecil dahulu di mana dia mengasah soft-skills dan tingkat percaya dirinya dengan berinteraksi langsung dengan berbagai klien, sebelum kemudian berpindah ke Microsoft.
''Mencari pekerjaan itu tentu tidak mudah, namun disinilah pentingnya kita bersikap ulet dan terus mempersiapkan diri sebaik mungkin, tanpa melupakan resume maupun proses interview yang ada.'' ujar Mona.
Sementara itu, Kartina Saifuddin (Wina), seorang Senior Vice President di Citi, New York memberi kilas balik kepada pengalamannya bekerja dan berkembang secara profesional. “Satu hal yang terus konsisten selama saya bekerja adalah pentingnya pikiran yang terbuka dan kemauan belajar,” tukas Wina yang sekarang memimpin tim manajemen data di salah satu bank terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Dia pun bercerita bahwa perkembangan karirnya, dari mendapat gelar matematika dan ekonomi, bekerja di manajemen resiko, hingga sekarang hanya bisa terjadi karena dia memiliki rasa ingin tahu yang kuat. ‘Saya ingin tantangan yang baru dan keterampilan yang akan masih relevan 20 tahun kedepan nanti’, ujar Wina. Selain itu, membuat hubungan dan mencari mentor yang baik sedini mungkin juga penting untuk mendapat masukan dari orang-orang yang telah sebelumnya melewati proses yang ingin kita lalui.
Lihat Juga :