Hummer, Terkenal karena Perang Tenggelam karena Perang
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Hanya saja angin justru cepat berbalik. Perang Irak yang diinisiasi oleh Presiden ke-43 Amerika Serikat, George W Bush justru berimbas pada krisis finansial yang terjadi pada 2003. Akibat krisis itu warga Amerika Serikat terbelah. Banyak orang yang tidak setuju dengan perang itu dan mengakibatkan patriotisme terkikis. Hummer, mobil super boros bahan bakar itu menjelma jadi representasi borosnya Amerika Serikat dalam menggunakan anggaran negara. "Mobil itu jadi simbol akan kekacauan yang terjadi di Amerika," jelas Matt.
Saat itu memiliki Hummer tidak seperti dulu lagi. Pemiliknya merasa was-was karena mobilnya bisa dirusak karena banyak yang tidak senang dengan perang. Aktivis lingkungan bahkan memanfaatkan momen itu dengan melabel mobil itu sebagai monster polusi karena borosnya bahan bakar yang digunakan.
Hummer memang benar-benar jadi korban dalam arti yang sebenarnya. Krisis membuat harga bahan bakar membubung tinggi. Memiliki mobil itu sama saja bunuh diri karena biaya bahan bakar yang tidak masuk akal. Penjualan pun menurun drastis yang memaksa General Motors mencari cara menyelamatkan mobil itu.
Mereka kemudian mencoba menjualnya ke China, tepatnya sebuah perusahaan bernama Tengzhong. Hanya saja upaya itu gagal total. Seiring pailitnya General Motors pada 209, Hummer pun berhenti produksi. Tidak ada satu pun keputusan resmi dikeluarkan oleh General Motors mengenai produksi mobil itu. Hummer seolah menghilang tanpa kabar.
Satu dekade berselang, General Motors tiba-tiba mengangkat kembali nama Hummer. Uniknya kali ini mereka justru menghadirkan Hummer dalam sosok yang berbeda yakni mobil listrik. Hal ini menjadi tanda tanya besar karena memang Hummer bukanlah mobil yang dibuat untuk peka pada lingkungan.
Hanya saja hal itu memang jadi cara yang paling mujarab buat General Motors dalam menjual kembali Hummer. Sulit buat General Motors membawa mobil itu masuk ke dalam segmen mobil SUV premium. Pasalnya di kolam itu sudah ada mobil SUV yang supermewah seperti Bentley Bentayga, Rolls-Royce Cullinan, Lamborghini Urus dan Jaguar i-Pace. "Yang mereka bisa lakukan adalah membawa mobil ini ke segmen baru dimana persaingannya masih terbuka," terang Matt.
Lagipula ini merupakan kesempatan buat General Motors mengubah stigma Hummer dari monster polusi menjadi monster yang peduli lingkungan. Lagipula mengandalkan patriotisme sepertinya sudah usang mengingat pemerintahan Amerika Serikat saat ini juga sedang berada dalam polarisasi yang kuat. Jadi kita tunggu saja besok akan seperti apa Hummer listrik itu?
Saat itu memiliki Hummer tidak seperti dulu lagi. Pemiliknya merasa was-was karena mobilnya bisa dirusak karena banyak yang tidak senang dengan perang. Aktivis lingkungan bahkan memanfaatkan momen itu dengan melabel mobil itu sebagai monster polusi karena borosnya bahan bakar yang digunakan.
Hummer memang benar-benar jadi korban dalam arti yang sebenarnya. Krisis membuat harga bahan bakar membubung tinggi. Memiliki mobil itu sama saja bunuh diri karena biaya bahan bakar yang tidak masuk akal. Penjualan pun menurun drastis yang memaksa General Motors mencari cara menyelamatkan mobil itu.
Mereka kemudian mencoba menjualnya ke China, tepatnya sebuah perusahaan bernama Tengzhong. Hanya saja upaya itu gagal total. Seiring pailitnya General Motors pada 209, Hummer pun berhenti produksi. Tidak ada satu pun keputusan resmi dikeluarkan oleh General Motors mengenai produksi mobil itu. Hummer seolah menghilang tanpa kabar.
Satu dekade berselang, General Motors tiba-tiba mengangkat kembali nama Hummer. Uniknya kali ini mereka justru menghadirkan Hummer dalam sosok yang berbeda yakni mobil listrik. Hal ini menjadi tanda tanya besar karena memang Hummer bukanlah mobil yang dibuat untuk peka pada lingkungan.
Hanya saja hal itu memang jadi cara yang paling mujarab buat General Motors dalam menjual kembali Hummer. Sulit buat General Motors membawa mobil itu masuk ke dalam segmen mobil SUV premium. Pasalnya di kolam itu sudah ada mobil SUV yang supermewah seperti Bentley Bentayga, Rolls-Royce Cullinan, Lamborghini Urus dan Jaguar i-Pace. "Yang mereka bisa lakukan adalah membawa mobil ini ke segmen baru dimana persaingannya masih terbuka," terang Matt.
Lagipula ini merupakan kesempatan buat General Motors mengubah stigma Hummer dari monster polusi menjadi monster yang peduli lingkungan. Lagipula mengandalkan patriotisme sepertinya sudah usang mengingat pemerintahan Amerika Serikat saat ini juga sedang berada dalam polarisasi yang kuat. Jadi kita tunggu saja besok akan seperti apa Hummer listrik itu?
(wsb)
Lihat Juga :