Gocek Indonesia, Tesla Tergiur Rayuan Maut India

Rabu, 28 Oktober 2020 - 21:01 WIB
loading...
Gocek Indonesia, Tesla Tergiur Rayuan Maut India
Pabrik Mobil Tesla di AMerika Serikat. FOTO/ IST
A A A
NEW DELHI - Kabar Tesla berniat mendirikan pabrik di Indonesia membuat Pemerintah negara bagian Maharashtra di India bergerak cepat melakukan pembicaraan dengan Tesla untuk berinvestasi di sana. BACA JUGA - Batal Dibunuh, Honda Siap Ubah Total Bentuk NSX Jadi SUV

Menurut tweet yang dikirim oleh Menteri Pariwisata Maharashtra Aaditya Thackerray, dia dan Menteri Perindustrian Subhash Desai telah melakukan panggilan video untuk membahas investasi di negara bagian tersebut.(Baca juga: TCL Patenkan Handphone Penuh Gaya dengan Kamera Bersembunyi di dalam Layar )

“Malam ini, saya berkesempatan untuk berpartisipasi dalam video call dengan Minister @Subhash Desai ji dan Tesla untuk mengundang mereka datang ke Maharashtra. Kehadiran saya tidak hanya untuk investasi, tapi saya yakin dengan kelistrikan dan mobilitas yang berkelanjutan, ”tulisnya.

Seperti dilansir dari xedong, Tesla saat ini sedang dalam tahap awal negosiasi dengan departemen industri pemerintah negara bagian Kartanaka untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan di Bengaluru.

“Tesla telah menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam pembangunan pusat R&D di Kartanaka. Namun pembicaraan masih dalam tahap awal, ”lapor media.

Perkembangan tersebut terjadi setelah Chief Executive Officer Tesla Elon Musk mengungkapkan niatnya untuk membawa kendaraan Tesla ke pasar India pada Januari 2021.

"Kami mungkin akan memberikan konfigurasi pemesanan pada Januari," kata Musk.

Reuters melaporkan, pemerintah Indonesia tengah dalam diskusi awal dengan produsen kendaraan listrik Tesla Inc. Mereka membicarakan potensi investasi penambangan nikel.

Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ingin mengembangkan rantai pasokan penuh nikel untuk rumah. Terutama untuk mengekstraksi bahan kimia baterai, membuat baterai, dan pada akhirnya membuat kendaraan listrik.

Indonesia sendiri telah menghentikan ekspor biji nikel yang belum diolah untuk mendukung investasi di industri dalam negeri.

Ayodhia Kalake, pejabat senior di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, mengatakan, Tesla telah menghubungi pemerintah secara informal tentang kemungkinan usaha. Hanya dia tidak merinci kemungkinan investasi apa yang akan dilakukan Tesla di sini.

“Itu masih diskusi awal dan belum detail,” kata Ayodhia di Jakarta, dilansir dari laman Reuters

“Kami perlu diskusi lebih lanjut dengan Tesla ,” katanya seraya menambahkan Indonesia memiliki sejumlah insentif untuk investasi EV (kendaraan listrik).
(wbs)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1410 seconds (10.177#12.26)