Testimoni Pemilik Dealer India yang Ngamuk ke Harley-Davidson Bikin Nangis, Ini Cerita Lengkapnya
Sabtu, 14 November 2020 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Memang Harley-Davidson telah bertemu dengan dirinya untuk memberikan kompensasi. Hanya saja kompensasi yang mereka tawarkan seperti meledek dirinya karena jumlahnya yang tidak masuk akal. "Bahkan lebih kecil dibandingkan biaya pesta yang saya keluarkan saat membuka dealer," katanya.
Kekecewaan para dealer juga makin memuncak karena tiba-tiba setelah memutuskan cabut dari India, Harley-Davidson justru mengadakan kerjasama dengan Hero Motocorp yang akan menjual Harley-Davidson di dealer-dealer mereka. Kesepakatan itu membuat mereka tidak mendapatkan kompensasi sama sekali. Hal inilah yang membuat mereka semakin kecewa.
Rasa marah dan kecewa itulah yang membuat mereka ingin membawa Harley-Davidson ke meja hijau jika tidak ingin membayar kompensasi dengan benar. Selain itu sebagian besar mereka melihat perluna undang-undang yang jelas tentang bisnis franchise di India agar peristiwa cabutnya Harley-Davidson yang merugikan para investor tidak terulang lagi.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menemukan proteksi yang baik dalam bisnis franchise, jadi perusahaan franchise tidak merugikan investor lokal tanpa rasa bersalah," ucap Vinkesh Gulati, Presiden FADA.
Dia mengatakan seluruh pemilik dealer Harley-Davidson di India diperkirakan telah menggelontorkan investasi sebesar Rs 200 crore atau setara Rp376,9 miliar. "Dengan jumlah sebesar itu mereka harusnya mendapatkan proteksi. Kami akan berusaha menjembatani masalah ini melalui banyak saluran. Ini jadi hal yang sangat sensitif, hari ini mungkin soal Harley-Davison, ke depannya bisa jadi pihak lain," pungkash Vinkesh Gulati.
Kekecewaan para dealer juga makin memuncak karena tiba-tiba setelah memutuskan cabut dari India, Harley-Davidson justru mengadakan kerjasama dengan Hero Motocorp yang akan menjual Harley-Davidson di dealer-dealer mereka. Kesepakatan itu membuat mereka tidak mendapatkan kompensasi sama sekali. Hal inilah yang membuat mereka semakin kecewa.
Rasa marah dan kecewa itulah yang membuat mereka ingin membawa Harley-Davidson ke meja hijau jika tidak ingin membayar kompensasi dengan benar. Selain itu sebagian besar mereka melihat perluna undang-undang yang jelas tentang bisnis franchise di India agar peristiwa cabutnya Harley-Davidson yang merugikan para investor tidak terulang lagi.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menemukan proteksi yang baik dalam bisnis franchise, jadi perusahaan franchise tidak merugikan investor lokal tanpa rasa bersalah," ucap Vinkesh Gulati, Presiden FADA.
Dia mengatakan seluruh pemilik dealer Harley-Davidson di India diperkirakan telah menggelontorkan investasi sebesar Rs 200 crore atau setara Rp376,9 miliar. "Dengan jumlah sebesar itu mereka harusnya mendapatkan proteksi. Kami akan berusaha menjembatani masalah ini melalui banyak saluran. Ini jadi hal yang sangat sensitif, hari ini mungkin soal Harley-Davison, ke depannya bisa jadi pihak lain," pungkash Vinkesh Gulati.
(wsb)
Lihat Juga :