Toyota Dihukum Rp2,4 Triliun karena Langgar Peraturan Emisi

Senin, 18 Januari 2021 - 23:00 WIB
loading...
Toyota Dihukum Rp2,4...
Toyota lebih banyak mengembangkan mobil hibrida ketimbang mobil listrik untuk peduli lingkungan. Foto/IST
A A A
CALIFORNIA - Toyota Amerika baru-baru ini dihukum oleh badan perlindungan lingkungan atau Environmental Protection Agency (EPA) karena melanggar peraturan emisi. Tidak main-main Toyota diwajibkan membayar denda sebesar USD180 juta atau setara Rp2,4 triliun karena secara sengaja tidak melaporkan kepada EPA potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh emisi kendaraan yang mereka buat.Baca juga : Chevrolet Corvette Sukses Jadi Mobil Sport Paling Laris di 2020

Kumulasi denda itu terjadi karena menurut EPA, Toyota kerap menunda pelaporan dalam jangka waktu yang sangat lama yakni mulai dari 2005 hingga 2015. Uniknya menurut EPA penundaan itu justru diketahui oleh Toyota Amerika dan kantor pusat Toyota di Jepang, Toyota Motor Corp.

Sementara Toyota mengatakan keterlambatan ini bukan dilakukan dengan sengaja. Menurut perwakilan Toyota, seperti dikutip dari CNET, keterlambatan terjadi karena adanya gap pada proses pelaporan yang dibutuhkan oleh EPA. "Selama berupaya menemukan masalah tersebut, kami berusaha menyiapkan laporan yang lebih lenkap berikut hal-hal yang dibutuhkan dalam pelaporan," ujar perwakilan Toyota.

Lebih lanjut Toyota mengaku, meskipun tidak memberikan laporan kepada EPA, perusahaan mobil Jepang itu selalu memberitahukan informasi terkait emisi kepada pelanggan dan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Termasuk mengenai potensi recall akibat pelanggaran emisi.Baca juga : Skutik Listrik Buatan Singapura Tampil Futuristik

Namun apa pun alasannya, Toyota siap untuk membayar denda sebesar Rp2,4 triliun. "Sayangnya, kami memahami bhwa protokol pelaporan yang kami siapkan justru malah tidak memenuhi standar tinggi yang kami butuhkan. Dan kami siap untuk menyelesaikan masalah ini," ucap perwakilan Toyota.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
China Pamer Senjata...
China Pamer Senjata Laser Portabel yang Dipasang di Mobil Pickup
PULS Peluncur Roket...
PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata
Toyota Pangkas Produksi...
Toyota Pangkas Produksi Sebanyak 38.000 Kendaraan Akibat Perang AS dan Iran
Gara-gara Ukraina, AS...
Gara-gara Ukraina, AS Ogah Gunakan Sistem Altileri Swa-Gerak di Iran
Harga Bensin Melonjak,...
Harga Bensin Melonjak, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Rekomendasi
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved