Jalan Terjal Tesla di India Mirip dengan Masalah di Indonesia
Sabtu, 23 Januari 2021 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
CEO Tesla, Elon Musk, sendiri menyatakan keprihatinannya tentang pajak impor mobil yang tinggi di India. Berbeda dengan India, China menjual 1,25 juta kendaraan penumpang energi baru, termasuk EV, pada 2020 dari total penjualan 20 juta unit.
Tesla adalah pemain utama di China, yang tahun lalu menyumbang lebih dari sepertiga penjualan global produsen mobil, menurut JATO Dynamics, dan di mana dia juga memiliki pabrik.
Daniel Ives dari Wedbush Securities yang berbasis di AS, mengatakan, dalam 7-8 tahun, India dapat menyumbang 5% dari total penjualan Tesla. "Kunci suksesnya adalah manufaktur lokal," katanya.
"Ini masalah kapan, bukan jika, mereka membangun pabrik di India," kata Ives, menambahkan bahwa membangun rantai pasokan lokal akan menjadi upaya bertahun-tahun.
“India adalah tempat yang potensial dan Tesla tidak ingin terlambat ke pertandingan,” pungkasnya.
Kondisi di India mirip dengan tantangan pemain mobil listrik di Indonesia. Pemerintah sendiri tengah merayu industri EV masuk ke Tanah Air dengan sejumlah regulasi yang dianggap ramah investor.
Soal infrastruktur, Indonesia mirip dengan India di mana lalu lintasnya sangat padat sehingga bisa mengenyampingkan teknologi otonom mahal yang dibawa Tesla atau pabrikan otomotif lainnya. Nilai lebihnya, Indonesia punya sumber daya alam untuk dimanfaatkan sebagai baterai EV. Baca juga: UEA Borong 50 Jet F-35 dan 18 Drone, AS Raup Rp324 Triliun
Tesla adalah pemain utama di China, yang tahun lalu menyumbang lebih dari sepertiga penjualan global produsen mobil, menurut JATO Dynamics, dan di mana dia juga memiliki pabrik.
Daniel Ives dari Wedbush Securities yang berbasis di AS, mengatakan, dalam 7-8 tahun, India dapat menyumbang 5% dari total penjualan Tesla. "Kunci suksesnya adalah manufaktur lokal," katanya.
"Ini masalah kapan, bukan jika, mereka membangun pabrik di India," kata Ives, menambahkan bahwa membangun rantai pasokan lokal akan menjadi upaya bertahun-tahun.
“India adalah tempat yang potensial dan Tesla tidak ingin terlambat ke pertandingan,” pungkasnya.
Kondisi di India mirip dengan tantangan pemain mobil listrik di Indonesia. Pemerintah sendiri tengah merayu industri EV masuk ke Tanah Air dengan sejumlah regulasi yang dianggap ramah investor.
Soal infrastruktur, Indonesia mirip dengan India di mana lalu lintasnya sangat padat sehingga bisa mengenyampingkan teknologi otonom mahal yang dibawa Tesla atau pabrikan otomotif lainnya. Nilai lebihnya, Indonesia punya sumber daya alam untuk dimanfaatkan sebagai baterai EV. Baca juga: UEA Borong 50 Jet F-35 dan 18 Drone, AS Raup Rp324 Triliun
(iqb)
Lihat Juga :