Royal Enfield, Aura Klasik, Value for Money hingga Dimodifikasi Presiden Jokowi
Senin, 15 Februari 2021 - 21:23 WIB
loading...
Royal Enfield Meteor 350 merupakan amunisi baru Royal Enfield guna menggoda konsumen di Indonesia. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Merek sepeda motor Royal Enfield bukan nama yang asing bagi penggemar sepeda motor besar. Motor berdarah Inggris yang diproduksi di India itu merupakan salah satu motor penting di dunia karena kekayaan sejarahnya.Baca juga : Ini Gambar Rekayasa Honda HR-V Baru yang Diluncurkan 18 Februari Nanti
Royald Enfield yang berusia lebih dari 100 tahun sangat kental dengan sejarah perang. Di mana motor ini pernah terlibat dalam Perang Dunia I (PD I) dan Perang Dunia II (PD II). Pertama kali diproduksi pada 1901 di Redditch, lnggris, perusahaan tersebut hingga kini masih mempertahankan ciri khas sepeda motor klasik.
![Royal Enfield, Aura Klasik, Value for Money hingga Dimodifikasi Presiden Jokowi]()
Ciri khas klasik itulah yang membuat Royal Enfield begitu digemari. Makki Omar Parikesit, atau akrab disapa Makki Ungu itu mengakui jatuh cinta pada Royal Enfield karena memang desain dan aura klasik yang sangat kuat di Royal Enfield.
Basis grup musik Ungu itu mengaku kenal dengan Royal Enfield ketika kuliah di Amerika Serikat. Saat itu dia jatuh cinta dengan motor berdesain klasik. Masalahnya dia sama sekali tidak mengeri masalah mesin motor jadi dia merasa was-was jika membeli motor-motor klasik yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun.
Royald Enfield yang berusia lebih dari 100 tahun sangat kental dengan sejarah perang. Di mana motor ini pernah terlibat dalam Perang Dunia I (PD I) dan Perang Dunia II (PD II). Pertama kali diproduksi pada 1901 di Redditch, lnggris, perusahaan tersebut hingga kini masih mempertahankan ciri khas sepeda motor klasik.

Ciri khas klasik itulah yang membuat Royal Enfield begitu digemari. Makki Omar Parikesit, atau akrab disapa Makki Ungu itu mengakui jatuh cinta pada Royal Enfield karena memang desain dan aura klasik yang sangat kuat di Royal Enfield.
Basis grup musik Ungu itu mengaku kenal dengan Royal Enfield ketika kuliah di Amerika Serikat. Saat itu dia jatuh cinta dengan motor berdesain klasik. Masalahnya dia sama sekali tidak mengeri masalah mesin motor jadi dia merasa was-was jika membeli motor-motor klasik yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun.
Lihat Juga :