Wow, UNS Kembangkan Baterai Lithium Ion untuk Mobil Listrik
Kamis, 04 Maret 2021 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Jadi mengganti teknologi baterai lithium yang ada saat ini dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi, penggunaan lebih lama, dan harga lebih murah.
Agus mengakui, pihaknya juga perlu memikirkan integrasi baterai yang dibuat dengan device. Sekaligus juga memiliki kewajiban untuk membuat startup.
"Ada startup yang kami luncurkan di tahun lalu, yakni Batex. Tugas startup ini bertugas mengomersialisasikan pengembangan-pengembangan di PUI," sambung Agus.
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nizam, Wakil Ketua PUI UNS, memaparkan, Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai menciptakan bisnis baru. Bisnis baru tersebut dipacu dari beberapa hal, antara lain percepatan berbasis baterai dalam negeri, pemberian insentif, infrastruktur untuk pengisian tenaga listrik dan turunan lain berbasis baterai, termasuk bisnis konversi kendaraan. "Bisnis ini sudah dipayungi kebijakan di tingkat kementerian," tambah Nizam.
Ada beberapa produk konversi yang telah dilakukan UNS. Di antaranya, Honda C70 (E-Cub), dengan kapasitas 1,5 kWh dan jarak tempuhnya bisa sampai 60 km, maksimal speed 50 km/jam. Kemudian model City e-motor, dengan baterai 1,5 kWh maksimal speed 70 km/jam, dan jarak tempuh sampai 50 km.
Agus mengakui, pihaknya juga perlu memikirkan integrasi baterai yang dibuat dengan device. Sekaligus juga memiliki kewajiban untuk membuat startup.
"Ada startup yang kami luncurkan di tahun lalu, yakni Batex. Tugas startup ini bertugas mengomersialisasikan pengembangan-pengembangan di PUI," sambung Agus.
Pada kesempatan yang sama, Muhammad Nizam, Wakil Ketua PUI UNS, memaparkan, Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai menciptakan bisnis baru. Bisnis baru tersebut dipacu dari beberapa hal, antara lain percepatan berbasis baterai dalam negeri, pemberian insentif, infrastruktur untuk pengisian tenaga listrik dan turunan lain berbasis baterai, termasuk bisnis konversi kendaraan. "Bisnis ini sudah dipayungi kebijakan di tingkat kementerian," tambah Nizam.
Ada beberapa produk konversi yang telah dilakukan UNS. Di antaranya, Honda C70 (E-Cub), dengan kapasitas 1,5 kWh dan jarak tempuhnya bisa sampai 60 km, maksimal speed 50 km/jam. Kemudian model City e-motor, dengan baterai 1,5 kWh maksimal speed 70 km/jam, dan jarak tempuh sampai 50 km.
Lihat Juga :