Pemerintah Mau Menggolongkan SIM C untuk Jenis-jenis Motor, Perlu atau Tidak?
Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:46 WIB
loading...
Penggolongan SIM C untuk berbagai jenis motor diharapkan mampu membuat pengguna sepeda motor menguasai kendaraanya dengan baik. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Kamu sedang mencari hiburan yang bertemakan dunia otomotif? Pas banget loh! Geber Podcast balik lagi buat memberikan kamu informasi terupdate seputar kendaraan berkaki dua maupun empat. Di episode kali ini, dua cowok penggila otomotif yaitu Rizky dan Andrie akan ngebahas semua hal tentang motor! Penasaran akan gimana pembahasannya? Mending langsung aja dengerin di RCTI+ .
Kalau ngobrolin soal motor, banyak orang yang beranggapan memakai kendaraan ini sangat mudah. Di satu sisi, banyak yang beranggapan memakai kendaraan ini berbahaya dan rawan kecelakaan . Satu yang pasti, motor memang punya daya tariknya tersendiri.
Baca juga : Lamborghini Bangkitkan Lagi Nama Legendaris Lamborghini Countach
Nah, belum lama Pemerintah memiliki rencana buat menggolongkan SIM C menjadi SIM C, SIM C1, dan SIM C2. SIM C untuk motor tak lebih dari 250 cc, SIM C1 untuk motor 250 cc - 500 cc, dan SIM C2 untuk motor di atas 500 cc.
Menurut Rizky, rencana seperti itu sebenarnya bagus buat meningkatkan keselamatan orang-orang. “Boleh juga sih idenya, karena memang berbeda cara bawanya, jadi praktek sama teorinya mesti bener sih,” ungkap Rizky.
Kalau ngobrolin soal motor, banyak orang yang beranggapan memakai kendaraan ini sangat mudah. Di satu sisi, banyak yang beranggapan memakai kendaraan ini berbahaya dan rawan kecelakaan . Satu yang pasti, motor memang punya daya tariknya tersendiri.
Baca juga : Lamborghini Bangkitkan Lagi Nama Legendaris Lamborghini Countach
Nah, belum lama Pemerintah memiliki rencana buat menggolongkan SIM C menjadi SIM C, SIM C1, dan SIM C2. SIM C untuk motor tak lebih dari 250 cc, SIM C1 untuk motor 250 cc - 500 cc, dan SIM C2 untuk motor di atas 500 cc.
Menurut Rizky, rencana seperti itu sebenarnya bagus buat meningkatkan keselamatan orang-orang. “Boleh juga sih idenya, karena memang berbeda cara bawanya, jadi praktek sama teorinya mesti bener sih,” ungkap Rizky.
Lihat Juga :