Mengenal Komponen Aki Kering dan Basah serta Tips Merawatnya agar Awet
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Fungsinya sama yaitu untuk saluran penguapan aki sekaligus pemisah antara asam sulfat dan gas hidrogen. Namun beberapa jenis aki Maintenance Free (MF) atau aki listrik ada yang tidak dilengkapi dengan lubang ventilasi ini.
Lubang ventilasi ini tidak boleh tersumbat karena akan membuat gas hidrogen terjebak di dalam kotak aki. Akibatnya membuat aki menggelembung dan rusak. Selain itu bisa menyebabkan kebakaran karena gas hidrogen dalam aki mudah terbakar.
4. Plat logam positif dan negatif
Terdapat juga komponen aki berupa pelat logam yang fungsinya adalah untuk membuat aliran listrik dan mempengaruhi besar kecilnya arus listrik. Ada dua jenis pelat yang digunakan yaitu pelat positif dan negatif.
Pelat negatif dibuat dari bahan timah hitam atau timbal yang unsur kimianya adalah Pv dan berwarna abu-abu. Sedangkan pelat positif dibuat dari bahan lead dioxide yang berunsur PbO2 dan berwarna coklat.
Aliran listrik nantinya akan berasal dari plat positif dan besar kecilnya arus listrik akan disesuaikan dengan luas penampang dari plat. Semakin luas, maka arus listrik semakin besar.
5. Plat separator
Ada juga jenis plat yang letaknya di antara plat positif dan negatif. Sesuai dengan namanya, plat ini diciptakan untuk memisahkan dua jenis plat tersebut. Karena jika kedua plat saling bersinggungan, bisa menimbulkan hubungan arus pendek.
Saat terjadi korsleting otomatis reaksi kimia dalam kotak aki tidak akan terjadi. Karena fungsinya sebagai separator maka bahan yang digunakan adalah isolator untuk menahan arus listrik.
Bentuk permukaan dari plat separator juga berpori sehingga memudahkan aliran elektrolit untuk mengalir pada dua plat positif dan negatif.
6. Cell separator
Setiap aki memiliki komponen sel yang didalamnya terdapat cairan aki, plat negatif dan positif serta plat separator. Jumlah cell dalam aki adalah 6 dan masing-masing penyekat antar cell tidak ada celah sedikitpun.
Sehingga komponen antar cell tidak akan bercampur. Oleh karena itulah pada semua aki selalu memiliki 6 jenis tutup. Setiap ingin mengisi aki basah, masing-masing tutup ini harus dibuka untuk mengisi cairan elektrolit pada setiap cell.
7. Cell connector
Meskipun terpisah, namun setiap cell memiliki konduktor yang fungsinya adalah menghubungkan plat pada masing-masing cell. Konektor ini sendiri akan menghubungkan plat negatif dalam sebuah cell ke plat positif di cell lainnya.
8. Air aki atau larutan elektrolit
Perbedaan komponen aki juga terdapat pada jenis cairan elektrolit yang digunakan dan diisikan pada masing-masing cell. Khusus untuk aki basah, biasanya menggunakan cairan yang mirip dengan air sedangkan pada aki kering larutannya berbentuk gel.
Lubang ventilasi ini tidak boleh tersumbat karena akan membuat gas hidrogen terjebak di dalam kotak aki. Akibatnya membuat aki menggelembung dan rusak. Selain itu bisa menyebabkan kebakaran karena gas hidrogen dalam aki mudah terbakar.
4. Plat logam positif dan negatif
Terdapat juga komponen aki berupa pelat logam yang fungsinya adalah untuk membuat aliran listrik dan mempengaruhi besar kecilnya arus listrik. Ada dua jenis pelat yang digunakan yaitu pelat positif dan negatif.
Pelat negatif dibuat dari bahan timah hitam atau timbal yang unsur kimianya adalah Pv dan berwarna abu-abu. Sedangkan pelat positif dibuat dari bahan lead dioxide yang berunsur PbO2 dan berwarna coklat.
Aliran listrik nantinya akan berasal dari plat positif dan besar kecilnya arus listrik akan disesuaikan dengan luas penampang dari plat. Semakin luas, maka arus listrik semakin besar.
5. Plat separator
Ada juga jenis plat yang letaknya di antara plat positif dan negatif. Sesuai dengan namanya, plat ini diciptakan untuk memisahkan dua jenis plat tersebut. Karena jika kedua plat saling bersinggungan, bisa menimbulkan hubungan arus pendek.
Saat terjadi korsleting otomatis reaksi kimia dalam kotak aki tidak akan terjadi. Karena fungsinya sebagai separator maka bahan yang digunakan adalah isolator untuk menahan arus listrik.
Bentuk permukaan dari plat separator juga berpori sehingga memudahkan aliran elektrolit untuk mengalir pada dua plat positif dan negatif.
6. Cell separator
Setiap aki memiliki komponen sel yang didalamnya terdapat cairan aki, plat negatif dan positif serta plat separator. Jumlah cell dalam aki adalah 6 dan masing-masing penyekat antar cell tidak ada celah sedikitpun.
Sehingga komponen antar cell tidak akan bercampur. Oleh karena itulah pada semua aki selalu memiliki 6 jenis tutup. Setiap ingin mengisi aki basah, masing-masing tutup ini harus dibuka untuk mengisi cairan elektrolit pada setiap cell.
7. Cell connector
Meskipun terpisah, namun setiap cell memiliki konduktor yang fungsinya adalah menghubungkan plat pada masing-masing cell. Konektor ini sendiri akan menghubungkan plat negatif dalam sebuah cell ke plat positif di cell lainnya.
8. Air aki atau larutan elektrolit
Perbedaan komponen aki juga terdapat pada jenis cairan elektrolit yang digunakan dan diisikan pada masing-masing cell. Khusus untuk aki basah, biasanya menggunakan cairan yang mirip dengan air sedangkan pada aki kering larutannya berbentuk gel.
Lihat Juga :