9 Penyebab Karburator Motor Banjir dan Solusinya
Rabu, 22 September 2021 - 15:20 WIB
loading...
Perawatan kaburator motor agar tak tersendat saat digas. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Meski motor keluaran baru saat ini sudah menggunakan injeksi, tetapi tidak sedikit motor yang mengaspal di jalan masih menggunakan karburator. Komponen ini berfungsi untuk mencampurkan udara serta bahan bakar yang sesuai.
Kemampuannya dalam menyuplai bensin sangatlah penting meskipun ukurannya kecil. Apabila tidak dipelihara dengan baik masalah banjir pada karburator bisa terjadi. BACA JUGA - 5 Tips Mengenal Minat Agar Mudah Tentukan Karier Setelah Lulus Kuliah
Penyebab karburator banjir harus segera diteliti supaya perbaikan dapat dilakukan. Jika tidak, maka mesin motor akan susah sekali dinyalakan. Alasannya busi terendam bensin sehingga tidak mampu memercikkan bunga api.
Ada ciri-ciri yang menandakan saat terjadi banjir pada karburator. Ciri pertama pada body karburator akan terlihat basah kuyup disebabkan bensin keluar melalui lubang hawa.
Ciri yang kedua adalah bensin akan sulit masuk ke ruang bakar sehingga mesin pun jadi sulit untuk dihidupkan. Apabila menemukan kedua ciri ini, sebaiknya segera cari tahu penyebabnya, dengan begitu langkah perbaikan bisa segera dilakukan.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini 9 penyebab karburator motor banjir dan solusinya, dilansir dari laman Suzuki, Rabu (22/9/2021).
1. Salah Merakit Karburator
Penyebab karburator banjir yang paling umum terjadi adalah kesalahan dalam merakit karburator setelah servis atau dari pabrikannya. Biasanya jika servis ke bengkel bukan resmi, perakitan yang tidak tepat sering terjadi.
Ketidaktepatan dalam merakit ini mengakibatkan beberapa hal seperti pelampung karburator yang terjepit. Jika hal ini terjadi maka pelampung tidak bekerja untuk menggerakan jarum pelampung yang jadi indikator bensin sudah penuh.
Pengisian bahan bakar bisa terus berlanjut dan menciptakan kebocoran. Solusi yang bisa dilakukan adalah memasang ulang karburator dengan tepat. Sebaiknya dilakukan di bengkel resmi.
2. Kran Bensin Rusak
Salah pemasangan adalah kelalaian yang bisa diperbaiki dengan memasang ulang, tapi tidak dengan kran bensin yang rusak. Kran tersebut seharusnya memiliki sistem buka tutup ketika motor dinyalakan sehingga bensin dapat diatur penggunaannya.
Kran yang rusak membuat aliran bensin terjadi terus menerus ketika mesin menyala ke karburator. Dampaknya adalah banjir pada bagian karburator. Kerusakan pada kran bensin ini hanya bisa diperbaiki dengan mengganti dengan yang baru.
3. Jarum Pelampung yang Aus
Setiap karburator dilengkapi dengan jarum pelampung yang berfungsi untuk menutup saluran bensin pada saat suplai sudah penuh. Kerusakan pada jarum ini adalah hal yang wajar karena terbuat dari karet dan bisa saja sudah aus.
Kemampuannya dalam menyuplai bensin sangatlah penting meskipun ukurannya kecil. Apabila tidak dipelihara dengan baik masalah banjir pada karburator bisa terjadi. BACA JUGA - 5 Tips Mengenal Minat Agar Mudah Tentukan Karier Setelah Lulus Kuliah
Penyebab karburator banjir harus segera diteliti supaya perbaikan dapat dilakukan. Jika tidak, maka mesin motor akan susah sekali dinyalakan. Alasannya busi terendam bensin sehingga tidak mampu memercikkan bunga api.
Ada ciri-ciri yang menandakan saat terjadi banjir pada karburator. Ciri pertama pada body karburator akan terlihat basah kuyup disebabkan bensin keluar melalui lubang hawa.
Ciri yang kedua adalah bensin akan sulit masuk ke ruang bakar sehingga mesin pun jadi sulit untuk dihidupkan. Apabila menemukan kedua ciri ini, sebaiknya segera cari tahu penyebabnya, dengan begitu langkah perbaikan bisa segera dilakukan.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini 9 penyebab karburator motor banjir dan solusinya, dilansir dari laman Suzuki, Rabu (22/9/2021).
1. Salah Merakit Karburator
Penyebab karburator banjir yang paling umum terjadi adalah kesalahan dalam merakit karburator setelah servis atau dari pabrikannya. Biasanya jika servis ke bengkel bukan resmi, perakitan yang tidak tepat sering terjadi.
Ketidaktepatan dalam merakit ini mengakibatkan beberapa hal seperti pelampung karburator yang terjepit. Jika hal ini terjadi maka pelampung tidak bekerja untuk menggerakan jarum pelampung yang jadi indikator bensin sudah penuh.
Pengisian bahan bakar bisa terus berlanjut dan menciptakan kebocoran. Solusi yang bisa dilakukan adalah memasang ulang karburator dengan tepat. Sebaiknya dilakukan di bengkel resmi.
2. Kran Bensin Rusak
Salah pemasangan adalah kelalaian yang bisa diperbaiki dengan memasang ulang, tapi tidak dengan kran bensin yang rusak. Kran tersebut seharusnya memiliki sistem buka tutup ketika motor dinyalakan sehingga bensin dapat diatur penggunaannya.
Kran yang rusak membuat aliran bensin terjadi terus menerus ketika mesin menyala ke karburator. Dampaknya adalah banjir pada bagian karburator. Kerusakan pada kran bensin ini hanya bisa diperbaiki dengan mengganti dengan yang baru.
3. Jarum Pelampung yang Aus
Setiap karburator dilengkapi dengan jarum pelampung yang berfungsi untuk menutup saluran bensin pada saat suplai sudah penuh. Kerusakan pada jarum ini adalah hal yang wajar karena terbuat dari karet dan bisa saja sudah aus.
Lihat Juga :