Pasar Komersial Meningkat, Daimler Usung Kendaraan Ramah Lingkungan
Senin, 20 Desember 2021 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Fantastis, Mobil Pengganti Bemo Ini Nongol di Film Hollywood
Model Axor, akan bersaing di kelasnya baik secara tonase maupoun fatures. Secara lead time, mobil ini diklaim lebih baik, karena menjaga standar yang diterapkan negara asalnya, yakni Jerman. ‘’Adanya kerjasama fiskal dengan India, membuat harga Axor lebih terjangkau,’’ungkap Faustina. Untuk segmen pertambangan, produk yang paling diminati yakni kategori 48 ton. Sedangkan untuk konstruksi paling banyak diminati seri 2528C, 16 ton dengan penggerak 4x2.
‘’Ada 4 model yang sudah mulai di CKD-kan, tahun depan akan menambah menjadi 7 model. Ini sejalan dengan pemerintah Indonesia untuk membantu perkembangan industri di Indonesia,’’tegasnya. Selain itu, DCVI juga menghadiran Actros untuk truk on road dengan fokus distribusi barang antarkota, juga Arocs ditujukan sebagai truk off road untuk kebutuhan industri konstruksi, tambang dan logging.
Pada 2021, secara year to date, market share DCVI di pasar domestik sudah menembus hampir 9%. Sedangkan untuk bus, secara year to date hingga Desember 2021 sudah menembus 48,6%. Faustina menegaskan, seluruh produk kendaraan komersial DCVI sudah memenuhi standard Euro IV maupun bisa diupgrade ke standard Euro IV. Untuk Axor Euro 2 atau Axor Euro 3 pengguna bisa melakukan upgrade menjadi Axor Euro 4.
Mercedes Benz Axor Euro 4 mengusung teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) dan Zero Pressure Drain Unit Pump. SCR Technology sudah dikembangkan di Jerman sejak 1950, dan 1963 sudah diadopsi oleh Amerika Serikat. SCR menggunakan Diesel Exhaust Fluid (DEF) atau urea khusus untuk memecah emisi gas buang. Para insinyur di Jerman sudah menyediakan tabung khusus yang bisa diisi oleh sopir atau pemilik kendaraan dengan cairan DEF seperti merek AdBlue.Sehingga kendaraan itu lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) terus berupaya meningkatkan nilai dan kualitas produk-produknya agar makin sesuai dengan standar internasional dan makin ramah lingkungan.
Mengutip keterangan resmi perseroan, melalui proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Pertamina melalui PT KPI bertekad untuk memuluskan jalan menuju penerapan standar Euro V di Indonesia. Upaya tersebut merupakan dukungan terhadap pemerintah yang telah menetapkan peta jalan penerapan Euro V pada 2027.
Model Axor, akan bersaing di kelasnya baik secara tonase maupoun fatures. Secara lead time, mobil ini diklaim lebih baik, karena menjaga standar yang diterapkan negara asalnya, yakni Jerman. ‘’Adanya kerjasama fiskal dengan India, membuat harga Axor lebih terjangkau,’’ungkap Faustina. Untuk segmen pertambangan, produk yang paling diminati yakni kategori 48 ton. Sedangkan untuk konstruksi paling banyak diminati seri 2528C, 16 ton dengan penggerak 4x2.
‘’Ada 4 model yang sudah mulai di CKD-kan, tahun depan akan menambah menjadi 7 model. Ini sejalan dengan pemerintah Indonesia untuk membantu perkembangan industri di Indonesia,’’tegasnya. Selain itu, DCVI juga menghadiran Actros untuk truk on road dengan fokus distribusi barang antarkota, juga Arocs ditujukan sebagai truk off road untuk kebutuhan industri konstruksi, tambang dan logging.
Pada 2021, secara year to date, market share DCVI di pasar domestik sudah menembus hampir 9%. Sedangkan untuk bus, secara year to date hingga Desember 2021 sudah menembus 48,6%. Faustina menegaskan, seluruh produk kendaraan komersial DCVI sudah memenuhi standard Euro IV maupun bisa diupgrade ke standard Euro IV. Untuk Axor Euro 2 atau Axor Euro 3 pengguna bisa melakukan upgrade menjadi Axor Euro 4.
Mercedes Benz Axor Euro 4 mengusung teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) dan Zero Pressure Drain Unit Pump. SCR Technology sudah dikembangkan di Jerman sejak 1950, dan 1963 sudah diadopsi oleh Amerika Serikat. SCR menggunakan Diesel Exhaust Fluid (DEF) atau urea khusus untuk memecah emisi gas buang. Para insinyur di Jerman sudah menyediakan tabung khusus yang bisa diisi oleh sopir atau pemilik kendaraan dengan cairan DEF seperti merek AdBlue.Sehingga kendaraan itu lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) terus berupaya meningkatkan nilai dan kualitas produk-produknya agar makin sesuai dengan standar internasional dan makin ramah lingkungan.
Mengutip keterangan resmi perseroan, melalui proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Pertamina melalui PT KPI bertekad untuk memuluskan jalan menuju penerapan standar Euro V di Indonesia. Upaya tersebut merupakan dukungan terhadap pemerintah yang telah menetapkan peta jalan penerapan Euro V pada 2027.
Lihat Juga :