Cerita Volvo yang Tagih Utang ke Korea Utara Sebesar Rp4,47 Triliun
Minggu, 13 Februari 2022 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan kehadiran Swedia di Korea Utara itu disimbolkan melalui kehadiran mobil-mobil Volvo. Proses pengiriman juga tidak mudah karena cukup memakan waktu. Meski akhirnya pada 1973 seluruh pengiriman 1.000 unit Volvo 144 tuntas.
Baca juga : Perbandingan Harga Mitsubishi Pajero Sport di Indonesia, Thailand, Filipina dan Australia
Uniknya begitu pengiriman selesai, Volvo justru kebingungan karena Korea Utara sama sekali tak ada niat untuk membayar. Saat itu mereka menagih pembayaran sebesar USD124 juta atau mencapai Rp1,7 triliun.
Hanya saja tagihan itu dianggap angin lalu oleh Korea Selatan. Hingga kini mereka belum sekali pun membayar ke Volvo. Hingga akhirnya Volvo jadi kebingungan dan mengadukan masalah itu ke pemerintah Swedia.
Disebutkan Autoevolution saat ini Volvo telah menerima uang talangan yang dikeluarkan oleh pemerintah Swedia atas pembayaran Korea Utara yang tertunda itu. Saat ini yang pusing tujuh keliling justru adalah pemerintah Swedia yang harus berpikir keras menemukan cara agar Korea Utara mau membayar utang yang sekarang nilainya membengkak jadi USD314 juta atau setara Rp4,47 Triliun.
Baca juga : Perbandingan Harga Mitsubishi Pajero Sport di Indonesia, Thailand, Filipina dan Australia
Uniknya begitu pengiriman selesai, Volvo justru kebingungan karena Korea Utara sama sekali tak ada niat untuk membayar. Saat itu mereka menagih pembayaran sebesar USD124 juta atau mencapai Rp1,7 triliun.
Hanya saja tagihan itu dianggap angin lalu oleh Korea Selatan. Hingga kini mereka belum sekali pun membayar ke Volvo. Hingga akhirnya Volvo jadi kebingungan dan mengadukan masalah itu ke pemerintah Swedia.
Disebutkan Autoevolution saat ini Volvo telah menerima uang talangan yang dikeluarkan oleh pemerintah Swedia atas pembayaran Korea Utara yang tertunda itu. Saat ini yang pusing tujuh keliling justru adalah pemerintah Swedia yang harus berpikir keras menemukan cara agar Korea Utara mau membayar utang yang sekarang nilainya membengkak jadi USD314 juta atau setara Rp4,47 Triliun.
(wsb)
Lihat Juga :