Kisah Pecinta VW Klasik: Touring Bawa Montir dan Spare Part Sendiri
Senin, 17 Oktober 2022 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mendapatkan mobil tersebut, Pudji mengatakan perjalanannya cukup panjang. "Kalau mau diceritain sih dapetin mobil itu panjang yah, pokoknya setelah dapet mobilnya, saya restorasi, cat dan sebagainya, namun kalau mesin sih standar tidak ada yang saya ubah," kenang Pudji saat pertama kali memiliki mobil VW.
Selama berkecimpung di dunia Volkswagen Classic, Pudji mengatakan ada beberapa pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya ketika melakukan touring dengan jarak yang cukup jauh, yakni dari Jakarta ke Sumatera.
![Kisah Pecinta VW Klasik: Touring Bawa Montir dan Spare Part Sendiri]()
"Ada kegiatan VW di Sumatera, tepatnya di Bukittinggi, Pekanbaru. Lantas kembali lagi ke Jakarta. Menariknya, selain touring, kita juga mengadakan baksos, jadi bukan sekadar touring, namun melakukan kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama," ujar Pudji.
Kemudian, Pudji juga menceritakan pengalamannya saat touring. Ketika ada salah satu anggota yang mobilnya mogok, para anggota lainnya pun berenti dan turut membantu memperbaiki.
"Mogok pernah, namun kita itu ada tim mekaniknya kalau touring. Ada tim yang bawa sparepart dan sebagainya. Jadi pas ada yang mogok itu kita berhenti semua, dan diperbaiki sama mekanik itu, sampai dia hidup baru dia jalan lagi," jelasnya.
Untuk anggota yang mobilnya mogok dan terpaksa harus di towing, si pemilik mobil diberikan dua pilihan, antara pulang, atau melanjutkan perjalanan dengan nebeng di mobil teman.
Selama berkecimpung di dunia Volkswagen Classic, Pudji mengatakan ada beberapa pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya ketika melakukan touring dengan jarak yang cukup jauh, yakni dari Jakarta ke Sumatera.

"Ada kegiatan VW di Sumatera, tepatnya di Bukittinggi, Pekanbaru. Lantas kembali lagi ke Jakarta. Menariknya, selain touring, kita juga mengadakan baksos, jadi bukan sekadar touring, namun melakukan kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama," ujar Pudji.
Kemudian, Pudji juga menceritakan pengalamannya saat touring. Ketika ada salah satu anggota yang mobilnya mogok, para anggota lainnya pun berenti dan turut membantu memperbaiki.
"Mogok pernah, namun kita itu ada tim mekaniknya kalau touring. Ada tim yang bawa sparepart dan sebagainya. Jadi pas ada yang mogok itu kita berhenti semua, dan diperbaiki sama mekanik itu, sampai dia hidup baru dia jalan lagi," jelasnya.
Untuk anggota yang mobilnya mogok dan terpaksa harus di towing, si pemilik mobil diberikan dua pilihan, antara pulang, atau melanjutkan perjalanan dengan nebeng di mobil teman.
Lihat Juga :