Ford 1.0-Liter EcoBoost Mesin Terbaik 4 Tahun Berturut-turut
Kamis, 18 Juni 2015 - 20:13 WIB
Ford 1.0-Liter EcoBoost Mesin Terbaik 4 Tahun Berturut-turut
A
A
A
NEW YORK - Empat tahun berturut-turut, Ford 1.0-litre EcoBoost dinobatkan sebagai “Best Engine Under 1.0-litre”. Mesin ini dinilai sebagai pemenang kelas berdasarkan kenyamanan berkendara, performa, ekonomi, kehalusan, dan teknologi oleh sebuah panel yang terdiri dari 87 jurnalis otomotif, dari 35 negara.
Tahun lalu, 1.0-liter EcoBoost menjadi mesin pertama yang dinobatkan sebagai pemenang keseluruhan International Engine of the Year tiga kali berturut-turut, dan dinobatkan sebagai “Best New Engine” pada 2012.
Ditawarkan sebagai varian tertinggi new Ford Fiesta, mesin 1.0-liter EcoBoost pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun lalu. Ford juga sedang menjajaki sebuah pendekatan inovatif baru untuk deaktivasi silinder yang dapat membantu memberikan penyempurnaan lebih jauh.
“Mesin 1.0-liter EcoBoost menjadi game changer untuk mesin bensin kecil dan kami bangga mesin ini tetap menjadi best-in-class terlepas dari semakin banyak kompetitor yang bermunculan,” kata Joe Bakaj, vice president, Product Development, Ford Eropa. “Semangat inovasi yang membantu kami menciptakan mesin ini begitu hidup dan menyala dan kami terus mengembangkan mesin-mesin baru.”
Ford bekerja dengan mitra teknik di Schaeffler Group untuk menguji sebuah dual mass flywheel baru yang memungkinkan deaktivasi silinder untuk mengambil alih beban dan kecepatan mesin di rentang yang lebih lebar, dan membantu meminimalisir tingkat keributan, getaran, dan kekasaran (NVH).
Uji coba di jalanan menggunakan prototype di European Research and Innovation Centre di Aachen, Jerman, menunjukkan peningkatan efisiensi bahan bakar lebih jauh hingga 6 persen.
“Bahkan untuk mesin yang diperkecil secara agresif seperti 1.0-liter EcoBoost, sebuah peningkatan signifikan dalam penghematan bahan bakar kendaraan dapat ditemukan dengan mengekspoitasi deaktivasi silinder,” kata Carsten Weber, advanced powertrain manager, Ford Eropa.
“Prioritas tertinggi dalam pengembangan mesin pembakaran baru untuk aplikasi otomotif adalah upaya berkelanjutan pengurangan konsumsi bahan bakar,” tambahnya.
1.0-liter EcoBoost diproduksi di Cologne, Jerman, Craiova, Romania dan Chongqing, Cina, dan sekarang tersedia di 72 negara di seluruh dunia.
Sebelumnya mesin ini juga mendapatkan penghargaan International Paul Pietsch Award 2013 untuk inovasi teknologi di Jerman; Royal Academy of Engineering Colin Campbell Mitchell Award; Dewar Trophy dari Royal Automobile Club di Inggris Raya; dan meraih Breakthrough Award dari majalah Popular Mechanics di AS.
Secara global, jajaran mesin Ford EcoBoost yang bertenaga namun tetap hemat bahan bakar ini termasuk mesin empat-silinder 1.5-liter, 1.6-liter, 2.0-liter, dan 2.3-liter, serta mesin V6 2.7-liter dan 3.5-liter. Mesin 3.5-liter EcoBoost dikembangkan untuk melengkapi all-new Ford GT supercar yang akan menandai kembali hadirnya perusahaan di arena balap Le Mans tahun 2016.
Tahun lalu, 1.0-liter EcoBoost menjadi mesin pertama yang dinobatkan sebagai pemenang keseluruhan International Engine of the Year tiga kali berturut-turut, dan dinobatkan sebagai “Best New Engine” pada 2012.
Ditawarkan sebagai varian tertinggi new Ford Fiesta, mesin 1.0-liter EcoBoost pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun lalu. Ford juga sedang menjajaki sebuah pendekatan inovatif baru untuk deaktivasi silinder yang dapat membantu memberikan penyempurnaan lebih jauh.
“Mesin 1.0-liter EcoBoost menjadi game changer untuk mesin bensin kecil dan kami bangga mesin ini tetap menjadi best-in-class terlepas dari semakin banyak kompetitor yang bermunculan,” kata Joe Bakaj, vice president, Product Development, Ford Eropa. “Semangat inovasi yang membantu kami menciptakan mesin ini begitu hidup dan menyala dan kami terus mengembangkan mesin-mesin baru.”
Ford bekerja dengan mitra teknik di Schaeffler Group untuk menguji sebuah dual mass flywheel baru yang memungkinkan deaktivasi silinder untuk mengambil alih beban dan kecepatan mesin di rentang yang lebih lebar, dan membantu meminimalisir tingkat keributan, getaran, dan kekasaran (NVH).
Uji coba di jalanan menggunakan prototype di European Research and Innovation Centre di Aachen, Jerman, menunjukkan peningkatan efisiensi bahan bakar lebih jauh hingga 6 persen.
“Bahkan untuk mesin yang diperkecil secara agresif seperti 1.0-liter EcoBoost, sebuah peningkatan signifikan dalam penghematan bahan bakar kendaraan dapat ditemukan dengan mengekspoitasi deaktivasi silinder,” kata Carsten Weber, advanced powertrain manager, Ford Eropa.
“Prioritas tertinggi dalam pengembangan mesin pembakaran baru untuk aplikasi otomotif adalah upaya berkelanjutan pengurangan konsumsi bahan bakar,” tambahnya.
1.0-liter EcoBoost diproduksi di Cologne, Jerman, Craiova, Romania dan Chongqing, Cina, dan sekarang tersedia di 72 negara di seluruh dunia.
Sebelumnya mesin ini juga mendapatkan penghargaan International Paul Pietsch Award 2013 untuk inovasi teknologi di Jerman; Royal Academy of Engineering Colin Campbell Mitchell Award; Dewar Trophy dari Royal Automobile Club di Inggris Raya; dan meraih Breakthrough Award dari majalah Popular Mechanics di AS.
Secara global, jajaran mesin Ford EcoBoost yang bertenaga namun tetap hemat bahan bakar ini termasuk mesin empat-silinder 1.5-liter, 1.6-liter, 2.0-liter, dan 2.3-liter, serta mesin V6 2.7-liter dan 3.5-liter. Mesin 3.5-liter EcoBoost dikembangkan untuk melengkapi all-new Ford GT supercar yang akan menandai kembali hadirnya perusahaan di arena balap Le Mans tahun 2016.
(dol)