Helm Ini Dapat Lakukan Panggilan Darurat Bila Terjadi Kecelakaan
Jum'at, 10 Juni 2016 - 17:12 WIB
Helm Ini Dapat Lakukan Panggilan Darurat Bila Terjadi Kecelakaan
A
A
A
BANGKOK - Pemanfaatan teknologi kini telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk industri automotif. Salah satunya mungkin seperti yang diperlihatkan BMW dengan menyematkan sistem panggilan darurat di beberapa jajaran sepeda motornya.
Terinspirasi dari apa yang dilakukan BMW, produsen helm asal Thailand merancang hal serupa pada helm buatannya. Diberi nama 'Helpmet', helm ini dapat memberi laporan jika penggunanya mengalami sebuah kecelakaan yang fatal, dilansir dari Visordown, Jumat (10/6/2016).
Pada dasarnya, helm ini dapat terkoneksi dengan smartphone, termasuk fitur-fitur didalamnya seperti kartu SIM, GPS dan koneksi jaringan untuk memberi laporan ke petugas yang berjaga. Maka petugas akan sesegara mungkin menuju lokasi kejadian.
Namun jangan berharap pelindung kepala ini akan memberikan laporan ke petugas medis jika pengguna hanya terbentur sesuatu tanpa disengaja dan terjadi benturan kecil. Sensor baru mendeteksi bila terjadi benturan kepala melebihi 95 g-force, maka helm ini akan mengrimkan SMS darurat ke National Emergency Centre dan kontak darurat pengendara secara realtime beserta lokasinya. Dengan begitu, tim penolong beserta ambulansnya langsung datang ke lokasi.
Untuk mendukung kerja petugas medis dalam menangani pengguna Helpmet yang mengalami kecelakaan, harus mendaftarkan melalui situs web untuk mengisi berbagai informasi pribadi. Hal ini untuk memudahkan petugas tidak hanya pada layanan panggilan darurat Helpmet, tapi juga dapat memberikan informasi tentang nama pengendara dan alamat.
Selain itu, ada juga berbagai informasi penting lainnya seperti alergi obat atau masalah medis lainnya yang harus diisi. Dari segi desain, helm ini memang terlihat jadul, namun sampai saat ini 'Helpmet masih dalam proses pengembangan.
Terinspirasi dari apa yang dilakukan BMW, produsen helm asal Thailand merancang hal serupa pada helm buatannya. Diberi nama 'Helpmet', helm ini dapat memberi laporan jika penggunanya mengalami sebuah kecelakaan yang fatal, dilansir dari Visordown, Jumat (10/6/2016).
Pada dasarnya, helm ini dapat terkoneksi dengan smartphone, termasuk fitur-fitur didalamnya seperti kartu SIM, GPS dan koneksi jaringan untuk memberi laporan ke petugas yang berjaga. Maka petugas akan sesegara mungkin menuju lokasi kejadian.
Namun jangan berharap pelindung kepala ini akan memberikan laporan ke petugas medis jika pengguna hanya terbentur sesuatu tanpa disengaja dan terjadi benturan kecil. Sensor baru mendeteksi bila terjadi benturan kepala melebihi 95 g-force, maka helm ini akan mengrimkan SMS darurat ke National Emergency Centre dan kontak darurat pengendara secara realtime beserta lokasinya. Dengan begitu, tim penolong beserta ambulansnya langsung datang ke lokasi.
Untuk mendukung kerja petugas medis dalam menangani pengguna Helpmet yang mengalami kecelakaan, harus mendaftarkan melalui situs web untuk mengisi berbagai informasi pribadi. Hal ini untuk memudahkan petugas tidak hanya pada layanan panggilan darurat Helpmet, tapi juga dapat memberikan informasi tentang nama pengendara dan alamat.
Selain itu, ada juga berbagai informasi penting lainnya seperti alergi obat atau masalah medis lainnya yang harus diisi. Dari segi desain, helm ini memang terlihat jadul, namun sampai saat ini 'Helpmet masih dalam proses pengembangan.
(dol)