Alami Tabrakan, Tim Indonesia Dapat Posisi Empat di Final

Rabu, 26 Oktober 2016 - 08:29 WIB
Alami Tabrakan, Tim...
Alami Tabrakan, Tim Indonesia Dapat Posisi Empat di Final
A A A
Perhelatan Nissan GT Academy 2016 yang berlangsung 18-26 Oktober 2016 di Silverstone, Inggris sangat seru. Sebanyak enam kontestan dari perwakilan enam negara, yakni Indonesia, Australia, Filipina, Thailand, Meksiko dan Afrika Utara, bersaing ketat untuk menjadi juara pada Nissan GT Academy 2016.

Dari Northampton, Inggris, wartawan SINDOnews, Dwi Sasongko melaporkan, menjelang babak akhir, masing-masing negara tinggal menyisakan tiga peserta karena tiga lainnya sudah tereliminasi pada sesi-sesi sebelumnya. Tiga peserta ini pada Senin (24/10/2016) sore waktu setempat kembali diuji kemampuan balapnya. Kali ini uji nyalinya sangat menantang. Mereka harus berkompetisi dalam sesi balap stock car racing di Sirkuit Northampton International Raceway, Northampton, Inggris.

Dalam stock car racing ini, para peserta diuji keberanian dan kepiawaiannya untuk balapan dengan menggunakan mobil sangat standar yang polos tanpa aksesori memadai seperti tak ada kaca mobil. Aturannya cukup liar, salah satunya adalah "dihalalkan" menabrak mobil lawannya.

Tiga orang tersebut secara bergantian menaiki Nissan Micra (March) secepat mungkin memutari sirkuit mini berbentuk oval untuk bisa memenangkan balapan. Karena balapan estafet, kerja sama tim memang harus benar-benar sangat solid dan baik.

Dalam race ini, masing-masing tim harus memutari sirkuit sebanyak 45 lap. ”Kebijakan pembagian jumlah lap pada tiga peserta terserah mentornya di masing-masing negara,” kata pembalap cantik Diandra Gautama, mentor tim Indonesia di Nissan GT Academy 2016 usai pertandingan. Hal itu merupakan bagian dari strategi untuk memenangkan balapan.

Balapannya sendiri berlangsung sangat menarik. Persaingan antarpeserta begitu tajam. Saat kualifikasi untuk mengambil waktu terbaik, tim dari Indonesia yang diwakili oleh M Pandu Wicaksono, Catra Felder, dan Raditya Indra, mampu mencatatkan waktu tercepat kedua di belakang tim Australia. Hanya selisih 0,3 detik.

”Kita cukup bangga dengan catatan waktu ini, yang menjadi tantangan berat adalah Australia,” kata Catra Felder, salah satu peserta dari Indonesia. Tak mengherankan kalau tim Indonesia benar-benar fokus untuk menaklukkan Australia yang dinilainya memiliki kemampuan lebih dari yang lain.

Alami Tabrakan, Tim Indonesia Dapat Posisi Empat di Final

Tim dari Indonesia (Pandu, Catra, dan Raditya) bersama sang mentor Diandra Gautama dan petugas dari
Nissan GT Academy.

Diincar Peserta Lain
Begitu bendera start sudah dikibarkan, tim Indonesia yang saat itu dikemudikan M Pandu Wicaksono langsung melesat memburu mobil milik tim Australia yang berapa paling depan. Pandu yang berada di posisi kedua terlihat berusaha menyalip mobil tim Australia.

Di awal-awal lap, balapan berjalan lancar. Tim Indonesia terus berusaha menempel ketat Australia. Namun, ”keperkasaan” Australia dan Indonesia ternyata menjadi incaran para peserta lainnya.

Terbukti, pada laps keempat, mobil Pandu ditabrak oleh peserta dari Meksiko hingga sempat memutar. Akibatnya, posisi tim Indonesia tak lagi di nomor dua hingga menjauh ke belakang. Pandu berusaha mempersempit jarak dengan berhasil menyalip beberapa mobil didepannya.

Tak lama, Pandu masuk pit stop dan digantikan Catra yang memiliki karakteristik mengemudi lebih galak. Cara mengemudi Catra yang agresif ini tampaknya memancing amarah peserta lain. Saat akan menyalip peserta dari Afrika Utara di tikungan pertama, mobil Catra terlibat insiden senggolan yang cukup keras hingga ban mobil kiri depan meletus dan pecah.

Dalam keadaan ban yang kempes, Catra sebenarnya masih bersemangat memacu kendaraannya yang terus melambat. Namun, nahas saat akan menepi menuju pit stop, tiba-tiba mobil Catra ditabrak peserta Afrika Utara dengan sangat keras hingga posisi berputar balik arah. ”Saya heran, kenapa mereka menabrak mobil kita. Sebenarnya mereka bisa lewat kiri atau kanan mobil. Kita banyak sekali kehilangan waktu di sini,” papar Catra terlihat kesal.

Usai diperbaiki, giliran Raditya Indra yang memegang kemudi. Raditya mengemudikannya dengan sangat kencang dan berhasil menyalip peserta lain. Namun tim Indonesia tak punya waktu cukup untuk mengejar ketertinggalan.

Meski dalam kondisi babak belur karena insiden tabrakan itu, Tim Indonesia masih mampu berada di urutan keempat di bawah Meksiko, Afrika Utara dan Thailand. Australia yang diunggulkan berada di posisi paling buncit, 6. Sedangkan, Filipina yang merupakan juara Nissan GT Academy 2015 berada di posisi ke-5.

Dua insiden tabrakan tersebut telah membuat tim Indonesia banyak kehilangan waktu. ”Kita sedih. Kita punya kemampuan, kita punya nyali tapi kita dapat nomor empat,” tutur Raditya. ”Sebenarnya kita sangat percaya diri bisa cukup dekat dengan Australia. Kita fokus mengejar Australia tapi ternyata kita diincar dari belakang. Kita miss di situ,” papar Catra menimpali. Mendapat nomor empat di Stock Car Racing tersebut membuat tim Indonesia akan start pada posisi empat di final nanti.
(poe)
Berita Terkait
Nissan Versa Facelift...
Nissan Versa Facelift Siap Bersaing di Pasar Sedan AS
Dari Puncak Kejayaan...
Dari Puncak Kejayaan Hingga Jurang Kebangkrutan, Nissan Jual Kantor Pusat di Yokohama
Nissan Resmi Ubah Logo...
Nissan Resmi Ubah Logo Jadi NI, Ini Artinya
Daftar Harga Mobil Nissan...
Daftar Harga Mobil Nissan Terbaru Juli 2023
Harga Mobil Nissan Terbaru...
Harga Mobil Nissan Terbaru Januari 2024, Ada Serena, Magnite, Leaf hingga Kicks
Bangkit dari Kegagalan...
Bangkit dari Kegagalan Merger, Nissan Cari Jodoh Baru, Siapa Mau?
Berita Terkini
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Kemampuan Ban Dynapro...
Kemampuan Ban Dynapro untuk SUV dan Truk Ringan Dibuktikan Lewat Torture Test
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Akhirnya! Hino Buka...
Akhirnya! Hino Buka Dealer di Banyuwangi, Perkuat Jalur Logistik Menuju Bali
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved