Kepercayaan Masyarakat Indonesia Pada Mobil China Masih Rendah

Kamis, 01 Maret 2018 - 10:04 WIB
Kepercayaan Masyarakat...
Kepercayaan Masyarakat Indonesia Pada Mobil China Masih Rendah
A A A
JAKARTA - Kehadiran kembali mobil merek China di Indonesia saat ini yang diwakili Wuling tengah menjadi sorotan. Dari hasil penjualan dan strategi yang diterapkan pabrikan itu, hasilnya cukup baik.

Namun, bagaimana prediksi soal harga jual kembalinya? Berikut divisi penelitian dan pengembangan (Litbang) Carmudi menganalisa nilai depresiasi mobil China di Indonesia.

“Melihat fenomena masuknya pemain baru dari China di industri otomotif nasional menjadi sesuatu yang menarik bagi Carmudi. Bagaimana strategi mereka dan hal yang terkait dengan tren otomotif di Indonesia, patut mendapatkan perhatian bagi kalangan online classified seperti kami,” jelas Managing Director Carmudi, Stefano Kirihettige Perera.

Berdasarkan data jumlah listing (mobil bekas yang akan dijual) , tercatat hanya sedikit konsumen yang menawarkan mobil bekas merek China untuk dijual.

Dari pelbagai nama/merek, hanya ada Chery, Geely, dan Wuling. Populasinya pun tidak begitu besar. Dari data yang Litbang Carmudi olah, merek dan model mobil China yang paling turun nilai jualnya kembali adalah Geely MK2.

Hitungan nilai depresiasi yang dilakukan, ditemukan bahwa mobil tersebut mengalami depresiasi sebesar 71,1%. Hal itu dilihat dari harga jual saat mobil itu dalam kondisi baru, dahulu di tahun 2012 Geely MK2 dijual seharga Rp135 juta.

Kini di pasaran mobil bekas, harga mobil berkapasitas 1.5 Liter tersebut hanya Rp39 juta saja. Di posisi kedua mobil China yang nilai depresiasinya terburuk adalah Chery QQ varian GX keluaran tahun 2006. Untuk mobil kompak itu, nilai depresiasinya mencapai 60,6%.

Lalu ada juga Geely Panda keluaran tahun 2011 yang nilai jual kembalinya mencapai 31,5%. “Kalau kaya Geely dan lainnya kita pernah (jual) tapi memang juga purna jualnya parah, mobil Malaysia (Proton) juga parah harganya, Korea juga, mobil-mobil Jepang lah yang masih bagus,” ujar Ketua Ikatan Pedagang Mobil Bekas Jakarta (IPMJ), Ahmad Fadillah.

Berapa Nilai Depresiasi Wuling?

Sementara itu untuk mobil China yang baru masuk Indonesia yakni Wuling, Litbang Carmudi baru menemukan data untuk depresiasi mobil bekasnya untuk model Confero S.

Dari data yang diteliti, ditemukan nilai depresiasi Wuling Confero S masih rendah, yaitu sebesar 0,5%. “Animo bagus karena harganya juga terjangkau, murah, mungkin melihat dari beberapa gebrakannya lalu begitu mulai keluar, pabrik langsung berdiri, dan showroom-showroom banyak. Di situ mungkin masyarakat menilai ini bisa jadi jangka panjangnya bisa bagus istilahnya perushaan yang langsung besar itu kan berkualitas. Mobil China yang selama ini keluar kaya Geely dan lainnya itu kan enggak langsung besar seperti Wuling,” lanjut Ahmad.

Angka tersebut memang belum valid, karena usia Confero S di Indonesia belum ada setahun. Jadi apakah Wuling bernasib sama dengan para merek pendahulunya? Semua itu kembali pada pembuktian kualitas mobil dan purnajual yang berbicara di masa depan.
(wbs)
Berita Terkait
Wuling Perkenalkan Varian...
Wuling Perkenalkan Varian Terbaru Cortez CT Type S
Bawa Alvez ke Tangerang,...
Bawa Alvez ke Tangerang, Wuling Tebar Promo Menarik
Wuling Bakar Duit di...
Wuling Bakar Duit di Jakarta Fair: Pesta Ulang Tahun atau Jurus Bertahan Hidup di Tengah Gempuran Rival?
Wuling BinguoEV Bakal...
Wuling BinguoEV Bakal Dikirim ke Garasi Pembeli Mulai Januari 2024
Mobil Listrik Ini Ganti...
Mobil Listrik Ini Ganti Nama 3 Kali Sebelum Dirilis, Beda Kata tapi Artinya Sama
Baru Sebulan, Wuling...
Baru Sebulan, Wuling Alvez Sudah Dipesan Hampir 1.000 Unit
Berita Terkini
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved